• 3 Agustus 2019, 8:00 pm
  • Yogyakarta

Yogyakarta – Malam Grand Final Pemilihan Duta GenRe DIY Tahun 2019 terselenggara di Hotel Grand Dafam Rohan, Yogyakarta pada Sabtu (3/8) telah memukau penonton dan juri. Pasalnya acara yang dimulai pukul 20.00 WIB sudah di padati oleh para supporter dari masing-masing finalis dua jam sebelum dimulainya acara tersebut. Diperkirakan lebih dari 700 orang memadati ballroom dan bersorak-sorak ala anak muda dengan meneriaki nama finalis yang mereka dukung dengan membawa banner atau spanduk.

Mengusung tema Menyiapkan Pribadi Kawah Candradimuka di Era Digital adalah usaha dari Pemilihan Duta GenRe DIY dalam menyiapkan role model bagi remaja saat ini tidak hanya soal kesehatan reproduksi, seksualitas, napza atau yang lainnya secara klasikal tetapi juga mengadvokasi remaja tentang isu tersebut dengan cara digital atau kekinian. Seperti halnya yang disampaikan oleh ketua panitia dalam laporannya :

Advertisement

“Perkembangan teknologi saat ini sudah sangat luar biasa. Namun tidak disertai protect system yang kuat baik sebagai pengguna ataupun pengembang. Sehingga dalam hal ini, kami ingin mendorong para Duta GenRe DIY untuk mampu menjadi role model bagi remaja baik secara offline maupun online seperti penggunaan instagram, facebook atau sosial media lainnya.”

Keberadaan remaja khususnya di DIY telah mencapai angka 24,13 % dari total jumlah penduduk di Indonesia. Bila berkualitas akan menjadi aset bangsa jika sebaliknya akan menjadi beban negara. Ketahanan remaja menjadi langkah menuju ketahanan keluarga yang selanjutnya akan berwujud ketahanan nasional. Permasalahan remaja saar ini masih terangkum besar dalam 3 hal ; pernikahan dini, seks pra-nikah dan Napza. Dalam sambutan Sekda DIY melalui Asisten Pemberdayaan SDM Ir. Arofa Noor Indriani M.Si mengatakan :

“Selama ini yang ditonjolkan dari remaja hanyalah narkoba, free seks, nikah dini, alkohol dan hal-hal negatif lainnya. Lewat kegiatan ini, kami berharap kepada adek-adek remaja untuk memiliki kepedulian yang tinggi pada lingkungannya dengan menawarkan diri menjadi aktivis/pendidik sebaya/konselor sebaya untuk teman-temannya, agar jangan sampai terperangkap dalam narkoba, free sex, HIV/AIDS, Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dan menata kehidupan keluarga serta mencegah pernikahan dini.”

Advertisement

Dalam sambutan tersebut, Sekda DIY juga membuka secara resmi Malam Grand Final Pemilihan Duta GenRe DIY 2019 dengan menekan tombol pada layar serta menerima secara simbolik berupa PDL (Pakaian Dinas Lapangan) dari Forum GenRe DIY sebagai bentuk dukungan partisipasi pemerintah kepada Program GenRe. 

Antusias penonton dan suporter semakin besar ketika para finalis melakukan opening number seperti layaknya pemilihan duta-duta pada umumnya. Namun, yang menjadi menarik adalah para finalis memaparkan ide advokasi terkait peran remaja dalam menghadapi permasalahan remaja saat ini. Seluruh penonton dan dewan juri dibuat tertegun oleh finalis atas ide advokasi yang di paparkan. Seperti peran remaja dalam menghadapi revolusi industri 4.0 serta langkah solutif yang dapat remaja lakukan ketika menghadapi masalah dengan cara mengakses PIK-Remaja baik secara digital ataupun konvensional.

Di ujung Pemilihan Duta GenRe DIY 2019 terpilih 5 besar pasang yang kemudian akan menjawab pertanyaan dari dewa juri. Sehingga terpilihlah Juara I Putra atas nama Fahri Muzaki asal PIK-Remaja Jonggrang, Kec. Prambanan. Sleman. Juara I Putri Maulida Anita asal PIK-Remaja Gempita Kec. Ngemplak. Sleman. Disusul oleh Ilham Assagaf sebagai Juara II Putra asal PIK-Remaja Aushaf UII dan Ziadatul Fauzia asal PIK-Remaja Lingkar Seroja UIN Sunan Kalijaga. Juara III Putra Hani Ferdiant asal PIK-Remaja Apel Mama SMAN 1 Pundong, Bantul dan Juara III Putri Dyta Nur Utami asal PIK-Remaja Aushaf UII. Selain itu, para finalis lainnya juga mendapat predikat Juara Harapan I dan II, Atribut Persahabatan, Favorit, Berbakat, dan Intelegensia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya