Ahli Jelaskan Munculnya Pulau Baru di Tanimbar Usai Gempa M7,5 Guncang Maluku

Baru-baru ini rentetan gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di Indonesia menjadi perhatian publik. Salah satunya gempa dahsyat yang mengguncang Maluku Tenggara pada Selasa (10/1) pukul 00.47 WIB kemarin. Usai diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,5 itu, masyarakat digegerkan dengan penemuan pulau baru di kepulauan Tanimbar.

Advertisement

Penemuan pulau baru itu juga meresahkan masyarakat, karena takut menjadi tanda bencana besar susulan. Namun, hal itu ternyata sebuah fenomena yang kerap terjadi akibat gempa. Berikut ini penjelasan para ahli terkait pulau baru di Tanimbar, Maluku.

Kemunculan pulau baru di Tanimbar disebut fenomena mud volcano

Pulau baru di Desa Teunema, Kecamatan Wuar Labobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku memang sempat menghebohkan masyarakat setempat. Namun, peneliti BMKG telah menyatakan bahwa hal tersebut merupakan fenomena alam biasa. Melansir dari DetikNews, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumu dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, pulau baru yang muncul usai gempa itu disebut mud volcano.

Advertisement

“Sebenarnya peristiwa alam semacam ini merupakan fenomena alam biasa yang dikenal dengan istilah kemunculan gunung lumpur atau populer disebut sebagai mud volcano,” kata Daryono, dinukil dari DetikNews.

Gunung lumpur atau mud volcano itu kata Daryono memang biasanya muncul di permukaan beberapa saat setelah gempa yang cukup kuat. Namun, nggak semua gempa kuat menghasilkan mud volcano, karena ada beberapa kondisi yang menyebabkan fenomena tersebut. Secara fisis, tekanan di dalam lapisan kulit bumi terakumulasi ketika cairan dan gas bawah tanah tidak dapat keluar akibat terjebak dalam lapisan sedimen.

Advertisement

“Material lunak ini terperangkap yang kemudian dapat menjadi overpressure jika ditekan oleh gaya tektonik atau karena adanya msukan gunjangan gempa kuat sebagai ‘input motion‘,” jelas Daryono.

Gempa akan memerikan tekanan lebih pada lapisan plastis di bawahnya, saat tekanan di lapisan yang lebih dalam mengendur tekanan menyebabkan ke luar. Kondisi tersebut memicu munculnya pulau baru seperti yang terjadi di Tanimbar. Namun, pulau itu bisa jadi akan menghilang dengan sendirinya, tergantung seberapa padat material yang membentuk dan luas daratan itu.

“Gunung lumpur alias pulau baru akhirnya terbentuk ketika cairan dan gas dalam bumi menemukan jalan keluar ke permukaan melalui rekahan batuan yang terbentuk akibat guncangan gempa yang kuat,” jelas Daryono lagi.

Munculnya pulau baru usai gempa yang kuat juga pernah terjadi saat gempa Aceh, gempa Nias, dan Lombok

Jika dianalisis dari model gempanya, gempa Maluku kemarin memang bisa menyebabkan kenaikan permukaan bumi. Melansir dari CNN Indonesia, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Maluku Herfien Samalehu menjelaskan gempa yang terjadi di Maluku merupakan gempa bermodel thrusting atau adanya patahan naik dari subduksi laut Banda.

Hal itu dilihat dari analisis lokasi hiposenter dan kedalaman gempa yang mencapai 130 kilometer. Sehingga menyebabkan kenaikan atau uplift daratan di Tanimbar. Sebagai fenomena alam yang cukup wajar usai gempa dahsyat, pula baru juga pernah terjadi di beberapa daerah lain, seperti Aceh dan Nias.

“Contohnya, beberapa kejadian gempa seperti gempa Aceh dan Nias. Usai gempa sempat terjadi pengangkatan di sekitar Pulau Simeuleu namun terdapat pula blok yang turu atau subsidence hingga satu meter di sepanjang garis pantai di Aceh,” kata Herfien dinukil dari CNN Indonesia.

Fenomena serupa juga terjadi di Lombok yang menyebabkan Pulau Lombok naik 25 sentimeter, hingga terlihat dari indikasi Peta Satelit. Sehingga, fenomena kemunculan pulau baru itu bukan pertama kalinya terjadi, hanya saja kenaikan material di Tanimbar terjadi di laut sehingga menjadi sebuah pulau baru. Bila hal itu terjadi di daratan maka permukaan tanah yang akan naik, seperti di Aceh, Nias, dan Lombok.

Terkait fenomena tersebut, Herfien mengimbau masyarakat supaya nggak panik, tetap tenang dan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau BMKG setempat, sehingga nggak terpancing informasi yang nggak bertanggung jawab terkain gempa bumi dan tsunami.

Sebelum kemunculan pulau baru di Tanimbar itu, BMKG memang telah mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami usai gempa dahsyat mengguncang wilayah tersebut. Peringatan tsunami itu bertahan hingga dua jam, sekitar pukul 03.00 WIB, peringatan itu dicabut, dan situasi kembali normal. Kendati akibat gempa itu juga menyebabkan kerusakan bangunan dan membuat masyarakat khawatir.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE