• 17 Maret 2019, 10:00 am
  • Plaza Ambarukmo

Setelah tiga hari berlangsung, Exposure menyelesaikan rangkaian acaranya pada Minggu (17/03). Exposure merupakan rangkaian acara The 13th Management’s Events yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (IKAMMA FEB UGM). Exposure menghadirkan thematic curated market pertama dan terbesar di Yogyakarta yang memberi wadah bagi para entrepreneur muda untuk memperkenalkan merek lokal mereka pada masyarakat luas. Pada tahun ini, Exposure bertemakan “HAMEMAYU HAYUNING BAWANA” yang memiliki arti keindahan dunia sebagai pengingat manusia untuk mencerminkan dan memikirkan kembali tujuannya.

Exposure 2019 dibuka pada Jumat 15 maret 2019 oleh Alya Andjani selaku Chief Executive Officer (CEO) bersama dengan Dr. Budi Santoso selaku ketua departemen manajemen FEB UGM. Selama pelaksanaannya, Exposure berlangsung di Atrium dan Parkir Timur Plaza Ambarrukmo Yogyakarta. Merek lokal apparel dan lifestyle bertempat di Atrium, sedangkan penampilan musik dan kuliner berada di Parkir Timur Plaza Ambarrukmo. Selain berbelanja, pengunjung juga dapat menikmati instalasi seni di pintu masuk Atrium oleh Geger Boyo. Seni dengan warna dominan merah dan hitam ini dapat pula diabadikan menjadi foto kekinian. Terdapat pula instalasi seni dari Ian Pramananta dengan nama Botani yang bertempat pada jantung Atrium. Instalasi berbentuk tanaman yang ditembak animasi tersebut merupakan gebrakan baru dalam dunia seni yang hanya dapat dinikmati pengunjung Exposure. Animasi pun dibuat khusus untuk Exposure 2019.

Advertisement

Lokakarya yang diadakan tiga hari selama Exposure juga dipadati peserta. “Worth it banget dan seru banget,” jelas salah satu peserta lokakarya Pix and Stacy.

Workshop totebag

Lokakarya pada hari pertama pembuatan kokedama bersama Karplanter. Pada hari kedua pembuatan totebag bersama Bhisma Diandra. Hari terakhir membuat aksesoris dengan sentuhan Bali bersama Pix and Stacy. Pengunjung yang ingin mendapatkan merchandise edisi khusus Exposure bisa didapatkan di lokakarya bersama Taka Craft secara gratis.

“Selain jualan ada workshopnya juga, jadi ada nilai-nilai edukasinya,” jawab Isser James, founder Badass Monkey, soal Exposure.

Penampilan band lokal

Advertisement

Penampilan dari band lokal pun tidak kalah ramai. Di hari pertama, penampilan velvet draem berlangsung walaupun hujan singgah dan cukup awet hingga penampilan musisi lainnya harus ditunda pada Minggu 17 maret 2019. Tercatat walaupun hujan, pengunjung parkir timur mencapai 1.889 orang di hari itu. Di hari kedua, Stationary dan Astera membuka penampilan dengan elok. Dilanjutkan oleh Putra Timur dan Sal Priadi yang membuat anomali senandung pengunjung riuh. Dihari ketiga, Makna dan Define soul membuka penampilan pada pukul lima sore. Penampilan dilanjutkan kembali pada pukul tujuh malam oleh Skandal, Grrrl Gang, Jason Ranti, dan Feast. Penggemar pun memadati Parkir Timur Plaza ditengah hujan yang turun.

Jean Tora salah seorang founder Darahku biru, komunitas denim terbesar di Indonesia, juga menyempatkan singgah untuk melihat keramaian yang terjadi selama Exposure. “Kita gak expect akan seramai ini,” jelasnya. Merek lokal yang berpartisipasi pada Exposure juga membagikan keseruannya.

“Terima kasih atas antusiasnya selama tiga hari, kami akan menimbang untuk membuka cabang di Jogja,” jelas akun Skhope Culture.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya