Generasi milenial mulai berjarak dengan sebuah tempat bernama pasar. Pasar, sebuah tempat bertemunya pembeli dan penjual kini memang sudah mulai digeser oleh teknologi. Pasar-pasar virtual perlahan menggerus interaksi generasi muda dengan pasar yang di dunia nyata, terutama pasar tradisional.

Temanggung telah berandil besar menghidupkan kembali pasar dengan hadirnya Pasar Papringan. Pasar di kebun bambu ini nuansanya sangat hijau, unik, otentik, dan masih mengusung unsur-unsur pasar tradisional. Pasar Papringan ini pun kini jadi destinasi wisata yang ditunggu-tunggu oleh banyak wisatawan. Alhasil, generasi milenial pun jadi pengen datang ke pasar itu. Seperti apa serunya Pasar Papringan ini? Yuk simak ulasan Hipwee Travel kali ini.

Keunikan pertama, Pasar Papringan ini berada di kebun bambu. Bukan di pasar yang biasanya di tempat ramai

pasar papringan via www.instagram.com

Advertisement

Pasar Papringan kini lokasinya berada di Desa Ngadiprono, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Meski di tengah pelosok desa, pasar itu tetap diburu wisatawan yang penasaran dengan keunikannya. Yap, sesuai namanya, pasar ini berada di tengah papringan atau kebun bambu, bukan di pusat keramaian selayaknya pasar-pasar yang lain. Tapi justru di situlah keunikannya.

Nggak cuma jualan makanan doang, ada pula pertunjukan kesenian ataupun gamelan juga. Permainan dari bambu pun ada lho di sini. Pasar ini memang bukan cuma jualan aja, tapi bisa jadi tempat wisata yang kece banget.

Kedua, kamu tidak akan bertransaksi dengan uang melainkan dengan keping bambu. Unik ‘kan?

pakai uang bambu via www.pegipegi.com

Nggak pakai uang, kamu harus menggunakan kepingan pring/bambu untuk bertransaksi di pasar ini. Koin pring memiliki empat nominal, 1, 5, 10, dan 50. Satu koin pring dihargai Rp. 1.000 yang bisa kamu tukarkan di awal kedatangan. Sebuah pengalaman transaksi yang menarik ‘kan? Jual beli pake bambu. Hehehe.

Pasar Papringan diadakan sebulan dua kali, yakni saat Minggu Pon dan Minggu Wage. Terakhir kali diadakan pada tanggal 12 Agustus lalu dan bakal diadakan lagi 26 Agustus 2018

buka setiap minggu pon dan wage via twitter.com

Advertisement

Beda dengan pasar lainnya yang buka setiap hari atau setiap pasaran tertentu, Pasar Papringan ini buka cuma sebulan dua kali yakni pada hari Minggu Wage dan Minggu Pon. Jadi jangan datang di luar hari-hari itu ya. Pasar akan buka sejak pukul 06.00 WIB dan akan tutup saat matahari mulai beranjak naik. Jam 9 kadang makanannya sudah habis lho. Tapi biasanya selesai jam 12 siang.

Barang yang dijual di pasar ini merupakan hasil panen masyarakat. Di sini mereka jualan makanan tradisional yang masih otentik dan susah ditemuin lagi.

pasar papringan via wisata.temanggungkab.go.id

Makanan tradisional selalu jadi suguhan yang menarik di pasar ini. Makanan yang jarang ditemui di pasaran pun bisa kamu temukan di sini. Semuanya jajanan sehat, tanpa MSG dan tanpa pengawet lho. Barang-barang yang dijual di sini merupakan hasil panen ataupun karya masyarakat. Nggak cuma makanan sih, ada kerajinan bambu juga yang bisa kamu beli.

Konsep Pasar Papringan ini adalah pasar yang ramah lingkungan. Tidak diperbolehkan ada plastik di pasar ini

nggak ada plastik via www.instagram.com

Prinsip tidak diperbolehkannya plastik digunakan di pasar ini bukti kalau pasar ini memang ramah lingkungan.  Cara mereka menghidangkan makanan pun juga tanpa plastik. Hanya ada daun pisang hingga hingga piring dari bambu yang digunakan di Pasar Papringan. Sangat hijau dan ramah lingkungan.

Jadi kapan mau berkunjung ke Pasar Papringan Temanggung nih? Agendakan tanggal 26 Agustus nanti ya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya