Belakangan ini, sering banget kita temui komentar-komentar jahat di Instagram orang, termasuk para selebriti tanah air. Kebanyakan mereka dikomentari terkait penampilannya atau istilah kerennya body shaming. Ada yang bilang jelek lah, kurus, gendut, bahkan sampai nggak segan ngatain kayak binatang. Kalau dipikir-pikir, tega banget ya mulut netizen zaman sekarang, seolah-olah yang dikatain itu nggak bisa sedih atau tersinggung.

Salah satu seleb yang pernah mendapat cibiran kejam ala netizen adalah Audy Item. Istri dari Iko Uwais ini, entah udah berapa kali dibilang gendut oleh netizen. Belum lama ini, Audy menyindir komentar netizen yang bilang dirinya gemuk lewat live Instagram, diikuti nasihat bijak dari Iko untuk haters-nya. Ada juga Putri Titian yang disuruh diet sama banyak warganet setelah mengunggah foto dirinya di Instagram. Audy dan Putri bukan satu-satunya orang yang pernah mendapat body shaming.

Body shaming via www.nytimes.com

Advertisement

Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, kenapa orang baik pun kadang bisa berubah jadi jahat setelah beradu dengan jempol dan layar gadget? Ternyata ada penjelasan yang lumayan masuk akal lho. Simak yuk ulasan Hipwee News & Feature kali ini.

1. Internet mengaburkan batas. Mau selebriti atau miliuner mereka tetap sama di Instagram, bikin orang juga nggak akan segan nulis komentar buruk

Putri Titian disuruh diet sama followersnya via www.hipwee.com

Di dunia maya, orang biasa jelas butuh usaha yang berat untuk bisa berinteraksi dengan artis atau orang terpandang. Beda dengan di internet, dalam kasus ini media sosial. Orang biasa pun bisa dengan leluasa mengomentari seleb idolanya, karena internet mengaburkan batas. Dan hal itu jauh lebih aman dibanding tiba-tiba ngomentarin baju seorang artis saat nggak sengaja ketemu. Yang ada bakal ditimpuk, ‘kan?

Selain aman, mungkin di pikiran sebagian besar orang, komentarnya nggak bakal dibaca si artis. Soalnya kadang ‘kan komennya bisa sampai ribuan gitu. Padahal sering juga si artis nanggepin komen-komen jahat. Banyak juga yang merasa aman dengan bersembunyi di balik second account. Ya kalau si artis mau sih sebenarnya bisa lho dilacak.

2. Mereka ingin menciptakan power dan kontrol dengan seenaknya merendahkan orang lain di media sosial. Bisa jadi di dunia nyata mereka sebenarnya tertindas

Merasa berkuasa atas orang lain via www.bbc.co.uk

Advertisement

Nah, alasan ini kayaknya jadi alasan mayoritas orang yang berani komentar kasar deh. Mereka merasa punya power dan kontrol terhadap orang lain. Jadi ya mikirnya berhak mengomentari apapun tentang hidup orang lain yang sebenarnya bukan urusan mereka juga. Dilansir dari Huffington Post, kita sebagai manusia emang kadang merasa butuh musuh biar kita merasa jadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari kita.

Atau jangan-jangan di dunia nyata mereka ini justru jadi orang yang tertindas?

3. Komentar-komentar jahat itu mungkin juga sebuah pelampiasan orang yang di dunia nyata lagi marah/stress karena banyak masalah

Bisa jadi itu pelampiasan via empatheticadman.com

L. Gordon Brewer, seorang terapis, mengatakan kalau mungkin saja komentar-komentar kejam itu adalah bentuk pelampiasan dari si komentator atas segala problematika hidup yang dialami di kehidupan nyata. Kalau biasanya orang stres itu bakal curhat sama teman atau keluarganya, sekarang jadi punya cara lain, yang sama-sama menghasilkan kepuasan, yaitu menyerang orang lain secara online.

4. Manusia ternyata cenderung merasa lebih baik kalau bertindak buruk, termasuk mengirim komentar-komentar jahat ke orang lain

Akan merasa puas kalau bisa menghina orang lain via www.bccma.org.uk

Alasan ke-3 di atas ternyata berhubungan juga sama sebuah studi, yang menunjukkan kalau otak kita tuh cenderung lebih aktif ketika menghina orang lain. Inilah yang membuat mereka merasa lebih baik, puas, dan semacamnya. Lebih menyenangkan lagi kalau mereka bisa bergabung dengan massa yang juga satu suara sama dia. Karena inilah bullying itu ada dan sulit dihapuskan sepenuhnya!

5. Alasan lain, ya bisa jadi mereka emang jahat dari sananya. Orang-orang ini nggak bisa puas tanpa menyakiti orang lain

Bisa jadi karena mereka memang jahat via www.zestfor.com

Menurut Brewer, bahkan ada lho orang-orang yang emang udah jahat dari sononya. Mereka ini sengaja melakukan sesuatu yang menyakitkan cuma karena tahu kalau itu memang menyakitkan! Kalau gini sih ngomonginnya mungkin bakal lebih ke psikologis ya, soalnya bisa jadi ada faktor-faktor tertentu yang bikin orang jadi jahat gitu. Entah lingkungan, latar belakang keluarga, atau yang lain.

Meskipun mungkin bagi kita udah kayak dorongan alami buat berkomentar atau ‘nyemprot’ orang pas lagi bete, tapi sebetulnya kita bisa lho mengendalikannya. Semua itu cuma perlu pengendalian dari diri kita sendiri kok. Tiap ada sesuatu yang kita rasa nggak ‘sreg’ di hati, coba deh menahan buat nggak melontarkan komentar menyakitkan. Lagian, apakah dengan berkomentar kejam kayak body shaming gitu bisa mengubah orang lain jadi kayak yang kita pengen dalam sekejap? ‘Kan enggak~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya