Belum lama ini nama Malaysia kembali ramai diperbincangkan di Indonesia. Bukan karena perseteruan dalam ajang kompetisi olahraganya seperti dulu. Bukan juga karena mereka asal klaim produk kebudayaan kita, dan sebaliknya. Tapi justru karena rakyat Malaysia berbondong-bondong patungan demi membantu melunasi utang negaranya! Layaknya aksi-aksi sosial yang dilakukan untuk membantu mereka yang kurang mampu, penggalangan dana ini juga dilakukan di sebuah situs crowdfunding berlisensi, GoGetFunding. Bahkan ada seorang anak berusia 12 tahun yang rela menyumbangkan semua tabungannya untuk ikut membantu lunasi utang Malaysia.

Ervin Devadason, tidak jadi membeli set drum impiannya dan memilih menyumbang ke negara via news.detik.com

Ngomongin soal utang ini emang nggak pernah ada habisnya ya. Negara kita pun juga nggak lepas dari utang luar negeri yang totalnya bahkan mencapai Rp4 triliun lebih! Kalau kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani, utang dilakukan ketika pendapatan negara lebih kecil dari belanjanya. Tapi sebenarnya utang pun nggak masalah, asal digunakan untuk sesuatu yang produktif, jadi utang nggak membengkak. Kali ini, Hipwee News & Feature sudah merangkum 5 cara yang bisa kita lakukan buat bantu Indonesia melunasi utangnya. Simak kuy!

1. Seperti halnya Malaysia, kita juga bisa menggelar aksi galang dana untuk meringankan utang negara. Syukur-syukur sekalian melunasi

Crowdfunding Malaysia via jurnalindonesia.co.id

Advertisement

Gerakan patungan yang dilakukan rakyat Malaysia ini awalnya dipelopori oleh praktisi hukum bernama Nik Shazarina Bakti. Ia membuat kampanye “Please Help Malaysia!” di situs GoGetFunding. Diketahui dari Detik, utang Malaysia saat ini mencapai 1 triliun ringgit atau 3,595 triliun rupiah. Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, juga sudah memotong gaji kabinetnya sebesar 10%, untuk membantu pemerintah lunasi utang. Per Sabtu (26/5), dana yang terkumpul dari gerakan patungan ini sudah mencapai US$3600. Kampanye ini dijadwalkan akan berjalan sampai 31 Juli 2018 mendatang.

Indonesia dengan jumlah utang mencapai 4 triliun, sepertinya bisa mengadopsi cara yang sama. Bhima Yushistira, peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance, dilansir Detik, memuji cara yang digunakan warga Malaysia terkait utang negara ini. Karena utang yang terus menumpuk malah bisa jadi beban buat generasi selanjutnya, seperti kita-kita ini. Jadi, sah-sah aja kalau Indonesia meniru cara serupa.

2. Rajin membayar pajak juga secara nggak langsung bisa membantu pemerintah pelan-pelan melunasi utang-utangnya. Ya soalnya pendapatan negara ‘kan salah satunya dari pajak

Rajin bayar pajak via www.cermati.com

Mungkin kita udah sering mendengar imbauan untuk rajin membayar pajak, entah itu pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor, atah pajak penghasilan. Bukan apa-apa sih, soalnya dengan rutin membayar pajak yang notabene adalah tanggungan pribadi, secara nggak langsung kita jadi membantu pemerintah melunasi utang negara lho. Seperti pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang dikutip Liputan6, tax ratio sebagai indikator jumlah pembayar pajak di Indonesia masih berkisar 11%, rendah banget ‘kan??

3. Selain itu, kita sebagai warga negara juga perlu rajin menabung. Nantinya dana yang terkumpul bisa digunakan untuk meringankan ketergantungan kita dengan utang luar negeri

Rajin menabung via www.infoperbankan.com

Advertisement

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Haddad, seperti dikutip Merdeka, mengimbau masyarakat agar gemar menabung. Kalau sudah terkumpul, dana itu bisa digunakan untuk biaya pembangunan sehingga mengurangi ketergantungan kita dengan utang luar negeri. Kalau nggak punya dana simpanan, setiap perlu apa-apa ya jadi menggantungkannya kepada pihak lain. Nggak hanya berlaku buat utang luar negeri aja, utang pribadi juga lho~

4. Cara lain misalnya dengan menjalin kerjasama internasional dengan negara lain, nanti uang hasil kesepakatan itu bisa dipakai bayar utang

Pelabuhan Hambantota di Sri Lanka via m.liputan6.com

Salah satu negara yang menerapkan cara ini adalah Sri Lanka. Sama halnya kayak Indonesia, utang negara ini pun sudah mencapai angka yang fantastis. Menanggapi hal ini, Sri Lanka menggandeng Cina untuk mengendalikan dan mengembangkan pelabuhan di selatan laut dalam Hambantota. Kesepakatan yang bernilai US$1,1 miliar ini ditandatangani kedua belah pihak 29 Juli 2017 lalu. Menurut Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe, seperti dilansir Liputan6, kerjasama ini akan membantu Sri Lanka mengelola utang luar negerinya.

5. Mencari donatur luar negeri mungkin bisa jadi solusi lain. Kayak Bill Gates yang pernah bantu lunasi utang Nigeria ke Jepang sebesar Rp950 miliar!

Bill Gates bayar utang Nigeria via www.premiumtimesng.com

Utang suatu negara nggak hanya bisa digunakan untuk membangun infrastruktur di negara tersebut, api juga bisa digunakan untuk hal lain, seperti memberantas wabah penyakit tertentu kayak yang dilakukan Nigeria. Pada 2014 lalu, Nigeria meminjam dana senilai Rp950 miliar ke Jepang untuk pemberantasan polio, melalui program Overseas Development Assistance (ODA). Setelah tahun 2017 Nigeria berhasil dinyatakan bersih dari polio, negara itu malah nggak bisa melunasi utangnya.

Bill Gates, pendiri Microsoft yang memang dikenal aktif dalam kegiatan filantropi itu, memutuskan untuk membantu Nigeria melunasi utangnya kepada Jepang. Dilansir Kompas, yayasan milik Bill Gates dan istrinya, telah membantu memerangi penyakit polio di seluruh dunia. India yang tadinya jadi gudangnya polio juga telah dinyatakan bersih dari wabah itu.

Mungkin cara-cara di atas memang nggak bisa sepenuhnya melunasi utang negara 100%, tapi ya mungkin bisa meringankannya. Kalau memang beneran ada kampanye serupa Malaysia, apa kalian mau membantu?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya