7 Kematian Tragis Gara-gara Kecanduan Game. Mirisnya, Kejadian Seperti Ini Makin Sering Terjadi

Kematian paling tragis karena kecanduan game

Dunia digital membawa perubahan besar di segala aspek kehidupan manusia, termasuk di dunia game. Kamu yang termasuk generasi 90-an, pasti ingat saat kecil, ada beberapa papan permainan populer yang banyak digandrungi anak-anak di zaman tersebut, kayak Monopoli, Ludo, atau mentok ya Brick Game, game board warna warni yang ada tombol-tombolnya itu. Cara mainnya dengan menyusun balok-balok di layarnya.

Advertisement

Seiring berkembangnya teknologi, ragam permainan jadul itu jadi tergantikan oleh game online di komputer. Tapi sayang, tren perkembangan game online ini juga memiliki sisi gelap. Bukan cuma buat hiburan pelepas stres, banyak pemain game online ‘kebablasan’ sampai level kecanduan. Mirisnya, kecanduan game online juga sampai bisa memakan korban jiwa! Karena dianggap berbahaya, seperti dilansir CNN, kecanduan game ini bahkan dimasukkan dalam daftar gangguan mental yang dirilis The American Psychiatric Association lho.

Kali ini Hipwee bakal bahas 7 kematian tragis gara-gara main game online berjam-jam non-stop. Yuk, simak, biar bisa jadi pelajaran bersama.

1. Seorang remaja 18 tahun asal Taiwan, Chuang, harus meregang nyawa setelah main game Diablo III 40 jam tanpa henti

Chuang saat meninggal di warnet via tellmenothing.com

Dilansir dari Ranker, tahun 2012 lalu, remaja bernama Chuang, bermain game Diablo III 40 jam tanpa henti di sebuah warnet di Taiwan. Saat tertidur di depan layar komputer, petugas warnet pun membangunkannya. Tersadar hanya beberapa menit, ia pun kembali collapse di kursinya sendiri. Belum jelas apa penyebab kematiannya, tapi banyak orang percaya Chuang meninggal karena kelelahan.

Advertisement

2. Masih dari Taiwan, tahun 2015 kemarin, 2 orang dinyatakan meninggal dalam kurun waktu 3 minggu aja, karena kebanyakan main game

Kecanduan game online via www.fearlessgamer.com

Agaknya Taiwan memang jadi gudangnya para gamer sejati. Tahun 2015 kemarin, kematian kembali dialami 2 orang pemuda karena terlalu lama bermain game sampai lupa dunia. Pemuda 38 tahun, diketahui bermain game di Internet Cafe di Taipei dan dilaporkan meninggal di hari ke 5 ia nge-game. Yang kedua, Hsieh, 32 tahun, ia juga bermain game selama 3 hari berturut-turut dan meninggal di warnet. Parahnya, kematiannya baru disadari beberapa hari kemudian, setelah petugas warnet membangunkannya tapi dia nggak merespon. Hsieh diketahui mengalami gagal jantung.

3. Mereka yang kecanduan game juga bisa terkena pembekuan darah yang berujung pada kematian seperti yang dialami Chris Staniforth, remaja asal Inggris

Chris Staniforth via fraghero.com

Gamer muda asal Inggris, Chris Staniforth, juga mengalami hal serupa. Pada 2011, dilansir The Guardian, Chris mengalami pembekuan darah setelah bermain Xbox berjam-jam tanpa henti. Ayah Chris mengaku nggak menyalahkan si pembuat game atau perusahaan pencipta Xbox. Ia justru mengimbau kepada orang tua di luar sana supaya lebih perhatian terhadap kesehatan anaknya yang suka bermain game.

4. Beberapa dari mereka juga ada yang meninggal karena kurang asupan gizi, kayak pemuda di Cina ini yang main game 3 minggu lebih dan cuma makan ramen instan

Makan dan minum jadi nggak teratur via ktla.com

Pemuda 33 tahun asal Cina, nekat bermain game 650 jam lamanya. Ia dilaporkan sampai bisa menghasilkan uang dari game yang ia mainkan, dimana nilainya mencapai $1,519! Selama bermain, ia jarang minum dan tidur, dan hanya makan ramen instan. Ia pun meninggal karena gangguan jantung dan kurang gizi.

Advertisement

5. Kecanduan game juga bisa membuat orang terganggu kehidupan sosialnya. Pecandu game bernama Shawn Woolley sampai bunuh diri karena dijauhi lingkungannya

Bunuh diri karena game via fraghero.com

Selain berisiko mengganggu kesehatan fisik, bermain game terlalu berlebihan juga bisa mengganggu kesehatan mental. Seorang remaja bernama Shawn Wooley, dilansir The Clever, merasa kehidupan sosialnya terganggu karena kecanduan game. Ia pun memutuskan mengakhiri hidupnya pada 2001 silam.

6. Lebih parah lagi, seorang ibu bernama Alexandra Tobias sampai tega membiarkan anaknya mati kelaparan cuma gara-gara main game!

Alexandra Tobias via www.theclever.com

Nggak bisa dimungkiri, kalau orang di sekeliling para pecandu game juga bisa jadi korban. Seperti kisah seorang ibu bernama Alexandra Tobias, yang kecanduan bermain Farmville di Facebook. Sampai-sampai ia sering lupa memberi makan anaknya yang masih 3 tahun hingga berujung kematian. Ia pun diganjar hukuman penjara selama 25 tahun.

7. Lain lagi dengan Zhu, pemuda Cina yang dibunuh oleh teman gamer-nya sendiri gara-gara konflik dalam dunia game online. Duh!

Sampai rela habisi nyawa teman sendiri! via www.theclever.com

Semua berawal dari Qiu Chengwei, seorang gamer asal Cina yang memenangkan sebuah senjata di game online Legend of Mir III. Ia menyewakan senjatanya itu pada temannya, Zhu. Tapi oleh Zhu, senjata itu malah dijual. Qiu sempat melaporkan Zhu ke polisi, tapi pihak kepolisian nggak bersedia mengusut kasus yang terjadi di dunia game online. Akhirnya Qiu memilih menghabisi nyawa temannya itu. Ya ampun, cuma gara-gara senjata yang bahkan nggak ada wujud fisiknya!

Duh, miris banget sih kalau baca kasus-kasus kematian ekstrem gara-gara game. Mungkin semua itu bisa jadi pelajaran nggak cuma bagi kita penikmat game, tapi juga pihak warnet atau pemerintah setempat untuk menyediakan tim medis di lokasi-lokasi bermain game. Tujuannya biar kematian karena hal serupa bisa diminimalisir. Atau mungkin staf warnet bisa memberlakukan batasan tertentu mereka yang bermain game online di sana.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

CLOSE