Deretan Nama yang Jadi Kontributor Terbaik Hipwee Bulan April. Eh Ada yang Diam-diam Jadi Pelukis lho!

Dengan menulis, setiap orang bisa menyalurkan segala keresahannya, yang mungkin sulit diungkapkan jika hanya dengan bicara saja.

Mengubah banyak aktivitas semenjak pandemi Covid-19 memang tidak mudah. Banyak rencana yang telah disusun matang, tiba-tiba harus dibatalkan demi sebuah kebaikan. Yang tadinya masih berinteraksi secara tatap muka, kini mau tidak mau harus terbiasa dengan obrolan virtual. Rasanya ada yang hilang, tetapi rasa cemas dan was-was selalu menghantui hingga membuat kita merasa tidak nyaman.

Advertisement

Meskipun demikian, di tengah kegelisahan dan tekanan, pandemi bukanlah halangan untuk terus mengembangkan diri. Selama berada di rumah, ada banyak waktu luang yang bisa dilakukan untuk upgrade diri menjadi lebih baik. Salah satunya adalah menulis.

Menulis dipercaya sebagai obat untuk menyembuhkan jiwa. Dengan menulis, setiap orang bisa menyalurkan segala keresahannya, yang mungkin sulit diungkapkan jika hanya dengan bicara saja. Selain itu, menulis juga menjadi ajang untuk saling berbagai cerita, motivasi maupun inspirasi, lebih-lebih di masa pandemi ini.

Karena alasan-alasan tersebut, Hipwee hadir sebagai wadah untuk menulis bagi mereka yang sedang dilanda keresahan dan kegundahan. Tulisan yang masuk umumnya berkisah tentang kehidupan sehari-hari. Mulai dari galau tidak bisa pulang, mengatasi kesendirian, rindu orang tua atau pasangan, tips menjaga kesehatan mental, referensi hiburan selama di rumah, berdamai dengan keadaa hingga hubungan pertemanan.

Advertisement

Setiap bulan, Hipwee akan memilih kontributor terbaik yang berkesempatan mendapatkan hadiah menarik dari Hipwee. Nah, berikut ini adalah ketiga orang beruntung yang berhasil menyandang gelar sebagai Kontributor Terbaik Hipwee Bulan April 2020. Siapa aja mereka?

I Gusti Ayu Putri Sari Dewi, yang selalu menyediakan telinga untuk mendengarkan dan juga bahu untuk sandaran

Menurut perempuan yang akrab disapa Putri ini, menulis adalah caranya untuk mengenal diri sendiri. Melalui tulisan, ia bisa mengekspresikan suasana hatinya yang kadang tidak bisa ia tunjukkan secara langsung. Menulis membuatnya memahami bahwa setiap orang memiliki kegelisahan tersendiri, sehingga tak baik jiga kita hanya menghakimi berdasarkan “penampilan luarnya”.

Advertisement
Karena keramahannya, Putri kerap menjadi teman curhat bagi teman-temannya. Tak hanya sekadar menjadi pendengar yang baik, melainkan dari cerita teman-temannya ia juga mendapatkan inspirasi untuk tulisannya di Hipwee.
Teruslah berkarya. Tidak harus selalu menjadi sempurna, tapi mulailah dengan satu langkah terlebih dahulu.

Sampai sekarang sudah banyak artikel dia yang terbit di Hipwee dan menarik serta inspiratif tentunya. Untuk membaca artikelnya, kamu bisa klik di sini.

Fina Hasyim, yang diam-diam juga berkarya sebagai pelukis. Keren!

Selama ini, Fina memang dikenal sebagai penulis. Tak hanya menulis di Hipwee saja, melainkan ia juga memilik blog sendiri untuk menuangkan segala keresahaannya. Baginya, menulis adalah cara paling mudah untuk membebaskan diri dari pikiran-pikiran yang menganggu.

Meskipun demikian, ternyata diam-diam Fina juga dikenal sebagai pelukis. Berawal dari hobi, kini ia sudah berani menjual karya-karya lukisnya secara daring atau di marketplace tertentu. Karya-karyanya sendiri bisa dijumpai di media sosial pribadinya.

Jangan pernah menyerah dalam menggapai apa yang kamu inginkan. Jika kamu merasa dirimu lelah, beristirahatlah! Jika kamu galau, tuliskanlah perasaanmu, tulis semua apa yang ada di benakmu, kemudian share deh di Hipwee biar semua orang bisa baca tulisan kece dari kamu! Tetap semangat!

Sampai sekarang sudah banyak artikel dia yang terbit di Hipwee dan menarik serta inspiratif tentunya. Untuk membaca artikelnya, kamu bisa klik di sini.

Julita Manurung, yang menulis untuk keabadian

Bagi perempuan kelahiran Medan ini, menulis adalah sarana untuk menyembuhkan luka. Beberapa kali ia ditanya orang-orang di sekitarnya tentang tujuannya menulis, ia selalu memberikan jawaban yang sama: menulis demi kebahagiaan. Ia ingin siapa pun yang membaca tulisannya bisa mendapat manfaat darinya.

Julita juga percaya, menulis adalah bentuk keabadian. Meski raga mungkin akan pergi meninggalkan dunia, tetapi dengan tulisan ia akan tetap selalu dikenang selamanya. Maka dari itu, ia sangat berharap jika suatu saat nanti Tuhan mengambil nyawanya di waktu yang tak terduga, dan saat ia sedang memantaskan diri sebaik-baiknya, tulisannya mampu mengobati segala kehilangan dan duka.

Semoga semua tulisan yang sudah kutulis di Hipwee, dapat selalu mengobati kerinduan kalian terhadapku.

Sampai sekarang sudah banyak artikel dia yang terbit di Hipwee dan menarik serta inspiratif tentunya. Untuk membaca artikelnya, kamu bisa klik di sini.

Ayo Menulis!

Nah, mau seperti mereka juga? Ayo tulis dan buat artikelmu dengan klik “Tulis Artikel” di pojok kanan atas halaman Hipwee, jangan lupa untuk menyebarkannya di sosial media kalian ya, supaya kamu dapat menginspirasi anak muda Indonesia lebih dan lebih lagi. Karena setiap bulannya Hipwee akan memilih kontributor-kontributor terbaik untuk Hipwee ulas dan akan kita kirimkan kejutan ke rumahmu.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE