Cerita tentang seorang kakek tua berambut putih dengan kumis dan janggutnya yang tebal mungkin terdengar mengerikan, tapi lain ceritanya kalau mendengar nama Santa Claus atau Sinterklas. Kehadiran kakek tua berseragam merah putih dengan rusa-rusa terbangnya sangat ditunggu anak-anak, apalagi kalau bukan kebiasaan Sinterklas berbagi hadiah kepada seluruh anak-anak di dunia. Hampir setiap menyambut liburan natal tiba, film-film dengan figur Sinterklas ditayangkan di layar kaca untuk menemani anak-anak menghabiskan waktu liburan. Tapi, tahukah kamu fakta menariknya dari Sinterklas?

Sinterklas di kehidupan modern digambarkan dengan kelembutannya berbagi hadiah dan cerita bersama anak-anak. Bukan lagi cerita ajaib kalau Sinterklas menunggangi kereta rusa yang terbang ke seluruh penjuru dunia, tetapi peran Sinterklas kali ini sebagai media konseling yang ramah terhadap anak-anak. Faktanya, Sinterklas dari seluruh dunia memiliki perbedaan baik dari segi latar belakang ceritanya sampai penampakan penampilannya. Dari yang mengerikan sampai yang biasa kamu lihat, ternyata Sinterklas memiliki banyak versi dan fakta-fakta unik. Yuk, simak bareng Hipwee News & Features!

1. La Befana dari Italia, berbeda dari Sinterklas pada umumnya, dia memiliki perawakan seperti penyihir perempuan dengan sapu terbangnya

Seusai memberikan hadiah dia akan membersihkan lantai cerobong asap. Dia memang terkenal suka bersih-berssih … . via Youtube.com%20

2. Yule Lads dari Islandia adalah 13 sosok Sinterklas berpenampilan seperti Troll. Sejak 13 hari sebelum natal mereka membagikan hadiah kepada anak-anak, awalnya mereka adalah 13 Troll yang nakal

Awalnya jahat namun kemudian berubah seiring perkembangan zaman dan menjadi sekumpulan troll yang baik hati … . via Nordicvisitor.com

3. Dari Catalan ada Tio de Nadal yang merupakan sejenis perayaan hari Natal, sepotong kayu dihias menyerupai boneka untuk dipukul-pukul, sebelum dipukul anak-anak kecil harus berdoa di luar ruangan untuk meminta hadiah

Sewaktu anak-anak kecil berdoa, para orang tua menyelipkan hadiah di bawah selimut … . via blog.barcelonaguidebureau.com

4. Kalau biasanya Sinterklas mengendari kereta rusa yang bisa terbang, di Finlandia Sinterklas mengendarai seekora kambing berjuluk Joulupukki atau Yule Goat  yang membawa banyak sekali hadiah

Konon dulu Sinterklas mengendarai kambing di sini. via thedailybeast.com

5. Melchor, Gaspar, dan Baltasar dari negara-negara Hispanik seperti Spanyol dan Mexico. Konon, mereka memberikan hadiah kepada anak-anak yang mempersembahakan permen, jerami dan sepatu

Jauh sebelum natal tiba anak-anak akan mengirim surat untuk ditujukan kepada tiga raja ini … . via www.quepasasalta.com.ar

6. Di Austria, Swiss dan Jerman sosok pemberi hadiah itu adalah Christkindl. Dia lebih mirip sosok ratu dengan mahkota dan rambut pirang keriting yang menawan

Banyak yang percaya Christkindl adalah Anak Kristus yang mirip seperti malaikat berperawakan anak kecil … . via www.thisisinsider.com

7. Sinterklaas dari Belanda bukan mengendari kereta rusa melainkan kuda putih, rekannya bernama Grumpus akan mengusili anak nakal dan mengancam untuk menculiknya

Sinterklaas sendiri berasal dari kata Saint Nicholas yang merupakan sosok seorang uskup. via www.thisisinsider.com

8. Julenissen dari Norwegia hampir mirip dengan Sinterklas, bedanya dia terlihat lebih bernuansa kusut dengan janggut keabu-abuan. Dia datang dari kutub dan memberikan hadiah kepada semua anak kecil

Awalnya, Nissen dipercaya sebagai penjaga roh di atas kandang peternakan. via www.thisisinsider.com

9. Ada Jultomten dari Swedia yang lebih mirip peri. Di Swedia seorang anggota keluarga yang tertua akan mengenakan kostum ini lengkap dengan topengnya mencari anak baik dalam rumah yang mereka tinggali

Mirip dengan Nissen awalnya dia dipercaya sebagai roh penjaga rumah. via www.thisisinsider.com

10. Ded Moroz dan Snegurochka adalah sinterklas dari Rusia dan Ukraina, mereka adalah kakek dan cucu yang senang memberikan hadiah bukan pada malam Natal tetapi saat malam tahun baru

Dikenal juga dengan Kakek Frost … . via www.thisisinsider.com

11. Pere Noel dari Prancis mirip dengan Sinterklas umumnya, bedanya dia mengendari seekor keledai bernama Gui. Anak-anak yang ingin mendapat hadiah harus meninggalkan wortel, camilan dan sepatu di dekat perapian rumah

Papa Noel sering memberikan hadiah-hadiah kecil, jadi cukup untuk diletakkan dalam sepatu yang sudah diberikan oleh anak-anak. via www.thisisinsider.com

12. Belsnickel bukan Sinterklas tapi dia adalah pengikut Sinterklas dari Jerman, Argentina dan Pennsylvania dia digambarkan memiliki perangai menakutkan untuk mengubah anak nakal menjadi baik menjelang hari Natal

Tugasnya menakuti anak nakal selama 2 minggu sebelum malam Natal agar mereka berbuat baik. via readingeagle.com

13. Krampus dari Jerman adalah seorang pengikut Sinterklas yang menyeramkan sebagaimana Belsnickel. Konon, dia akan menculik anak yang tetap saja nakal, memasukkannya dalam karung dan melemparnya ke dalam sungai

Dari sekian pengikut Sinterklas di Jerman, mungkin ini yang paling menyeramkan ya? via news.usc.edu

14. Father Christmas dari Inggris mengenakan jubah hijau berkerudung. Konon, karakter ini terinspirasi dari ilustrasi di dalam buku Charles Dickens berjudul Ghost of Christmas Present

Dia memang mirip dengan ilustrasi yang digambarkan pada buku karangan Charles Dickens yang kemudian diadaptasi juga menjadi film pada tahun 2009 berjudul A Christmas Carol. via www.thisisinsider.com

Advertisement

Cerita tentang Sinterklas mempunyai banyak versi dan latar belakang yang berbeda. Sejauh ini umumnya mengagumi Sinterklas karena dia memberi hadiah kepada anak-anak yang baik. Dengan kereta rusa yang dapat terbang mengelilingi Bumi, maka Sinterklas jadi karakter yang banyak dikagumi anak-anak.

Namun kisah asal usul tentang Sinterklas jelas masih simpang siur. Versi dari gereja kuno menyebutkan kalau karakter Sinterklas terinspirasi dari tokoh uskup di Myra bernama Santo Nikolas yang suka memberi hadiah. Lain lagi sikap Vatikan belum bisa memastikan apakah cerita ini patut dipercaya karena banyak karangan dan cerita ketimbang kenyataan. Namun untuk menghormatinya, Vatikan membebaskan umatnya untuk percaya atau tidak percaya soal Sinterklas, apakah dia orang suci atau tidak semua dikembalikan kepada diri masing-masing.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya