6 Fakta Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan Keji di New Zealand. Nggak Nyangka Bisa Sekeji Ini!

Brenton Tarrant pelaku penembakan di New Zealand

Penembakan brutal yang terjadi di New Zealand, Jumat 15 Maret kemarin masih menyisakan duka begitu mendalam, nggak hanya bagi keluarga korban, tapi juga bagi seluruh masyarakat dunia. Sesaat setelah peristiwa teror itu terjadi, polisi setempat berhasil mengamankan 4 orang terduga pelaku, salah satunya seorang warga Australia kulit putih bernama Brenton Tarrant.

Advertisement

Tarrant yang baru saja menjalani sidang perdananya hari ini, Sabtu 16 Maret, didakwa melakukan pembunuhan terhadap puluhan warga muslim New Zealand. Ia dijadwalkan muncul kembali ke pengadilan tanggal 5 April mendatang. Saat tampil di persidangan, Tarrant dilaporkan nggak menunjukkan penyesalan sama sekali. Ia malah terlihat menyengir ke awak media, seperti dilaporkan Al Jazeera. Nah, banyak yang penasaran, sebenarnya gimana sih latar belakang si pembunuh keji ini? Berikut Hipwee sudah merangkum 6 fakta-faktanya.

1. Tarrant adalah warga negara Australia yang tinggal di Dunedin, selatan New Zealand sejak 2017. Keluarganya diketahui masih tinggal di Australia

Tarrant saat kecil sedang digendong ayahnya via www.abc.net.au

Brenton Harrison Tarrant, pria berkebangsaan Australia itu lahir di Grafton, New South Wales, Australia, 28 tahun silam. Ayahnya, Rodney Tarrant adalah mantan buruh kasar dan atlet amatir yang pernah berlaga di kompetisi Iron Man. Rodney, dikutip dari Newshub, meninggal dunia pada 2010 lalu karena kanker. Ibunya yang seorang guru, saat ini diketahui masih hidup dan nggak ada tanda-tanda punya kecenderungan ekstremis seperti anaknya.

Baik Tarrant dan 3 pelaku lainnya dikabarkan nggak memiliki catatan kriminal sama sekali atau masuk ke dalam daftar pantauan di New Zealand atau Australia. Jadi memang track record-nya bersih. Perilaku sadis Tarrant pun tidak terduga sama sekali, bahkan tak terdeteksi intelijen New Zealand.

Advertisement

2. Pada 2009, Tarrant sempat bekerja sebagai Personal Trainer (PT) atau pelatih pribadi di Big River Gym, New South Wales, Australia

Tarrant sempat bekerja sebagai PT via www.abc.net.au

Tracey Gray, manajer Big River Gym, tempat dimana Tarrant sempat bekerja sebagai PT, membenarkan kalau pria yang ada di video live streaming di Facebook itu memang benar Tarrant. Kata Gray, Tarrant mulai bekerja di tempat fitnessnya tahun 2009, sesaat setelah lulus sekolah. Saat bekerja di Big River, Tarrant nggak menunjukkan gelagat ketertarikannya pada senjata api. Intinya, dia dikenal sebagai orang baik-baik lah. Tapi siapa yang menduga kalau ternyata ia bisa melakukan tindakan biadab dengan menembaki jemaah sholat Jumat!

3. Setelah ayahnya meninggal, Tarrant dilaporkan resign dari gym tempatnya bekerja. Ia pun memulai perjalanannya keliling dunia, berkunjung ke 1 negara ke negara lain

Tarrant sempat berkunjung ke beberapa negara via news.yahoo.com

Masih berdasarkan keterangan Gray, pada 2011, Tarrant memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai PT. Ia pun memulai perjalanannya keliling dunia, mulai dari Eropa, Asia Tenggara, Asia Timur, termasuk Pakistan dan Korea Utara. Tarrant menggunakan harta bitcoinnya untuk keliling dunia. Ia memang sempat menginvestasikan uangnya lewat bitcoin sebelum akhirnya perusahaan tersebut dilaporkan bangkrut.

4. Kunjungannya ke Pakistan dan Korea Utara disebut-sebut telah mengubah banyak hal dalam diri Tarrant. Jiwa ekstremisnya katanya muncul dari sana

Tarrant (yang jongkok paling kanan) saat berada di Korea Utara via www.abc.net.au

Lahir dan tumbuh di keluarga baik-baik ternyata nggak membuat Tarrant memiliki pribadi yang baik-baik juga. Katanya, setelah kunjungannya ke Pakistan dan Korea Utara, Tarrant jadi berubah. Dalam pernyataan panjang yang ia tulis dan unggah sendiri di medsos sebelum penembakan kemarin, tertulis kalau ia adalah pendukung supremasi kulit putih (white supremacy), yang menolak mentah-mentah imigran dan minoritas –termasuk muslim di New Zealand.

Advertisement

5. Dari rekaman live streaming yang sempat beredar kemarin –sebelum akhirnya dihapus oleh platform-platform medsos– terlihat banyak tulisan putih di senjata yang digunakan Tarrant

Senjata yang digunakan Tarrant. Kabarnya ia sudah memegang izin senjata api sejak 2017 lo via news.detik.com

Dari video yang sempat beredar, tampak senjata yang digunakan Tarrant ini dipenuhi tulisan-tulisan berwarna putih. Ternyata setelah ditelaah, senjatanya bertuliskan nama-nama sejumlah pelaku aksi teror di masa lalu, lengkap dengan lokasi pembunuhannya. Beberapa nama itu seperti Feliks Kazimierz Potocki –pemimpin militer Polandia yang berperang melawan Turki, Sebastiano Venier –pemimpin pertempuran Lepanto melawan Turki tahun 1571, dan lain-lain. Mungkin ia terinspirasi dari tokoh-tokoh tersebut.

6. Apa yang dilakukan Tarrant merupakan kejahatan luar biasa. Keluarganya aja mengakui itu dan menyatakan dukungan pada polisi untuk menghukum Tarrant

Tarrant saat sidang perdananya via internasional.republika.co.id

Kepolisian New South Wales dalam CNN, menyatakan kalau keluarga Tarrant siap membantu dan bekerjasama dengan otoritas terkait. Mereka akan berkontribusi dalam upaya polisi dan pengadilan untuk menghukum Tarrant atas kejahatan yang telah ia lakukan. Sidang perdana Tarrant berlangsung hari ini tanpa ada raut penyesalan dan justru dengan wajah menyeringai kepada wartawan. Apa yang sedang pria ini pikirkan sebenarnya?

Ngeri juga ya ternyata fakta hidup Brenton Tarrant. Dalam manifesto yang ditulis, katanya ia juga mengaku akan melakukan serangan selanjutnya lo. Untung udah ketangkep. Duh, semoga aja dihukum mati deh!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

CLOSE