Dua hari lalu orangutan tertua di dunia bernama Puan meninggal dunia. Ia mengalami komplikasi di usianya yang menginjak 62 tahun, hingga membuat pihak Kebun Binatang Perth, tempatnya dibesarkan, menyuntik mati Puan. Kini giliran gorila jenius bernama Koko yang akhirnya tutup usia. Koko termasuk gorila terkenal di dunia karena kemampuannya berkomunikasi dengan manusia memakai bahasa isyarat. Apakah kamu masih ingat dengan pesan menyentuhnya untuk manusia dalam sebuah video yang diputar di ajang COP 21 di Perancis Desember 2015 lalu?

“Benahi bumi! Tolong bumi! Cepat!” – kata Koko di video tersebut. Kalau penasaran, kamu bisa melihat videonya di sini.

Advertisement

Meski sudah tiada, Koko telah banyak menunjukkan bahwa spesies kera besar sepertinya juga bisa melakukan banyak hal. Koko membuktikan kalau gorila juga punya kemampuan kognitif dan kapasitas emosional yang luar biasa. Buktinya, setelah dilatih sejak usia 1 tahun, ia bisa menguasai bahasa isyarat dengan baik. Koko telah menjadi ikon penting satwa gorila di dunia yang mana perjalanan hidupnya patut untuk dikenang. Berikut 12 potret kehidupan Koko sejak lahir sampai tutup usia. Yuk, simak bareng Hipwee News & Feature!

1. Koko lahir di kebun binatang San Fransisco, 4 Juli 1971, dan diberi nama Hanabi-Ko, yang artinya “Bocah Kembang Api”

Nama itu diberikan karena Koko lahir bertepatan dengan hari ulang tahun Amerika via www.smosh.com

2. Setahun setelahnya, peneliti bernama Francine “Penny” Patterson dari Stanford menjadi “rekan kerja” Koko dan mengajarinya bahasa isyarat

Penny (kiri) saat melatih Koko via news.nationalgeographic.com

3. Pada tahun 1979, Koko dipindahkan ke pegunungan Santa Cruz oleh organisasi nirlaba The Gorilla Foundation

Dipindah ke pegunungan Santa Cruz via www.popsci.com

4. Bersama Penny, Koko banyak belajar cara berkomunikasi. Dilansir dari NatGeo, Koko menguasai 2000 kata dalam bahasa Inggris dan lebih dari seribu tanda

Koko belajar bahasa isyarat via www.popsci.com

5. Thomas Breuer, peneliti gorila dari Wildlife Conservation Society di Kongo, mengatakan kalau kemampuan berkomunikasi gorila ini ternyata setara dengan anak-anak

Koko pun senang dibacakan buku oleh pelatihnya. Bahkan ia bisa mengerti buku bergambar sederhana via www.vintagechildrensbooksmykidloves.com

6. Koko bahkan bisa minta dibelikan seekor anak kucing sebagai hadiah ulang tahunnya 1983 silam.

Koko, Penny, dan peliharaannya, All Ball via www.popsci.com

Tapi sayang, beberapa tahun setelahnya kucing kesayangan Koko meninggal tertabrak mobil. Saat Penny bertanya ke Koko apa yang terjadi pada kucingnya, Koko menjawab “kucing, menangis, maaf, Koko-sayang” dengan bahasa isyarat.

7. IQ Koko kabarnya berkisar antara 70-95. Dalam skala IQ manusia itu setara dengan 100, yang mana termasuk IQ “normal” manusia

IQ-nya menunjukkan kecerdasannya via news.nationalgeographic.com

8. Kemampuan briliannya itu membuat Koko jadi selebriti gorila. Ia dua kali menghiasi sampul majalah National Geographic

Jadi sampul majalah NatGeo bersama kucing peliharannya via news.nationalgeographic.com

Pertama, fotonya saat selfie di depan kaca pada edisi bulan Oktober 1978. Kedua, fotonya bersama kucing peliharaannya, All Ball, pada edisi Januari 1985.

9. Kehidupan Koko juga pernah beberapa kali dijadikan film dokumenter, salah satunya “Koko: A Talking Gorilla”

Beberapa kali masuk film dokumenter via scroll.in

10. Tapi meski mampu berkomunikasi, menurut Anne Russon, peneliti dari York University, gorila seperti Koko tidak bisa memproduksi suara layaknya manusia

Gorila tidak bisa memproduksi suara seperti manusia via news.nationalgeographic.com

11. Tahun 1998, dilansir VOA, Koko pertama kali berkomunikasi lewat internet. Ia mengatakan “saya suka minuman” lewat penerjemah yang diteruskan ke puluhan ribu peserta chat

Koko dan Penny untuk majalah Vogue via www.popsci.com

12. Kini Koko telah tiada. Ia meninggal dengan tenang dalam tidurnya di usia 46 tahun

Koko meninggal di usia 46 tahun via firenewsfeed.com

Advertisement

Selain Koko, ada beberapa primata lain yang juga bisa berkomunikasi memakai bahasa isyarat, seperti Washoe, simpanse betina di Washington, dan Chantek, orangutan jantan di Atlanta. The Gorilla Foundation yang menaungi Koko semasa hidupnya, berkomitmen untuk terus melestarikan spesies seperti Koko. Mereka juga sedang bekerjasama dengan balai konservasi alam liar, The Maui Great Ape Sanctuary, untuk membuat aplikasi bahasa isyarat. Selamat jalan, Koko!

BONUS: Video Koko saat bertemu aktor legendaris Robin Williams

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya