PKL Malioboro Mulai Direlokasi oleh Pemda DIY. Pindah ke Lokasi Resmi

Ini Demi Kebaikan Semua Pihak

Para PKL Malioboro mulai berbenah, pasalnya pada 8 Februari 2022 PEMDA DIY menyatakan bahwa Malioboro harusnya sudah sterile dari PKL. Agenda ini pun mulai terealisasikan, dalam video yang diunggah oleh akun instagram @magelan_raya terlihat bahwa para turis lebih leluasa untuk berjalan kaki, meski tetap saja masih ada beberapa PKL yang masih berjualan di sana.

Perlahan Malioboro akan berubah jadi steril dari PKL Buat yang penasaran, cus baca artikelnya di bawah!

ADVERTISEMENTS

Keinginan Sultan Sejak Lama

Keraton Yogyakarta

Foto oleh Gunawan Kartapranata dari Wikimedia Commons

Sudah 18 tahun, Sultan HB X menunggu momentum untuk menata kawasan Malioboro. Menurut Sultan HB X relokasi PKLĀ  Malioboro ini karena para pedagang tidak menempati lokasi yang sesuai peruntukannya, malah relokasi ini memberikan legalitas para pedagang untuk berjualan.

Sultan pun mengiginkan trotoar selayaknya dijadikan tempat untuk pejalan kaki yang berkualitas dan membuka askses Jalan Malioboro dan Jalan Margo Mulyo sebagai pusat pelayanan kota. Terakhir untuk mendukung rencara kerjasama dengan UNESCO mengenai Titik Filosofi yang diusulkan oleh Yogyakarta.

ADVERTISEMENTS

Sumbu Filosofi Yogyakarta

Sumbu Filosofi | via visitingjogja

Sumbu Filosofi | via visitingjogja via visitingjogja.jogjaprov.go.id

Iya, Yogyakarta akan membuat Sumbu Filosofi sebagai warisan dunia ke UNESCO. Sumbu Filosofi sendiri merupakan garis imaginer lurus yang menyambungkan Tugu Golong-Giling-Keraton Yogja-Panggung Prapyak, yang tentunya Malioboro masuk kedalam dalam garis tersebut.

ADVERTISEMENTS

Menjadi Lebih Rapih

Jalan Malioboro

Foto oleh Gunawan Kartapranata dari Wikimedia Commons

Tujuan relokasi PKL ini adalah guna menjadikan Maliboro lebih ramah untuk pejalan kaki. Para PKL pun juga difasilitasi dengan mendapatkan tempat relokasi yang aman, bersih dan tentunya gampang untuk didatangi wisatawan. Dalam video viral di TikTok relokasi PKL Malioboro pun ditampilkan tempat relokasi yang sangat nyaman yakni di Teras Malioboro 1 bekas Bioskop Indra (Jalan Malioboro Barat Pasar Bringharjo) dan Teras Malioboro 2, bekasĀ  kantor Dinas Pariwisata DIY (Jalan Malioboro, utara gedung DPRD DIY).

Namun dalam dunia media sosial, masih saja ada komentar yang tetap tidak setuju dengan relokasi PKL Malioboro. Menurut warganet PKL di Malioboro sudah jadi ciri khas jalan ikonis di Jogja tersebut. Hilangnya PKL juga akan berpengaruh pada hilangnya suasana khas Malioboro. Meski demikian, proses relokasi ini tetap dilakukan oleh Pemda DIY. Harapannya sih semoga pihak PKL juga mendapatkan hak mereka untuk berjualan di Malioboro dan para wisatawan bisa jadi lebih nyaman saat jalan-jalan di sana. Main-main ke Malioboro ah nanti kalau pandeminya sudah mereda~

Informasi destinasi, akomodasi, spot foto hingga kuliner dari Hipwee, selengkapnya di sini

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.