Semakin Diminati Generasi Muda, AIESEC Menyelenggarakan Impact Circle untuk Mengenal Social Startup.

Startup kini tak hanya tentang berbisnis dan mendapatkan keuntungan sebanyak- banyaknya dengan mengintegrasikan teknologi saja, tetapi juga seberapa besar dampak sosial yang diberikan kepada masyarakat. Itulah yang disebut sebagai social startup yang menjadi pokok bahasan pada Impact Circle #StartYourStartup: Social Startup is a Solution for Increasing Economic Growth. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 10 Juli 2021 ini sukses memberikan pengetahuan baru dan meningkatkan minat generasi muda untuk mengenal Social Startup. Kegiatan yang berbentuk webinar ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8 yang membahas mengenai “Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.” Impact Circle kali ini mengundang tiga pembicara dan satu moderator yang memiliki latar belakang di dunia Startup Sosial. Diantaranya adalah Anatasia Akmelia sebagai Senior Business Associate Ruangguru, Rezki Achyana sebagai Founder and CEO of Parakerja, David Christian sebagai Founder and CEO of Evo & Co. serta seorang moderator yang memandu acara yakni Aisyah M. Fiandy yang juga menjadi seorang Founder and CEO of CLICK Apps.

Sesi pertama untuk mengawali Impact Circle ini disampaikan oleh Anatasia Akmelia yang menjelaskan tentang Startup yang sedang berkembang saat ini, yakni Startup Sosial. Akmelia memaparkan bahwa Startup Sosial tidak hanya berfokus dengan profit, tetapi bagaimana Startup Sosial dapat memberikan Impact untuk masyarakat. Sosial Startup saat ini dinilai memiliki peluang yang besar karena jika berbicara tentang sosial itu tidak akan ada batasnya, isu-isu sosial akan selalu muncul dan menuntut kita untuk memecahkan permasalahan tersebut. Seiring dengan meningkatnya pengguna internet, maka akan semakin besar pula opportunity yang tersedia di bidang Startup. Kita dituntut untuk menciptakan sebuah solusi dengan adanya teknologi tanpa perlu mobilitas dan menggunakan effort yang besar, ungkap Akmelia.

Sesi yang tak kalah menarik juga disampaikan oleh Rezki Achyana, selain aktif sebagai Founder and CEO of Para Kerja, Kiki juga aktif sebagai seorang content creator di Tiktok yang membahas tentang penyandang disabilitas. Startup sosial yang didirikannya yakni Para Kerja bertujuan untuk mewujudkan kesetaraan hidup dan kerja bagi para penyandang disabilitas. Tujuan itu ditempuh dengan cara menghubungkan SLB dengan dunia kerja kemudian juga digitalisasi sekolah dengan teknologi untuk disabilitas dengan dibukanya kelas bahasa isyarat agar masyarakat bisa berkomunikasi dengan para penyandang tuli. Para Kerja juga menyediakan media pembelajaran untuk mempermudah anak dari Sekolah Luar Biasa untuk belajar. Tak hanya itu, Para Kerja juga menyiapkan penyandang disabilitas untuk dapat memasuki dunia kerja seperti orang non disabilitas pada umumnya dengan menciptakan lingkungan kerja yang paham dengan bahasa isyarat sehingga mempermudah untuk berkomunikasi. Sudah banyak penghargaan yang diraih oleh Para Kerja, salah satunya adalah mendapat penghargaan menjadi Top 100 Startup di Asia.

Sesi terakhir disampaikan oleh David Christian yang memiliki startup sosial yakni Evo & Co yang bergerak di bidang lingkungan. Visi besar yang dimiliki dan menjadi dasar berdirinya Evo & Co adalah menciptakan dunia tanpa polusi plastik. Untuk mewujudkan visi ini Evo & Co menyediakan solusi alternatif pengganti plastic sekali pakai dan movement untuk menciptakan kesadaran dan edukasi mengenai lingkungan. Indonesia dengan kekayaan sumber daya rumput laut terbesar di dunia membuat rumput laut dapat dijadikan salah satu alternatif untuk mengurangi plastik. David mengungkapkan, ketika kita menciptakan sebuah bisnis maka perlu adanya dampak ke orang lain, planet, dan lingkungan kita, tetapi harus tetap sustain. Ia percaya bahwa semakin banyak profit yang dihasilkan maka semakin besar pula dampak yang dihasilkan. Evo & Co juga membuat campaign untuk mengedukasi masyarakat yang juga dapat memperluas market dari brand ini.

Materi yang disampaikan dalam seluruh rangkaian Impact Circle berhasil menarik perhatian para peserta untuk mengenal lebih jauh Social Startup. Hal ini dungkapkan oleh Fasya, salah satu peserta Impact Circle. Ia mengungkapkan hal yang membuatnya tertarik mengikuti Impact Circle kali ini adalah tema yang diangkat mengenai startup yang memberikan dampak sosial yang besar di masyarakat. Tema ini dianggap masih sangat jarang dibahas sehingga Fasya semakin tertarik untuk mengikuti acara ini. Selaras dengan itu, Dhea selaku ketua pelaksana Impact Circle berharap seluruh peserta dapat menjiwai makna sosial startup yang sebenarnya dan nantinya dapat berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian bersamaan dengan mengatasi isu-isu sosial dalam masyarakat melalui sosial startup.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini