Sebentar lagi, negara kita tercinta ini akan merayakan hari jadinya yang ke-71. Sudah merupakan hal lumrah kalau setiap 17 Agustus, banyak anak muda berbondong-bondong “mudik” menuju gunung, untuk menggelar upacara dan memperingati kemerdekaan disana. Lalu, diantara kamu sudah ada yang punya rencana untuk mendaki Gunung Gede Pangrango belum? Mumpung masih tanggal segini ya, cancel aja. Kalau masih keukeuh mendaki, ubah destinasi ke gunung lainnya. Soalnya Gunung Gede-Pangrango bakal ditutup sebulan penuh. Nah lho!

Resmi, Gunung Gede-Pangrango telah ditutup untuk pendakian selama sebulan penuh pada tanggal 1 hingga 31 Agustus mendatang

bisa baca kan? bisa dong.. via www.gedepangrango.org

Penutupan pendakian ini diberlakukan oleh Balai Besar Gunung Gede Pangrango. Tujuannya, untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendakian, dan dalam pemulihan ekosistem di kawasan konservasi alam Nasional itu.

“Penutupan ini ditujukan khusus hanya untuk kegiatan pendakian yang biasanya para pendaki dapat memasuki kawasan TNGGP melalui tiga pintu, yakni Pintu Cibodas, Pintu Gunung Putri, dan Pintu Selabintana,” ujar Kepala Seksi Wilayah 1 Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Ardi Andono, seperti dilansir dari Kompas Travel.

Yang perlu digarisbawahi, tertutup hanya untuk aktivitas pendakian. Untuk kegiatan wisata lainnya masih buka kok. Kamu mau ganti haluan?

ini TNGGP. kasih waktu flora dan fauna bernafas via tipsbackpackerlio.com

Advertisement

Di komplek Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), ada juga wisata air terjun Cibeureum di Cibodas, curug Cibeureum di Selabintana, situ gunung di Sukabumi, dan obyek wisata selain pendakian gunung masih terbuka untuk umum.

“Sejumlah obyek wisata di sekitar kaki Gunung Gede dan Pangrango masih dibuka untuk umum. Ada Pondok Halimun, Situ Gunung, dan lain-lain,” ungkap Suyatno Sukandar, Kepala Badan TNGGP, dilansir dari Antara.

Ini juga bukan kali pertama Gede-Pangrango ditutup. Sebelumnya, tanggal 1-10 Juli 2016, gunung yang terletak di Provinsi Jawa Barat ini juga sempat tertutup untuk pendaki

kalian pun butuh istirahat, jangan maksa mendaki disini via zonalibur.com

Selain perbaikan sarana dan prasarana, penutupan gunung umumnya dilakukan untuk memberi kesempatan kepada flora dan fauna di sepanjang jalur pendakian untuk pemulihan kondisi. Juli lalu, alasannya beda lagi. Penutupan dilakukan lantaran keterbatasan jumlah petugas untuk mengamankan kawasan, evakuasi pendaki jika terkena hipotermia, kecelakaan, dan sakit jelang Idul Fitri lalu.

Kamu masih mau keukeuh naik Gunung Gede-Pangrango dan curi-curi kesempatan? Coba aja kalau bisa!

kalau kamu bilang “peraturan dibuat untuk dilanggar,” kalau kenapa napa mau nyalahin siapa? via images.detik.com

Mereka, pihak Balai Besar TNGGP menyatakan jika sudah menyebar petugas untuk mengantisipasi orang-orang yang mencuri-curi mendaki. Jadi, jangan pikir mereka akan kecolongan, sebab semua jalur pendakian sudah dijaga ketat oleh para ranger kalau ada kamu yang datang sebagai pendaki ilegal. Bagi para pendaki yang masih berada di puncak ataupun jalur pendakian pun sudah dihimbau untuk segera turun.

Terkait penutupan aktivitas pendakian ini, Balai Besar TNGGP juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor dan Cianjur, Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sukabumi, serta Polres Sukabumi, Bogor, dan Cianjur.

Lalu, gimana perasaanmu setelah membaca sebagian artikel ini? Tolong dipatuhi ya.. Melipir ke gunung lain yang masih buka ya nggak papa

mereka pun butuh me time dan nggak ketemu kamu dulu via miner8.com

Jadilah pendaki yang legal dan menurut pada peraturan. Daripada kenapa-kenapa dan berujung pada kabar duka. Lagipula, curah hujan masih cukup tinggi, khawatirnya malah akan terjadi longsor. Jadi, menutup pendakian sementara memang merupakan keputusan yang tepat. Flora dan fauna pun sama aja seperti manusia, mereka butuh me time dong. Jangan egois. Ekosistem perlu sekali diseimbangkan. Buat anak cucumu juga nanti kan?

Paham kok kalau Gunung Gede-Pangrango itu jadi jujugan favorit anak Jakarta. Deket sih ya..

upacara 17 an via streetjournalis.weebly.com

Kawasan taman Nasional ini berada di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur. Deket banget dong sama Jakarta. Kamu yang anak Jabodetabek pasti demen banget ke sini. Di taman Nasional ini, pengunjung memang dapat mendaki dua gunung, yaitu Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Asal kamu tahu, taman Nasional satu ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia, ditetapkan tahun 1980 silam. Luasnya 21.975 hektare. Banyak yang menjadikan gunung ini sebagai tujuan destinasi untuk merayakan kemerdekaan 17 Agustus nanti.

Otomatis, kamu harus putar haluan. Kamu mau mendaki gunung mana nih? Papandayan atau Ciremai? Pasti ramai sih. Mau yang nggak gitu ramai? Bisa coba ke Gunung-gunung di Jawa Timur, atau nggak ke luar Jawa gih sana.

Semoga informasi ini benar-benar kamu taati. Semoga tak ada lagi pendaki-pendaki ilegal masa kini

karena pendaki ilegal sama sekali nggak keren via www.yukpiknik.com

Ada sebagian orang yang merasa bangga saat dia bisa naik gunung tanpa registrasi di base camp pendakian. Padahal naik Gunung Gede-Pangrango ini juga cuma Rp 22500,-. Kalau ditutup yaudah sih, nggak usah pada sok cari jalur pendakian sendiri. Jangan gegabah, karena pendataan pendaki itu mutlak diperlukan untuk mempercepat proses penanganan saat terjadi insiden. Untuk semua gunung di Bumi Pertiwi ini, kalau kamu mau mendaki ya harus melakukan registrasi.

Jadi, gimana? masih mau mendaki saat 17 Agustus nanti? Sebenarnya Indonesia itu masih luas lho, nggak sebatas gunung-gunung aja maksudnya. Mungkin kamu bisa menyelami lautan entah dimana, atau kegiatan lain dalam rangka 17-an. Apapun yang penting jangan nyampah, vandal, dan merusak ekosistem. Salam lestari!

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!