Apakah kamu punya teman atau kenalan yang biasa berbicara menggunakan dialek unik bahasa Ngapak? Mungkin saja teman kamu itu berasal dari Purbalingga, kabupaten yang keelokannya akan Hipwee bahas di artikel ini. Meski belum setenar Bali maupun Yogyakarta, Purbalingga adalah salah satu kawasan wisata utama di Jawa Tengah. Jika kamu belum pernah terpikir untuk menjelajahinya, ini saatnya memasukkan Purbalingga dalam daftar kota wisata yang harus kamu kunjungi.

Apa saja yang membuat Purbalingga itu layak untuk dikunjungi? Simak dulu yuk artikel jalan-jalan yang satu ini.

1. Tahukah kamu jika Purbalingga punya kebun stroberi? Rasakan nikmatnya memetik langsung dan makan stroberi sepuasnya di Wana Wisata Kebun Strawberry Pratin, Serang.

Kebun Stroberi di Pratin via ronywidya.blogspot.com

Ingin menikmati sejuknya daerah lereng gunung sambil ngemil stroberi? Datang aja ke Pratin, Serang, Karangreja. Hamparan kebun stroberi dan panorama pegunungan bakal bikin matamu segar. Di sini, kamu bisa memetik sendiri stroberi langsung dari pohonnya dan memakannya sampai puas. Tapi, jangan kebanyakan ya, mana enak liburanmu kalau sakit perut?

2. Yang pernah ke Purbalingga, pasti tahu Owabong alias Obyek Wisata Air Bojongsari

Owabong via www.panoramio.com

Advertisement

Ya, Purbalingga punya wahana air Owabong yang terkenal itu. Tempat rekreasi ini bahkan mendapatkan penghargaan pengunjung wisata terbanyak dari Gubernur Jateng pada Visit Jawa Tengah 2013, serta peringkat satu untuk kategori wahana air (water park) dan tematik (theme park) dalam penghargaan Sapta Pesona Toilet Umum Bersih 2014, yang diselenggarakan Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kemenparekraf.

Ngomong-ngomong, kamu tahu gak sih kalau Owabong itu adalah akronim dari Obyek Wisata Air Bojongsari? Di area seluas 4,8 ha ini, kamu bisa menemukan berbagai wahana permainan air yang unik, antara lain Ember Tumpah, Kolam Sesat, dan Pantai Bebas Tsunami. Harga tiket masuk ke Owabong cuma Rp20.000 pada hari biasa dan Rp25.000 pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur.

3. Pengen tahu rasanya jadi Batman yang bermarkas di Batcave? Yuk, telusuri Goa Lawa di Karangreja!

Goa Lawa via abouttraveler.com

Lawa dalam bahasa Jawa artinya kelelawar. Dinamakan demikian karena goa ini menjadi sarang dari ribuan kelelawar liar di siang hari. Jadi, wajar saja bila bagian dalam goa beraroma kotoran kelelawar, mengingat di dalam sini gak dipasangi pengharum ruangan.

Berbeda dengan goa di pegunungan Kapur, Goa Lawa yang terletak di desa Siwarak kecamatan Karangreja ini terbentuk dari proses pendinginan lava, sehingga membentuk batuan keras tanpa stalaktit dan stalagmit. Setidaknya, perlu waktu satu jam untuk menyusuri lorong goa yang panjangnya mencapai 1 kilometer ini.

4. Jangan lewatkan serunya “mengobok-obok” Arwana di akuarium raksasa Purbasari Pancuran Mas.

Arwana di akuarium Purbasari Pancuran Mas via www.panoramio.com

Arwana yang Hipwee maksud tentu bukan Tukul Arwana yang pernah “diobok-obok” sama Joshua, melainkan salah satu ikan air tawar yang populer itu. Ya, Taman Wisata Purbasari Pancuran Mas ini punya akuarium raksasa berisi ikan-ikan air tawar. Yang menarik, di sini kamu juga bisa menemukan arapaima gigas, ikan air tawar raksasa yang habitatnya aslinya berada di Sungai Amazon.

Taman wisata pendidikan ini terletak di Desa Purbayasa, Kecamatan Padamara. Dengan membayar 10 ribu rupiah, kamu bisa mendapatkan pengalaman wisata yang mengesankan di tempat ini. Selain akuarium raksasa, tempat ini juga dilengkapi dengan Exotic Bird Park, kolam renang, dan danau buatan.

5. Jika Pacitan terkenal dengan julukan Kota Seribu Goa, maka Purbalingga bisa disebut dengan Kota Seribu Curug.

Pacitan memang terkenal dengan goa yang gak terkira banyaknya. Tapi, Purbalingga juga gak kalah luar biasa. Posisinya yang berada di lereng Gunung Slamet membuat Purbalingga dianugerahi dengan surga tersembunyi berupa banyak curug atau air terjun yang masih alami dan belum banyak tersentuh wisatawan. Ini dia beberapa di antaranya.

a. Curug Kali Karang

Curug Kali Karang via waterfallpurbalingga.blogspot.com

Curug Kali Karang, salah satu surga tersembunyi di Purbalingga. Terletak di Desa Tanalum, Kecamatan Rembang, mencapai curug ini memang gak semudah yang dibayangkan. Kamu mesti melalui jalan yang cukup berliku dan berbatu. Meski jalurnya masih bisa dilalui kendaraan, kamu harus tetap hati-hati. Begitu sampai, kamu akan disuguhi pemandangan curug bertingkat-tingkat yang indah.

b. Curug Aul

Canyoning di Curug Aul via www.kabarebralink.com

Masih di Desa Tanalum, Rembang, ada curug lain yang pantas kamu jamahi. Seperti Curug Kali Karag, Curug Aul juga bertingkat. Tingkat pertama setinggi 10 meter, sedangkan tingkat kedua setinggi 65 meter. Curug ini juga sering dijadikan lokasi olahraga canyoning. Nama ‘Aul’ disematkan di curug ini, karena dulu di sini terdapat banyak aul atau anjing hutan.

c. Curug Duwur

Curug Duwur via jalan2.com

Selain kedua curug di atas, ada juga Curug Duwur yang gak kalah menarik. Curug ini terletak di Bumisari, Kecamatan Bojongsari. Meski tempatnya elok dan asri dengan air yang berwarna kehijauan, curug ini belum begitu banyak didatangi wisatawan karena aksesnya yang cukup sulit.

6. Di sore hari, duduklah dengan santai sambil minum kopi dikelilingi panorama cakrawala di Puncak Watu Geong.

Pemandangan dari Watu Geong via argasetiyadi.blogspot.com

Dalam dunia “pergunungan”, Gunung Korakan kayaknya jarang disinggung. Tingginya memang ‘hanya’ setinggi 590 mdpl, tapi puncaknya yang dinamai Watu Geong bakal membuatmu betah duduk berlama-lama. Gimana enggak? Di sini, kamu bisa menikmati pemandangan perbukitan serta desa dan kota yang berada di kejauhan.

Watu Geoung artinya ‘batu yang menggantung’. Dinamai demikian karena keberadaan batu raksasa sebesar rumah yang seperti menggantung. Dari Desa Gunungwuled, Rembang, puncak Watu Geong bisa ditempuh dengan jalan kaki kurang lebih 40 menit melewati jalan setapak dan semak belukar.

7. Kamu pun tak boleh lupa mengunjungi berbagai museum menarik di Purbalingga. Apa saja?

Purbalingga gak cuma berisi wisata alam dan wahana keluarga, lho. Buat kamu yang gemar berwisata ke museum, kabupaten ini mempunyai beberapa museum yang unik dan menarik yang dibangun secara terpadu di Taman Sanggaluri yang dikelola oleh manajemen Owabong.

a. Menilik berbagai jenis mata uang kuno di Museum Uang Purbalingga.

Berbagai mata uang kuno di Mueseum uang Purbalingga via wisata.kompasiana.com

Orang yang “mata duitan” (baca: tertarik dengan uang kuno) pasti senang banget berkunjung ke museum ini. Museum Uang Purbalingga mengoleksi berbagai jenis mata uang kuno dari berbagai negara. Bahkan, mata uang dari zaman kerajaan Majapahit juga dipajang, lho! Gak heran kalau museum ini disebut sebagai museum uang terlengkap se-Indonesia.

b. Tambah wawasanmu tentang satwa di Museum Reptil dan Museum Serangga.

