5 Cara Memaknai Hari Kebangkitan Nasional dalam Kehidupan Sehari-hari

Cara-cara ini selaras dengan semangat awal peringatan Harkitnas

Setiap tahun pada tanggal 20 Mei bangsa Indonesia akan memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Peringatan Harkitnas ini bertujuan untuk memperkuat kepribadian bangsa, mempertebal harga diri dan kebanggaan terhadap Tanah Air, serta mempertahankan semangat persatuan dan kesatuan. 

Nah, bagi kita masyarakat Indonesia hari ini, peringatan Harkitnas dapat dimaknai melalui 5 cara berikut, yang selaras dengan semangat peringatan tersebut. Apa saja? Yuk, simak.

1. Menjalankan isi dari Sumpah Pemuda

Menghargai budaya sebagai salah satu pengamalan Sumpah Pemuda | Photo by Daniel Hlousek from iStockphoto

Cara pertama yang terbilang sederhana dilakukan untuk memaknai Harkitnas adalah menjalankan isi dari Sumpah Pemuda. Untuk diketahui, Kebangkitan Nasional yang kita peringati setiap tanggal 20 Mei sendiri merupakan masa di mana rakyat Indonesia mulai menumbuhkan rasa kesadaran nasional sebagai “orang Indonesia”

Nah, masa tersebut, seperti dikutip dari laman disdik.grobogan.go.id dan Kompas.com, ditandai oleh dua peristiwa penting dalam sejarah bangsa ini. Pertama adalah berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, dan kedua dibacakannya ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Pengaruh dari dua peristiwa penting tersebut bagi bangsa kita adalah tumbuhnya rasa persatuan rakyat Indonesia untuk melawan penjajah. 

Adapun yang hari ini bisa kita lakukan untuk memaknai Harkitnas adalah menjaga rasa persatuan sebagai bangsa Indonesia dengan bangga mengakui bertanah air, berbangsa, dan berbahasa satu yaitu Indonesia, dan tidak membeda-bedakan suku, agama, ras maupun budaya yang ada di Tanah Air. 

2. Menghargai perbedaan untuk mempertahankan persatuan

Ilustrasi perbedaan di Indonesia | Photo by goc from iStockphoto

Kebangkitan Nasional merupakan momentum bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk menggabungkan diri melalui gerakan organisasi yang sebelumnya tidak pernah ada di masa penjajahan. 

Nah, sampai hari ini persatuan masih menjadi kekuatan bangsa Indonesia, dan oleh karenanya harus selalu kita jaga dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan yang ada di Tanah Air harus dianggap sebagai kekuatan bangsa kita, sebagaimana diyakini para pendiri bangsa yang berhasil mengusir penjajah. 

3. Memiliki kesadaran untuk mengatasi masalah sosial

Ilustrasi pendidikan sebagai salah satu penyebab masalah sosial di Indonesia | Photo by Tinnakorn Jorruang from iStockphoto

Pada masa awal berdirinya, Boedi Oetomo ingin meningkatkan jumlah kaum terpelajar untuk membawa semangat dan menaikkan harga diri sebagai ‘orang Indonesia’, melalui kebijakan politik etis yang diberikan pemerintah kolonial.

Nah, akses pendidikan bagi pribumi yang diupayakan Boedi Oetomo tersebut merupakan buah dari kesadaran atas permasalahan yang ada. Hal tersebut juga bisa kita teladani dalam rangka memaknai Harkitnas hari ini. Sadari permasalahan sosial yang ada dari lingkup terdekat, dan upayakan penyelesaiannya.  

4. Bangga menggunakan produk buatan dalam negeri

Ilustrasi membeli produk dalam negeri | Photo by yacobchuk from iStockphoto

Bicara Kebangkitan Nasional adalah soal nasionalisme, dan hari ini ada banyak cara untuk kita membangun dan mempertahankan rasa nasionalisme. Salah satu yang terbilang mudah adalah dengan menggunakan dan membanggakan produk buatan dalam negeri.

Nggak hanya sebagai wujud nasionalisme, menggunakan dan bangga akan berbagai produk dalam negeri merupakan salah satu langkah untuk Kebangkitan Nasional di tengah pandemi. Hal ini selaras dengan tujuan peringatan Harkitnas tahun ini yaitu memelihara, menumbuhkan dan menguatkan semangat gotong royong sebagai landasan dasar mempercepat pulihnya Indonesia dari pandemi. 

Selain itu, bisa dibilang udah nggak ada lagi alasan untuk enggan menggunakan produk dalam negeri. Karena selain bisa membantu Kebangkitan Nasional, ragam produk dalam negeri saat ini juga sudah keren-keren dan nggak kalah berkualitas dari produk impor. 

5. Menjadi wirausaha muda untuk mendukung Kebangkitan Nasional

Ilustrasi wirausaha muda | Photo by ferlistockphoto from iStockphoto

Selain menggunakan produk buatan dalam negeri, Kebangkitan Nasional dalam konteks hari ini juga bisa dimaknai dengan menjadi wirausaha muda. Menjadi wirausaha, selain dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi, juga bisa menciptakan lowongan pekerjaan yang akan memberdayakan lebih banyak masyarakat. 

Menariknya lagi, saat ini ada banyak peluang bagi para wirausaha muda untuk berkembang, salah satunya seperti dihadirkan Bank Syariah Indonesia (BSI) lewat program Talenta Wirausaha BSI yang dipersembahkan untuk para wirausaha di bidang Food & Beverages, Fashion, Teknologi, Industri Kreatif & Jasa, serta Agrikultur.

| dok. BSI

Nggak hanya menawarkan kesempatan mendapatkan pelatihan, program yang menjadi bentuk dukungan BSI terhadap UMKM Indonesia ini juga akan memberikan penghargaan bagi para wirausaha muda di seluruh Indonesia dalam tiga kategori meliputi Wirausaha Pemula, Wirausaha Rintisan, dan Wirausaha Berdaya. 

Buat kamu yang saat ini punya ide usaha, sedang merintis usaha, atau sudah memiliki usaha yang relatif stabil, bisa banget memanfaatkan peluang ini untuk makin berkembang, terlebih di tengah makin meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk menggunakan produk maupun layanan jasa dalam negeri.

Menariknya lagi, untuk program ini BSI sudah menyiapkan hadiah senilai total Rp450 juta, loh. Nggak hanya berhenti di situ, lewat program ini kamu juga berkesempatan membangun jejaring dan menjadi mitra BSI. Nah, buat kamu yang tertarik, informasi lebih lanjut termasuk mekanisme dan persyaratan mengikuti program Talenta Wirausaha BSI ini, bisa didapatkan di sini

Itu dia 5 cara memaknai Harkitnas dalam konteks Indonesia hari ini. Yuk, sama-sama kita jalankan satu-persatu demi Kebangkitan Nasional.

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.

Editor