• 29 Juli 2019
  • Museum Tekstil Jakarta

29 Juni, 2019 (Jakarta) – Emansifashion yang merupakan sebuah edutainment event karya 5 mahasiswa (Nevio Nathanael, Cherlie Andriani, Nini Revalini Gunawan, Serly Tresia, dan Monica Sandra) berhasil dibuka Sabtu, 29 Juni 2019 di Museum Tekstil Jakarta oleh Kepala Unit Pengelola Museum Seni yang diwakilkan oleh Ibu Mis Ari, M. Hum (Kepala Satlak Informasi dan Edukasi Unit Pengelola Museum Seni) Pendapat Ibu Ari tentang Emansifashion saat memberikan sambutan adalah “Acara ini sangat bagus karena anak-anak muda ini sangat kreatif dalam mengangkat kebudayaan Indonesia. Sambutan tersebut juga ditutup dengan “Bila bukan kita, siapa lagi? Bila bukan sekarang, kapan lagi?”.

Emansifashion yang diambil dari kata “Emansipasi dan Fashion”, hadir dengan tema Emansipasi yang anti-mainstream. “Begitu membosankan kalau kita selalu mengangkat topik emansipasi dengan membandingkan laki-laki dan wanita saja. Karena ada value penting yang dapat diedukasikan, yaitu kesetaraan Wanita Jaman Sekarang (dengan profile-nya apa pun itu) dengan Pahlawan Wanita jaman dulu, yang membantu kemerdekaan Indonesia.

Advertisement

Selama kita berjuang untuk berbuat baik dan benar, lalu memberikan dampak positif, ktia sudah menjadi pahlawan bagi diri lingkungan sekitar, minimal pahlawan untuk diri kita sendiri.” – Cherlie, Ketua Tim Kreatif Emansifashion.
Pada tahun ini Emansifashion memiliki tujuan women empowerment dengan mengangkat kisah semangat juang pahlawan wanita Indonesia dahulu ke dalam hidup wanita Indonesia di zaman modern dengan mengangkat tokoh Raden Ajeng Kartini, Cut Nyak Dhien, dan Nyi Ageng Serang.

Event ini diperkaya dengan adanya thematic bazaar dengan tenant lokal yang telah dikurasi secara tepat dan  heatrical fashion show dari designer Annisa Arumdari dari ESSETRA yang menceritakan dari ketiga pahlawan tersebut dari dua zaman yang berbeda. Women Tea Talk Emansifashion pada hari ini yang diisi oleh Elise Santoso (owner Ballooney.id), Susianty Kawira (owner Yayasan Swastisvarna dan author “Sang Penakluk Romantisme dan Perjuangan Hidup”), dan Sri Sinta Iskandar (Wakil Ketua Wastraprema) juga terdengar sangat seru karena memadukan materi cara membuat bisnis, namun tetap dapat berpenampilan sangat modis. Tersimpulkan dari talkshow tersebut bahwa kain yang menjadi pakaian, pasti dapat memiliki value layaknya sebuah kehidupan. Oleh karena itu, pakaian dapat disesuaikan sesuai kebutuhan sehari-hari sang pengguna, dan setiap orang dapat bebas
berekspresi sesuai dirinya sendiri.

30 Juni, 2019 (Jakarta) – Berakhirnya acara Emansifashion yang merupakan sebuah edutainment event karya 5 mahasiswa (Nevio Nathanael, Cherlie Andriani, Nini Revalini Gunawan, Serly Tresia, dan Monica Sandra) ditutup dengan beragam rangkaian acara penuh makna! Acara yang awalnya hanya sekedar tugas kuliah, akhirnya berhasil dieksekusi selama 2 hari di Museum Tekstil Jakarta (29 – 30 Juni 2019) dengan mendatangkan pengunjung dari Indonesia maupun Internasional.

Advertisement

“Ya awalnya kami sempet jatuh bangun dalam menyusun acara ini, namun Puji Tuhan akhirnya selesai juga acara Emansifashion, dan cukup memuaskan untuk acara pertama dan baru seperti kami, karena disambut hangat oleh masyarakat yang berkunjung, baik pengunjung acara kami, maupun memang tamu dari Museum Tekstil,” – Nevio Nathanael, Ketua Emansifashion.

Emansifashion dikonsepkan untuk menyampaikan pesan Emansipasi melalui Fashion, mengangkat 3 tokoh Srikandi Indonesia yaitu Raden Ajeng Kartini, Cut Nyak Dhien, dan Nyi Ageng Serang. “Kami seluruh panitia berharap, pengunjung pulang dari acara ini semakin tau tokoh-tokoh pahlawan Indonesia, dan semakin merasa percaya diri karena setiap manusia berguna dan minimal menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri. Jadi, kita bisa sepadan lah dengan tokohtokoh pahlawan yang terdahulu, walaupun memang “medan perang” zaman sekarang.. ya berbeda.” ujar Monica Sandra, Tim Kreatif Emansifashion.

Hari terakhir Emansifashion diisi dengan theatrical fashion show dengan cerita 3 Srikandi Jaman Now dan Jaman Dahulu, yang di desain oleh Yurita Puji, thematic bazaar dengan tenant lokal yang telah dikurasi secara tepat oleh Serly Tresia Tantonio, dan diakhiri dengan Women Tea Talk yang mengangkat tema “Dalam Fashion tetap On Action” dengan topik pembicaraan “Cantik Pakai Taktik?”.

Dipandu oleh MC dan moderator Ni Putu Sukma Aryanti, hasil perbincangan dengan Genevieve Candy (Profesional Makeup Artist, Grooming and Makeup Trainer for KENZO PLAZA INDONESIA, Makeup for @jashn.ca Runway model fashion week 2019, Brampton) dan Yurita Puji (Fashion Designer New York Fashion Week, Indonesia Fashion Week) menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa memang butuh taktik untuk terlihat cantik (yang baik dan benar),
mulai dari memilih pakaian yang sesuai, menggunakan make up seperlunya sesuai dengan kebutuhan, tapi di balik itu semua rasa percaya diri adalah kunci terpenting untuk terlihat cantik.

“Menyelenggarakan acara dengan value yang se-deep ini memang pasti banyak tantangannya, namun disini kami belajar, dan tidak patah semangat untuk menjadi generasi muda yang tetap meningkatkan kebudayaan Indonesia tanpa melupakan sejarah. Ditunggu yaa Emansifashion berikutnya!” kata Nini Revalini Gunawan, Ketua Tim Manajemen Emansifashion.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya