Sebagai orang yang tinggal di negara tropis kayak Indonesia, pastinya kita sering banget terpapar sinar matahari. Tapi tampaknya masih banyak orang Indonesia yang jarang sekali pakai sunblock. Mungkin sebagian besar udah tahu kalau sunblock berguna buat melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV). Tapi sayangnya, masih banyak orang yang nggak betul-betul paham bagaimana sunblock bekerja atau seberapa besar bahaya sinar UV bagi kulit. Minimnya info ini bikin mereka meremehkan dan akhirnya malah lupa pakai sunblock meski harus di luar seharian.

Kamu tentu masih ingat menantu Hatta Rajasa yang meninggal beberapa waktu lalu karena kanker kulit. Selain mungkin faktor genetis, faktor pemicu penyakit mematikan tersebut adalah paparan sinar UV yang berlebihan. Tapi sebelum kamu beneran membeli sunblock, ada baiknya menyimak fakta-fakta soal sunblock dan sinar UV seperti yang dilansir dari Brightside ini dulu deh. Soalnya beberapa ada yang cuma mitos belaka lho. Yuk, cus baca ulasan Hipwee News & Feature ini!

1. Banyak orang berpendapat kalau sunblock cuma wajib dipakai saat akan ke pantai atau berenang. Padahal ada jenis sinar UV yang bisa menembus kaca lho

Bisa nembus kaca! via www.financialexpress.com

Advertisement

Hayo, siapa di antara kalian yang merasa malas pakai sunblock gara-gara perginya pakai mobil? Tahu nggak sih kalian, ternyata sinar UV itu ada 3 macam lho; UVA, UVB, dan UVC. Untuk yang sehari-hari kulit kita terima itu UVA dan UVB. Soalnya UVC nggak bisa menembus atmosfer bumi. Nah, UVA inilah yang katanya bisa menembus kaca. Jadi jangan percaya kalau pakai mobil nggak perlu sunblock. Pun dengan pekerja kantoran yang tetap butuh sunblock buat proteksi, apalagi yang kerjanya dekat jendela.

2. Cuaca mendung bukan jaminan kulitmu terlindungi sepenuhnya dari paparan sinar matahari

Jangan senang dulu kalau cuaca mendung via www.tripadvisor.co.za

Mungkin kamu salah satu orang yang percaya kalau saat mendung adalah saat dimana kamu bebas berkeliaran tanpa pakai sunblock. Meski memang kelihatannya matahari lagi sembunyi, tapi lebih dari 80% sinarnya tetap akan menembus awan dan menyentuh permukaan bumi! Jadi jangan keburu senang dulu walaupun cuaca lagi gloomy.

3. Beberapa orang percaya logika matematika penggunaan sunblock. Katanya pakai sunblock SPF 15 ditambah bedak SPF 30 sama kayak pakai sunblock SPF 45, padahal nggak!

Beda fungsi via www.badgerbalm.com

SPF atau yang kepanjangannya Sun Protection Factor, menunjukkan kemampuan sunblock melindungi kulit dari sinar UV. Semakin besar SPF-nya, semakin baik kemampuannya. Mungkin sebagian dari kalian pernah mendengar kalau pakai SPF 30 itu sama aja kayak pakai 2 kali SPF 15. Padahal logika itu salah. SPF 15 menyaring sekitar 93% UVB, SPF 30 sekitar 97%, dan SPF 50 sekitar 98%.

4. Ada juga yang bilang kalau pemilik kulit gelap nggak bisa terbakar karena sinar matahari, nyatanya mau kulit gelap atau nggak sama-sama bisa terbakar

Nyatanya sama aja via echoboom.media

Advertisement

Mau berkulit gelap atau nggak, kulitmu tetap sama-sama berpotensi terbakar kalau kena matahari berlebihan kok. Soalnya ada tuh yang punya kulit gelap dan santai-santai aja gara-gara percaya kalau mereka 100% terlindungi dari sinar matahari. Meski memang warna itu berpengaruh terhadap cara kulit bereaksi sama sinar matahari, tapi itu semua nggak menjamin kamu bakal total terlindungi.

5. Nggak sedikit yang beralasan nggak pakai sunblock karena pengen dapat manfaat vitamin D dari matahari, duh, ya nggak gitu juga…

Biar dapat vitamin D via diets-usa.com

Sering nggak sih kita lihat bayi yang dijemur di pagi hari? Katanya sih biar dapat vitamin D dari sinar matahari. Ya memang, sinar matahari memang mengandung vitamin D, tapi jangan sampai kamu termasuk di antara mereka yang menganggap sunblock bisa menghalangi kulit menyerap vitamin D. Sampai rela nggak pakai sunblock gara-gara mitos itu. Lagian, selain dari matahari, vitamin D juga bisa diperoleh dari makanan yang kita konsumsi kok.

6. Makin banyak pakai sunblock, katanya malah semakin baik lho. Jadi jangan nanggung-nanggung kalau mengoleskan

Makin banyak makin bagus via www.wellandgood.com

Entah mungkin karena mau hemat, mengingat harga sunblock yang cukup mahal, banyak orang menganggap pakai sunblock sedikit itu sama aja, asal kulit udah ter-cover sempurna. Padahal semakin banyak kamu mengoleskan sunblock, semakin terlindungi pula kulit tubuhmu.

7. Jangan percaya sama sunblock anti air. Faktanya semua sunblock itu tidak water resistant. Jadi kamu tetap harus pakai lagi tiap habis cuci muka atau wudhu

Nggak ada sunblock anti air via brightside.me

Saat ini mungkin banyak brand kosmetik yang menjual produk sunblock dengan embel-embel waterproof atau anti air. Alasannya biar nggak perlu lagi mengoles dua kali atau lebih dalam sehari. Padahal kenyataannya, nggak ada sunblock yang anti air. Setiap habis cuci muka atau berwudhu bagi yang muslim, kamu tetap perlu mengaplikasikan ulang sunblock-mu. Kalau saran para ahli sih malah ulangi tiap 2 jam sekali.

Kelihatannya memang ribet yaa, tapi percayalah, sunblock itu penting banget digunakan sebelum beraktivitas. Pasalnya sinar UV yang memancar ke bumi semakin banyak karena lubang di lapisan ozon planet kita ini juga makin bertambah. Mungkin ini yang jadi alasan kenapa penderita penyakit kulit makin banyak. Duh, jangan sampai kamu jadi salah satu di antaranya deh!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya