Semua orang tahu bahwa antara laki-laki dan wanita mempunyai perbedaan yang mencolok terkait luapan emosi yang diperlihatkannya. Laki-laki sangat jarang terlihat menangis, namun seorang wanita akan lebih terlihat sering meneteskan air matanya.

Laki-laki cenderung terlihat mampu menahan kesedihannya, hingga tak heran ia jarang sekali terlihat menangis. Entah itu sendiri atau di depan banyak orang. Berbeda dengan seorang wanita yang sering meluapkan air matanya. Ia menangis walaupun di hadapan banyak orang, apalagi jika ia dalam keadaan sendiri. Niscaya ia lebih dalam menghayati ketika menetesakan air matanya.

Sering kali kita menganggap wanita dengan mudahnya menangis itu karena memang tipikal wanita yang lebih mengutamakan perasaan daripada logika seperti laki-laki. Hingga kadang wanita justru terlihat sebagai makhluk yang lemah karena mudahnya ia menangis.

Tak seperti laki-laki yang seolah tahan banting hingga air matanya mampu dibendung dengan baik. Hingga terkadang wanita itu justru sering terlihat jatuh dalam kesedihan yang begitu lama. Seolah jiwanya itu begitu rapuh, walau dengan sedikit saja hatinya terluka. Atau tatkala ada peristiwa dan kejadian yang menyinggung hatinya walau kecil sekali, namun dengan mudahnya air mata itu mengalir di pipinya. Sering kali bagi laki-laki itu dianggap sebagai suatu yang cengeng.

Wanita itu adalah makhuk yang sangat ingin dimengerti. Apalagi dimengerti tentang apa yang dia rasakan dalam hatinya. Sering kali wanita itu pun hanya diam ingin dimengerti, namun dia tak mampu mengutarakan apa yang sebenarnya dia inginkan untuk dimengerti itu. Seolah wanita itu punya kepercayaan bahwa orang-orang di sekelilingnya itu mampu mengerti tanpa ia bicara.

Advertisement

Dia berharap tanpa dia menjelaskan panjang lebar, seseorang mampu memahami apa yang dia fikirkan. Namun yang sering kali terjadi justru seorang lelaki malah kebingungan katika menghadapi hal yang demikian. Laki-laki kesulitan membaca hati wanita, logikanya tak terkoneksi dengan baik untuk menjangkau sinyal-sinyal dan kode-kode dari wanita. Hingga akhirnya wanita itu pun menangis dan meneteskan air matanya secara perlahan. Seraya dalam setiap air matanya yang menetes itu seolah berkata pelan,

“Kenapa engkau tak bisa mengerti perasaaanku? Harusnya kau bisa mengerti apa yang aku rasakan.”

Semakin wanita itu ditanya, malah ia semakin tersedu-sedu dalam tangisnya. Namun jika kita bisa mengerti perasaannya, kita mampu melakukan apa yang dia inginkan. Niscaya air mata bukan yang kita lihat. Namun seulas senyum yang manis darinya, karena ia merasa ada seseorang yang mengerti perasaannya. Saat itu ia begitu terlihat bahagia sekali.

Air mata itu bukanlah pertanda yang mutlak bahwa itu menunjukkan sisi kelemahan pada seseorang. Bahkan air mata itu suatu bentuk luapan emosi dari hati yang lembut dalam memaknai setiap kejadian yang terjadi. Wanita pun menangis bukan tanpa alasan, ia pun tak sedikit-sedikit menangis begitu saja. Tak seperti anak kecil yang dengan mudahnya merengek menangis ketika tak dibelikan permen.

Bukan, wanita menangis karena dia sedang merasakan apa yang terjadi itu dengan segenap perasaanya. Tak seperti laki-laki yang berfikir dulu ketika menghadapi sesuatu, baru menangis kala suatu hal itu dianggap menyedihkan. Iya, wanita lebih peka terhadap apa yang terjadi. Namun laki-laki lebih sigap menanggapi apa yang terjadi.

Bagi sesama wanita, mungkin kita sering melihat. Jika antara dua wanita sedang saling curhat, yang nampak sering kali tanpa banyak berkata mereka justru langsung berpelukkan. Seolah mereka sudah saling mengerti, tentang apa yang dirasa oleh teman wanitanya itu.

Berbeda dengan laki-laki yang acap kali harus bercerita sampai panjang lebar, harus menceritakan dari awal sampai akhir. Baru ia mampu termanggut-manggut dan memahami perasaan lawan bicaranya itu. Wanita memang penuh perasaan, kala dia terlihat begitu sedih tentu butuh seorang yang menjadi sandaran dan penyemangat. Tentu ia akan menangis, jika ia merasa tak ada yang mengerti apa yang ia rasakan. Karena ia merasa tak punya sandaran apalagi seorang penyemangat baginya untuk sekedar berbagi rasa yang ada dalam hatinya.

Seperti itulah wanita yang memang seorang makhluk yang penuh perasaan. Jika kita mampu memahami perasaanya. Maka ia akan dengan manisnya tersenyum pada kita, menunjukan ia begitu bahagia karena telah dimengerti. Namun jika kita tak bisa mengerti perasaannya, tentu yang nampak niscaya adalah tetesan air mata yang mengalir di pipinya itu. Kita akan melihat raut muka yang nampak begitu sedih tanpa banyak bicara.

Itulah wanita dengan segala kemisteriusannya, namun karena yang demikianlah wanita itu benar-benar menjadi makhluk yang istimewa yang telah diciptakan Allah. Makhluk yang harus diperlakukan secara istimewa pula untuk dibahagiakan oleh seorang laki-laki.