Kendala UNBK SMA SMK MA

Hari ini adalah hari pertama UNBK atau Ujian Nasional Berbasis Komputer bagi siswa-siswi SMA/MA. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap kali ujian nasional pasti ada aja kendala yang dihadapi. Apalagi tahun ini ujian nasionalnya udah berbasis komputer. Meski sistem ini sudah diperkenalkan sejak 2014 lalu, tapi UNBK kali ini tetap aja nggak bisa lepas dari kendala-kendala baik teknis maupun non-teknis.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) telah melakukan pemantauan sejak dari proses persiapan sampai pelaksanaan. Minggu lalu UNBK sudah dilakukan serentak di SMK seluruh Indonesia. Pihak FSGI memprediksi UNBK SMA/MA ini akan menemui lebih banyak kendala mengingat jumlah peserta dan sekolahnya lebih besar. Berikut Hipwee News & Feature telah merangkum drama seputar UNBK siswa-siswi sekolah menengah atas. Yuk, simak, siapa tahu bisa jadi pembelajaran bersama.

1. Meski secara umum udah lebih baik dari tahun lalu, tapi masalah soal minimnya ketersediaan sarana prasarana tetap nggak bisa dihindari

Minim infrastruktur via www.merdeka.com

Advertisement

Namanya juga ujian berbasis komputer, tentu siswa butuh komputer buat mengerjakan soal-soal ujian. Tapi sayangnya belum semua sekolah punya komputer memadai buat seluruh siswanya. Dilansir Republika, dari hasil pantauan FSGI masih ada 29% sekolah yang minim komputer, membuat pihak penyelenggara sibuk meminjam komputer siswa, guru, atau sekolah lain.

2. Karena jumlah komputer terbatas, ujian pun harus dilaksanakan dalam 3 sesi. Padahal kalau nggak dilakukan serempak gini soal-soal lebih rawan bocor

Dibagi dalam 3 sesi via www.wartadesa.net

Memang sih, nggak semua sekolah membagi ujiannya dalam 3 sesi, kayak beberapa sekolah swasta di Jakarta. Tapi yang jumlah komputer lebih sedikit dari jumlah siswanya ya terpaksa harus bergantian. Padahal pergantian sesi bisa dimanfaatkan oknum-oknum nggak bertanggungjawab untuk membocorkan soal dan kunci jawaban. Lagian kasian juga peserta yang dapat giliran ke 3, yakni jam 14.00-16.00. Otak mereka jelas udah lelah dan nggak fokus.

3. Jangankan pas ujian, bahkan sebelum ujian aja soal dan kunci jawaban UNBK SMK minggu lalu udah bocor ke siswa lho. Masalah ini dilaporkan terjadi di Surabaya

Ada isu kunci jawaban bocor via www.harianindo.com

Sebelum pelaksanaan UNBK SMK hari pertama minggu lalu, Surabaya dihebohkan dengan isu beredarnya kunci jawaban ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia. Setelah dicocokkan, kabarnya kunci jawaban yang beredar itu memang ada kesamaan dengan jawaban asli. Meski isu ini udah tersebar, dilansir CNN, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan malam membantah dan menyatakan itu hoax.

4. Paling banyak sih kendala seputar teknisnya. Kayak sulitnya melakukan sinkronisasi dengan UNBK pusat

Peninjauan UNBK beberapa tahun lalu via poskotanews.com

Advertisement

Ribuan komputer UNBK di seluruh Indonesia harus disinkronisasi atau disambungkan dengan server UNBK pusat agar soal ujian bisa terdistribusi secara merata, data-data peserta juga bisa langsung terhubung ke pusat. Tapi sayang banget, proses sinkronisasi ini sendiri cukup sulit dilakukan di beberapa sekolah. Beberapa MA malah dilaporkan belum melakukan sinkronisasi padahal sudah H-1 ujian.

5. Memang sih ada teknisi sendiri yang mengaturnya, tapi tetap aja banyak teknisi yang dinilai kurang persiapan

Banyak teknisi yang kurang persiapan via www.jatengpos.com

Kesulitan sinkronisasi di atas juga disebabkan kurangnya kesiapan teknisi dalam mengerjakan hal-hal teknis terkait UNBK. Masalah ini juga menyebabkan kesalahan instal di beberapa sekolah. Bahkan banyak yang sampai harus dibantuk tim Helpdesk Kabupaten/Kota atau Provinsi melalui Remote Dekstop tim viewer (TV).

6. Kalau mau dibandingkan, ujian berbasis komputer dan kertas jelas berbeda dari segi biaya. Karena komputer lebih ribet, dana yang dikeluarkan jauh lebih besar

Biaya lebih besar via jabarekspres.com

Meski mungkin dianggap lebih praktis, tapi UNBK ini memakan biaya yang nggak kecil lho. Mulai dari mempersiapkan fasilitas komputer, bayar jasa teknisi, pengadaan internet, persiapan genset dan solar buat antisipasi listrik mati, sampai biaya penambahan daya buat sekolah yang listriknya belum memadai.

7. Selain buat bayar jasa terkait hal teknis, sekolah juga perlu memikirkan gimana biar komputer terjamin aman 24 jam

Biaya pengamanan 24 jam via wartakota.tribunnews.com

Belum lagi uang keamanan, dimana sekolah harus menyediakan biaya pengamanan 24 jam agar komputer atau laptop nggak dicuri. ‘Kan berabe juga kalau fasilitas UNBK malah hilang, siswa jadi nggak bisa ujian…

8. Kendala-kendala di atas sebenarnya adalah buntut panjang dari sosialisasi dan edukasi soal UNBK yang kurang merata

Sosialisasi kurang merata via www.lampost.co

Segala masalah terkait UNBK terutama yang berhubungan sama hal teknis sebenarnya bia diminimalisir. Salah satu caranya dengan memberikan sosialisasi dan edukasi secara merata kepada semua pihak pelaksana UNBK, termasuk para teknisi. Karena 1 masalah ini, bisa berbuntut ke masalah lain yang lebih panjang.

Selain itu kalau soal pengadaan infrastruktur, seharusnya pemerintah bisa lebih serius lagi, misalnya dengan menyisihkan dana pendidikan untuk membeli komputer dan fasilitas lain yang berhubungan dengan pelaksanaan UNBK. Semoga aja tahun depan masalah ini sudah bisa diatasi deh ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya