Orang Tuntut Alfamart Perkara Kembalian Rp 100. Meski Terdengar Gila, Ini 5 Alasan Logis Dibaliknya

Buat kamu yang sering belanja di mini market, mungkin sering mendapat pertanyaan demikian. Nggak kalah seringnya, kita kerap mengangguk pertanda setuju saja. Ya untung-untung beramal, cuma Rp 100 ini. Tapi minggu kemarin sempat ramai diberitakan bagaimana seorang konsumen berani menggugat mini market Alfamart atas dasar ketidakjelasan ke mana berlabuhnya uang kembaliannya yang didonasikan tersebut.

Advertisement

Pelit amat sih, sampai uang 100 perak aja dipermasalahkan

Bukan besaran uang yang dipermasalahkan, tapi praktik yang seharusnya tak serta merta diterima oleh khayalak luas sebagai kebiasaan. Memang bagus jika banyak orang yang ternyata peduli untuk beramal, tapi penting juga untuk memahami bagaimana akhirnya uangmu akhirnya dimanfaatkan. Atau buat kamu yang sekadar tidak peduli atau tak punya waktu mempertanyakan nasib kembalian belanjamu yang cuma Rp 100, anggaplah paparan Hipwee di bawah ini sebagai sekadar informasi.

1. Sekitar 10 hari lalu, seorang pria bernama Mustolih, melaporkan pihak Alfamart perihal uang kembaliannya. Kasus yang terdengar sepele namun penting untuk ditindaklanjuti

Mustolih menggugat Alfamart.

Mustolih menggugat Alfamart. via cnnindonesia.com

Adalah Mustolih, konsumen yang berani mengusut persoalan tentang uang kembalian di mini market besar yang kerap diminta untuk didonasikan. Bukannya pelit, Mustolih yang berprofesi sebagai pengacara tersebut awalnya hanya meminta kejelasan saja dari kembalian yang didonasikan tersebut. Ketika diminta untuk menyumbangkan kembaliannya, Mustolih justru bertanya balik pada sang kasir Alfamart. Apa sumbangan tadi masuk dalam struk belanjaan? Pertanyaan yang dijawab Tidak oleh sang kasir itu lantas membikin Mustolih enggan untuk menyumbangkan kembaliannya.

Advertisement

Terkait kembalian yang diminta untuk didonasikan tersebut, sampai bikin Mustolih mengirim surat pada direktur Alfamart yang kemudian dibalas oleh badan publiknya Alfamart. Sayangnya, jawaban tersebut nggak menuntaskan kepenasaranan Mustolih. Hingga membikin pria asal Tangerang Selatan tersebut melaporkan pihak Alfamart kepada Komisi Informasi Pusat (KIP) pada 19 Desember lalu. Wah, jadi serius gini yah masalahnya.

2. Apa yang dialami Mustolih bikin kita akhirnya sadar akan satu pertanyaan penting: ke mana sih berlabuhnya uang kembalian yang didonasikan ke mereka?

Kembaliannya mau didonasikan, Mbak?

Kemana ya berlabuhnya uang donasi dari para konsumen? via blog.alfamartku.com

Pernah penasaran nggak sih siapa dan yayasan mana yang menerima donasi dari kembalian kita? Atau pernah nggak kamu berani menolak untuk nggak nyumbang? Setidaknya Mustolih membikin kita sadar bahwa sudah menjadi hak sebagai konsumen untuk mempertanyakan kemana berlabuhnya uang yang didonasikan. Supaya jelas dan nggak berburuk sangka pada pihak yang mini market yang bersangkutan. Biar kita bisa beramal dengan lega juga. Setuju nggak nih?

3. Akan menjadi melegakan bagi kita sebagai konsumen, manakala yayasan yang bakal menerima donasi juga turut disebutkan. Biar nggak menimbulkan prasangka buruk

Mungkin ini cara pihak Alfamart menjawab keresahan para konsumennya.

Alfamart mengadakan ini pada tahun 2015 via ekonomi.metrotvnews.com

Diharapkan setelah munculnya kasus ini ke permukaan publik, pihak dari mini market yang bersangkutan bisa lebih mempertimbangkan untuk menyebutkan nama yayasan atau pribadi yang menerima donasi. Mungkin bisa meniru beberapa supermarket ternama tanah air yang menyebutkan nama yayasan yang bersangkutan, menyumbang untuk PMI (Palang Merah Indonesia) misalnya. Atau jika tidak keberatan, uang kembalian konsumen yang didonasikan dilaporkan jumlahnya sudah mencapai berapa tiap bulannya. Bisa dilaporkan jumlahnya melalui website resmi mini market yang bersangkutan. Agak sedikit ribet sih, tapi ini atas nama transparansi.

Advertisement

4. Meski demikian, nggak sedikit juga konsumen yang ngerasa santai aja mendonasikan kembalian mereka. Yah, untung-untung beramal katanya

Selama kamu ikhlas-ikhlas aja ya nggak papah.

Selama kamu ikhlas-ikhlas aja ya nggak apa-apa juga via makassar.tribunnews.com

Mungkin kamu adalah salah satunya. Yup, menyumbang tanpa perlu berpikir pusing. Yang penting niatnya beramal. Mungkin karena kamu ngerasa nggak keberatan menyumbang Rp 100 – 500 setiap kali belanja di mini market seperti Alfamart atau Indomaret. Bagimu, selama niatmu baik untuk beramal, nggak ada yang perlu dimasalahkan. Kamu enggan direpotkan untuk memikirkan benar atau tidaknya sistem donasi ini. Yah, yang penting gue beramal. Entah benar didonasikan atau nggak, itu udah bukan urusan gue lagi.

5. Tapi, kembali lagi pada sebuah pertanyaan sederhana. Bukankah CSR itu diambil dari keuntungan perusahaan ya? #bukannya pelit

Kalau bisa sih lebih transparan lagi.

Aneh juga meminta kembali pada pelanggan via VIVA.co.id

Tahukah kamu, kalau CSR atau Corporate Social Responsibility biasanya adalah dana yang diambil dari keuntungan perusahaan. Adapun CSR yang diberlakukan oleh minimarket Alfamart dan Indomaret sengaja melibatkan para konsumennya. Kali ini kita coba untuk berpikir positif aja ya guys. Mungkin Alfamart dan Indomaret, berusaha menerapkan sifat gemar memberi pada para konsumennya. Sekali lagi ini masih kemungkinan.

Semua kembali lagi pada diri masing-masing dari kamu. Yang masih merasa punya hak untuk tahu kemana uang kembalian yang kamu donasikan berlabuh, monggo menelisik sistem donasi ini sampai tuntas dengan melibatkan bantuan dari YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia). Sementara buat kamu yang nggak keberatan mengikhlaskan Rp 100 – 500 uang kembalianmu, ya berharap saja uang tersebut digunakan untuk kebaikan. Setuju nggak nih?

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Belum bisa move on dari Firasat-nya Dewi Dee.

63 Comments

  1. Judulnya “… Ini 5 Alasan Logis Dibaliknya”, nomor 1 dan nomor 4 gak koheren sama judulnya.

  2. siapin aja uang receh buat bayar

  3. Setahuku indomaret di sumbangkan untuk unicef, soalnya saya mengikuti OA line unicef yg juga pernah share ttg sumbangan itu. Saya juga pernah bertanya ke kasir di sumbangkan kemana? Dan saya di suruh baca poster unicef di kaca toko. Berarti benar arahnya ke unicef. Saya tdk membela siapa2 hanya share pengalaman 🙂
    https://timeline.line.me/post/_dTSKtB3vkNc8Yns7DzfTNoI_O0Le_cWyrVEg6pE/1147556842205071500

  4. Orangtuaku pada protes, tp kok aku gapernah diminta donasi ya…

  5. Afank berkata:

    Maaf mohon di revisi, indomaret dan alfamaret itu tidak termasuk kategori Mini market melainkan Convinience Store.

  6. Kanaya Megantara berkata:

    Namanya beramal itu ridha lilahi taala…gak usah dibikin pusing uang itu kemana…itu urusan yg dititipkan uang dgn Alloh SWT…tugas kita tentunya sangat diringankan utk bersedeqah…klo msh mencari tau uang itu kemana…berarti kita gak ikhlas dong…dan menguaplah pahalanya….sodaqoh itu yg ikhlas yaa….

  7. Andrea Devi berkata:

    Mau disumbangkan / tdk, ngk masalah. Yg penting aku udah bayar���

  8. R Bayu Erlangga berkata:

    Plastik buat bungkus belanjaan aja harus bayar

  9. Arya Chandra berkata:

    Agar konsumen tidak merasa dirugikan alangkah lebih baik jika konsumen tersebut selalu berbelanja dengan uang pas

    menggunakan kartu debit atau kredit atau menggunakan uang elektronik atau e-money menjadi pilihan yang tepat agar tidak di tawarkan donasi

    jika konsumen merasa keberatan untuk berdonasi alangkah baiknya jika menolaknya itu semua mutlak keputusan konsumen

    selalu meminta struk donasi pada kasir jika di struk tidak tertera keterangan donasi konsumen wajib mengingatkan kasir

    cari tahu kemana sumbangan itu diberikan dengan melihat brosur yang di bagikan atau melalui website,jika kurang yakin dengan informasi di website konfirmasi dengan yayasan atau penyalur terkait sesuai yang tertera di website bisa melalui e’mail atau sosial media dari yayasan yang bersangkutan

    Jika konsumen merasa ragu dengan donasi yang di lakukan oleh kasir,konsumen bisa meminta untuk melakukan donasi sendiri melalui A-kios (sebuah display lcd untuk isi pulsa,pembayaran dan donasi) yang tersedia

  10. orang alay
    dia dikasih struk kan ada buktinya juga
    ngapain sampe nuntut segala
    toh nek aku jadi kasire kalo emang dia ngeyel dan kebetulan gak ada kembalian kasih ae 500 apa 1000 kan selesai

CLOSE