Banyak hal di dunia ini yang terjadi di luar nalar manusia normal. Seperti kejadian pilu yang baru terjadi di Lampung, seorang remaja penyandang disabilitas 18 tahun harus menerima kenyataan pahit kalau ayah, kakak, dan adik kandungnya sendiri telah memperkosanya sebanyak ratusan kali selama hampir setahun! Orang-orang yang seharusnya melindungi, malah melakukan tindakan amoral yang jauh dari kata waras.

Kekerasan seksual dalam hubungan sedarah ini benar-benar nggak bisa diterima akal sehat. Bagaimana kisah selengkapnya sekaligus perkembangan terbarunya? Kali ini Hipwee News & Feature sudah merangkum fakta-faktanya, khusus buat kamu. Mari simak bersama.

1. Remaja berusia 18 tahun inisial AG, diperkosa ratusan kali oleh ayah, kakak, dan adik kandungnya sendiri. Mereka melakukan perbuatan bejat itu sejak ibu AG meninggal dunia

Pelaku pemerkosa AG via news.detik.com

Advertisement

Sungguh malang nasib remaja penyandang disabilitas inisial AG ini, ia menjadi objek nafsu bejat ayah (M), kakak (SA), dan adik (YF) kandungnya sendiri selama hampir setahun sejak ibunya meninggal. Dikutip dari Detik, ketiga pelaku sudah ratusan kali memperkosa korban sejak Agustus 2018. SA 120 kali, YF 60 kali, dan M mengakunya 5 kali. Tapi polisi yakin M sudah melakukannya lebih dari itu.

2. Mirisnya, AG merupakan penyandang disabilitas, sehingga ia nggak kuasa melakukan perlawanan saat ayah dan saudara-saudaranya minta dilayani!

AG merupakan penyandang disabilitas via pekanbaru.tribunnews.com

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus, Ipda Primadona Laila, mengatakan kalau AG ini memang penyandang disabilitas. Tapi bukan kategori tunarungu, tunawicara, atau tunagrahita, melainkan lebih ke keterbelakangan mental. Saat ditanya harus ada yang mendampingi, supaya lebih jelas. Meski masih bisa sedikit merespon pertanyaan, tetapi pandangannya kosong. Mungkin kondisi psikisnya juga sudah terganggu akibat perbuatan ayah dan saudaranya.

3. Peristiwa ini pertama kali terbongkar karena adanya kecurigaan tetangga-tetangganya, yang melihat kondisi AG semakin hari terlihat makin kurus

Polisi meninjau rumah pelaku via lampung.tribunnews.com

Sebagai keluarga yang dikenal tertutup, agak sulit bagi orang lain menguak kebejatan ketiga pelaku. Tapi beruntungnya, para tetangga sadar akan perubahan bentuk fisik korban yang makin mengurus. Kurang ada kejelasan bagaimana hingga akhirnya tetangganya tahu perbuatan pelaku kepada AG. Tapi yang jelas laporan pertama kali ke polisi datang dari seorang anggota Satgas Merah Putih Perlindungan Anak setempat.

4. Akhirnya Kamis kemarin, ketiga pelaku ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti

Ketiga pelaku dijatuhi hukuman 15 tahun penjara via batam.tribunnews.com

Advertisement

Kamis 21 Februari kemarin, polisi menangkap ketiga pelaku di rumah M di wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung. Sejumlah barang bukti seperti baju-baju dan celana milik pelaku dan korban juga turut dibawa. Mereka dibawa ke Polsek Sukoharjo untuk diperiksa. Katanya, ketiga pelaku langsung mengakui perbuatannya. Polisi akhirnya menetapkan ketiganya sebagai tersangka dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun, ditambah 1/3 dari ancaman maksimal karena mereka keluarga kandungnya sendiri.

5. Saat proses pemeriksaan, diketahui juga kalau SA dan YF ternyata suka menonton video porno di ponselnya

Hobi menonton film porno via news.detik.com

Salah satu hal yang mendorong SA dan YF tega melecehkan saudara kandungnya sendiri adalah karena mereka hobi menonton video porno di ponselnya, dikutip dari CNN. Tapi saat menjalani pemeriksaan, keduanya mengaku ponsel yang dipakai buat menonton video porno sudah rusak.

6. Nggak cuma itu, usut punya usut, YF ternyata juga kabarnya memiliki kelainan seksual. Dia mengaku pernah menyetubuhi kambing dan sapi!

Salah satu lokasi yang diduga jadi tempat pelaku melancarkan aksinya via news.detik.com

Hal lain yang nggak kalah mengejutkan, YF yang merupakan adik korban ini, ternyata menderita kelainan seksual. Ia mengaku pernah menyetubuhi kambing dan sapi milik tetangga. Ipda Primadona pun juga mengatakan, ketika diperiksa, YF juga menunjukkan tanda-tanda tidak biasa, seperti raut muka cengengesan, tanpa rasa malu atau menyesal. Pokoknya santai aja gitu!

7. KPAI sungguh menyayangkan adanya kejadian ini. Ia mengimbau agar orang-orang sekitar, seperti tetangga atau saudara, punya kepekaan lebih agar kasus seperti ini nggak lagi terjadi

Kasus ini memang perlu diusut tuntas! via lampung.tribunnews.com

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati, kekerasan seksual di ranah privat butuh kepedulian orang-orang di sekitar, seperti tetangga atau saudara-saudara yang tinggal di lokasi lain. Jika orang sekitar mencurigai ada potensi kekerasan pada anak, ada baiknya lapor ke RT/RW setempat.

Untuk korban sendiri saat ini sedang diupayakan mendapatkan rehabilitasi dan pemulihan trauma secara optimal. Sekalipun korban penyandang disabilitas, bukan berarti ia tidak bisa tidak trauma berat lo. Duh, semoga aja segera ada keadilan yang sebenar-benarnya keadilan, dan mental korban masih bisa diselamatkan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya