Menjadi dewasa ataupun bersikap kekanak-kanakkan adalah sebuah pilihan. Sebanyak apapun masalah datang dalam hidup seseorang belum tentulah ia selalu dapat menyelesaikannya dengan sikap dewasa. Sebab adakalanya sikap orang akan kekanak-kanakkan dalam menghadapi permasalahan. Karena itu ia yang dapat menghadapi setiap masalahan dengan tenang, ialah yang belajar untuk menjadi dewasa. Kamu bersikap demikian? Yuk cek disini. Apakah kamu sudah dewasa atau masih bersikap kekanak-kanakkan dalam menyelesaikan masalah.

1. Saat orang lain tak menyukai pendapatmu, apa yang kamu lakukan?

Setiap orang akan selalu memiliki pendapat untuk diutarakan saat ia sedang berdebat dengan orang lain. Namun, saat muncul adanya perbedaan pendapat, maka sikap yang paling baik adalah pendapat kamu dan orang lain dapat didiskusikan dengan tenang, dan mencari solusi dalam permasalahannya. Dan kemudian menerima bagaimana hasilnya.
Mencela pendapatnya tanpa mau tau apa yang orang lain pikirkan
Kamu yang suka mencela pendapat orang lain memiliki sikap yang kekanak-kanakkan, tidak dewasa. Sebab, setiap orang bisa saja menyampaikan pendapat yang salah, dan orang lain lah yang benar. Karena itu, mendengarkan pendapat orang terlebih dahulu adalah sikap yang paling tepat.
Mengikuti orang lain, dan menganggap pendapat pribadi selalu salah.
Tidak selamanya mengalah selalu benar. Terkadang membela pendapat sendiri karena benarpun perlu.
Mendiskusikan bersama antara pendapat pribadi dan orang lain.
Pendapat orang lainpun selalu ada benarnya. Menyamakan ekspetasi ataupun menyatukannya dan membuat solusi bersama selalu menjadi jalan dalam penyelesaian masalah yang tepat.

2. Saat orang lain terlalu mengotot dengan pemikirannya, sikap apa yang kamu terapkan ?

Tak ada yang pernah terselesaikan saat sebuah permasalahan selalu mengutamakan emosi yang terlalu menggebu-gebu. Namun diampun juga tidak akan pernah menyelesaikan masalah apapun.
Bersabar dan menunggu orang tersebut tenang.
Emosi yang berlebih hanya akan membuat masalah menjadi lebih rumit. Bersabar adalah pilihan yang tepat.
Diam dan mengikuti apa yang ia katakan karena takut salah.
Kamu bersikap pasif seolah kamu selalu salah dan orang lain selalu benar. Kamu bak sedang dijajah. Karena ada kalanya pendapatmu benar dan kamu harus membela pendapatmu dengan tenang dan tepat.
Bersikap tenang, dan berkata baik-baik untuk menenangkan suasana.
Bersikap tenang dan mencoba untuk berkata baik-baik demi menenangkan suasa adalah salah satu ciri kamu bersikap dewasa.

3. Jika ada dua masalah datang pada waktu yang sama, manakah yang akan kamu dahulukan ?

Permasalahan yang bertubi mungkin saja terjadi dalam hidup. Masalah-masalah itu harus terselesaikan, namun tidak memungkiri bahwa akan ada masalah yang dikesampingkan. Namun, bagaimana kita memprioritaskannya, dan cara menyelesaikannyalah yang paling utama.
Ambil yang paling mudah untuk diselesaikan, dan lupakan yang lain.
Memilih hal yang paling mudah untuk diselesaikan adalah hal yang paling sering dilakukan oleh orang banyak. Namun, terlalu acuh dengan masalah lainpun membuat dirimu kekanak-kanakkan.
Menyelesaikkannya bersamaan tanpa mau tau resikonya.
Berharap semua masalah segera selesai adalah sikap yang baik. Namun, menyelesaikkannya tanpa adanya rencana dan memikirikan bagaimana resikonya hanya akan membuatmu gagal dalam fokus penyelesaian masalah. Sebab tak ada masalah yang terselesai dengan sikap gegabah.
Utamakan yang dapat diselesaikan dahulu, baru menyelesaikan yang lain.
Memberi target untuk menyelesaikan semua masalah adalah sikap yang dewasa. Mengutamakan masalah yang dapat diselesaikan terlebih dahulu, kemudian menyelesaikan masalah lain adalah hal bijak. Masalah hasil adalah hal lain, selama rencana telah dibuat matang.

4. Saat datang masalah yang sulit, bagaimana kamu menyikapinya?

Karena dalam hidup tidak hanya masalah yang mudah yang datang, namun sesekali masalah rumitpun harus hadir dalam hidup demi kedewasaan.
Berusaha menyelesaikannya sekuat tenaga.
Apapun masalah itu harus bisa terselesaikan. Ia yang mungkir dari masalah hanya ia yang tak bisa beranjak dewasa.
Melupakannya dan Menganggap itu tak pernah ada.
Kamu yang tidak peduli dan bersikap egois demi tak mau berhadapan dengan masalah yang muncul didepan adalah kamu yang masih memiliki sikap kekanak-kanakkan yang perlu dirubah.
Meminta orang lain untuk menyelesaikkan masalahmu.
Meminta bantuan orang lain memang sah-sah saja. Namun, jika kemudian kamu tidak ikut mengambil bagian dari penyelesaian setiap masalahmu, mungkin kamu perlu intropeksi sikapmu lagi.

5. Pacar dan Ibumu meminta bantuanmu dalam waktu bersamaan, mana yang lebih dahulu kamu bantu?

Masalah datang bukan hanya menyangkut diri sendiri, terkadang masalah datang bersama dengan orang terkasih. Jika kamu dapat menyelesaikkannya, kamu bisa disebut dewasa.
Utamakan pacar, Ibu pasti mengerti.
Pacar atapun Ibu adalah sama-sama orang terpenting dalam hidup. Namun, mengutamakan pacar karena kamu lebih peduli pada pacarmu daripada ibumu, tanpa melihat dari segi utama masalah, itu adalah sikap tak dewasa yang masih kamu miliki.
Lihat mana yang lebih utama untuk diselesaikan.
Mengutamakan masalah yang dapat diselesaikkan terlebih dahulu tanpa meninggalkan atau mencampakkan masalah lain adalah sebuah sikap dewasa yang harus kamu lakukan. Karena pIbu maupun pacar sama-sama orang penting dalam hidup yang harus kamu bantu.
Masalahmu lebih utama dari yang lain.
Sikap egois yang hanya kamu miliki jika kamu hanya terlalu peduli pada dirimu sendiri, walau orang terkasih disekitarmu meminta tolong padamu untuk menyelesaikkan masalah mereka. Jika seperti itu, kamu harus mempertanyakan kedewasaanmu.