Salah satu sudut di Museum Serangga via jarwadi.me

Di Taman Sanggaluri, terdapat juga Museum Rptil dan Museum Serangga yang bakal memuaskan rasa ingin tahumu terhadap makhluk-makhluk dari dua kelas ini. Museum Reptil mirip seperti kebun binatang mini, dengan aneka reptil hidup yang dipajang dalam akuarium kaca. Sementara, Museum Serangga berisi awetan serangga dari berbagai daerah di dunia.

c. Bingung membedakan berbagai bentuk wayang? Yuk, ke Museum Wayang dan Artefak.

Museum Wayang Purbalingga via www.promojateng-pemprovjateng.com

Di Museum Wayang dan Artefak, berbagai jenis wayang dipajang di dalam sejumlah boks kaca. Ada wayang golek, wayang kulit yang lengkap dengan instrumen gamelannya, wayang revolusi, bahkan wayang dari negeri Tiongkok juga dikoleksi. Selain wayang, ada juga sejumlah artefak bersejarah berupa aneka jenis logam dan fosil.

8. Mengenal budaya dan kesenian tradisional masyarakat Banyumasan di Desa Wisata Karangbanjar.

Sentra industri wig di desa Karangbanjar. via banyumasnews.com

Tak jauh dari Owabong di kecamatan Bojongsari, ada desa wisata Karangbanjar yang gak boleh kamu lewatkan. Di sini kmau bisa mengenal lebih jauh kebudayaan masyarakat Banyumasan pada umumnya serta Purbalingga pada khususnya. Ada aneka kesenian Banyumasan yang bisa kamu saksikan, seperti seni Tarian Calung Banyumasan serta Kuda Lumping atau Ebeg/Lenggeran.

Desa wisata ini juga menghadirkan berbagai industri kerajinan. Penasaran di mana bulu mata dan rambut palsu dibuat? Di sinilah kamu bisa menemukan jawabannya.

9. Jika kamu menyukai batu akik, Sungai Klawing punya berbagai batu-batuan alam di dasarnya!

Batu akik Klawing via www.bayouz.com

Sungai Klawing yang membelah Purbalingga ini memang unik. Gak cuma arusnya cocok buat wisata arung jeram, sungai ini juga mengandung berbagai batu semi mulia yang bernilai tinggi, seperti Jasper, Crystal Quartz, Hematite, Heliostone, Citrine, dan Bloodstone. Batuan itu kadang terserak begitu saja, bercampur dengan batu dan pasir sungai. Seusai dipotong dan dipoles, batu-batu ini menjadi bernilai tinggi, pas banget buat kamu yang mengoleksi akik.

10. Nah, sebelum pulang, isi dulu perut laparmu dengan beragam kuliner khas Purbalingga.

Rampung menjelajahi keelokan Purbalingga, ini saatnya kamu mengisi perutmu yang lapar dengan kuliner khas yang menggoda selera.

a. Gulai Melung

Gulai Melung via travel.kompas.com

Makanan ini kondang banget sebagai salah satu kuliner khas Purbalingga. Gulai melung itu sebenarnya gulai kambing. Bedanya, bumbu Gulai Melung menggunakan kecombrang sebagai penghalau aroma prengus atau bau amis daging kambing. Rasanya? Coba sendiri, ah, Hipwee gak mau spoiler. Hehehe.

b. Sroto Kriyik

Sroto Kriyik via sotodansup.wordpress.com

‘Sroto’ adalah cara orang Purbalingga menyebut soto. Yang membedakan dengan soto biasa, Sroto Kriyik Purbalingga ini menggunakan sambal kacang dan ketupat, lengkap dengan suwiran daging ayam. Yang khas, sroto ini dilengkapi dengan tulang iga ayam yang sudah digoreng kering, sehingga rasanya ‘kriyik-kriyik‘.

c. Nopia

Nopia via www.quazoo.com

Belum lengkap kalau pulang tanpa membawa oleh-oleh berupa kue nopia. Cemilan khas Purbalingga ini sering juga disebut dengan ‘telor gajah’ karena bentuknya yang putih dan bulat menyerupai telur. Ada juga versi mininya lho, sebutannya mino alias mini nopia. Nopia ini biasanya berisi gula Jawa, tapi gak jarang juga diganti dengan rasa lain seperti durian, nanas, dan stroberi.

Nah, itu dia sebagian tempat wisata asyik yang pantas untuk kamu kunjungi di Purbalingga! Hayo, yang ngaku cah Purbalingga, punya rekomendasi lainnya, gak, buat pembaca?