Cita-Cita Sederhana: Jadi Karyawan yang Ngasih Sedekah 2,5% Buat Bahagiain Teman-Teman Tiap Bulan

Cara cepat masuk surga.

“Mas Ahid, kapan nih ke kantor? Sedekah bulan ini belum, lho~”

Agak aneh memang. Ketika para faqueer misqueen yang mengingatkan orang yang ingin berzakat untuk menyalurkan sedekahnya melalui makan-makan enak sekali sebulan. Tapi karena kami penganut ungkapan “rezeki nggak boleh ditolak, kalau nggak ada yang dijemput aka diminta.”, maka mengingatkan mas Ahid justru mendulang pahala 🙂

Jadi, apa yang menarik dari cerita ini?

Receh memang, tapi mampu bikin saya mensyukuri apa yang telah dipunya dan menunjukkan bahwa kebahagiaan itu bisa dibuat sederhana.

ADVERTISEMENTS

Selain menyalurkan zakat gajinya, ternyata 2,5 persen pendapatan mas Ahid ini juga sedikit banyak bikin kita akrab karena rebutan makanan

Cita-Cita Sederhana: Jadi Karyawan yang Ngasih Sedekah 2,5% Buat Bahagiain Teman-Teman Tiap Bulan

pada sumringah via www.hipwee.com

Kalau ngomongin makanan, anak kantor emang paling barbar. Makanya, tiap ada anak baru yang masuk pasti diingetin: “kalau ada makanan jangan sungkan, nanti mati (kelaparan).” Dan tidak ada hal yang lebih membahagiakan disuruh berkumpul kecuali karena ada makanan ♥ Hari-hari biasa yang dipenuhi dengan kesibukan masing-masing, fokus ke layar laptop, berkutat dengan rapat, mikirin ide artikel, mengumpat (ini sih hobi orang-orang tertentu), bisa terhenti sesaat karena bunyi motor abang-abang ojol.

Plus, meskimterhitung orang asing di kantor (karena emang ngantornya cuma sebulan sekali) kok berani-beraninya kita percaya bakal ditraktir tiap bulan? Sebenarnya banyak sih dermawan-dermawati lain yang sering berbagi, tapi berhubung saya punya niatan lain ke mas Ahid jadi doi sengaja disebut.

ADVERTISEMENTS

Gara-gara liat mas Ahid, saya jadi inget, kapan sih terakhir sedekah? Kapan bisa bikin orang lain bahagia kecuali lewat umpatan sehari-hari saya?

Cita-Cita Sederhana: Jadi Karyawan yang Ngasih Sedekah 2,5% Buat Bahagiain Teman-Teman Tiap Bulan

cara cepat masuk surga via www.hipwee.com

Selain menikmati kebaikan mas Ahid, saja jadi mbatin, kapan ya saya bisa seperti mas Ahid? Kapan ya bisa konsisten bayar zakat? Udah bikin bahagia orang lain hari ini, belum? Ikhlas nggak kalau sekalinya pas ngantor malah diminta jajan? Hari ini jajan apa aja, ya? Abang Grab yang tadi kok ganteng sih? Besok mau pakai CD warna apa, ya? Jadi ke mana-mana kan pikirannya. Emang gitu akutu~ Suka mikir out of the cage.

Intinya sih saya bahagia masih bisa bertemu orang-orang baik, orang-orang yang ikhlas, orang-orang yang dermawan, orang-orang yang dicintai tapi tak bisa dimiliki. Halah!

Dari mas Ahid pulalah saya belajar: “Kalau sekarang belum kaya nggak apa-apa ya Allah, tapi bikin aku berteman sama orang-orang kaya yang suka membahagiakan teman-temannya”

Ide tulisan ini muncul di menit-menit terakhir sebelum deadline karena kebetulan mas Ahid lagi menjalankan kewajibannya mengeluarkan zakat bulanan. Siapapun bisa menulis tentang hal apapun, termasuk hal-hal receh, bukan? Mau nulis panjang-panjang juga nggak jadi, lagi dengerin anak freelance curhat. Kasian. Well, sampai ketemu di #hipweejurnal selanjutnya, boi!

Baca sepuasnya konten-konten eksklusif dari Hipwee dan para konten kreator favoritmu, baca lebih nyaman bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung