Keluarga Akidi Tio Jadi Sorotan, Sumbang Rp2 Triliun untuk Penanganan Covid-19 di Sumsel

Akidi Tio sumbang 2 triliun untuk Sumsel

Pandemi Covid-19 di Indonesia berdampak pada berbagai sektor, termasuk ekonomi masyarakat. Hal ini yang membuat sebagian orang empati mengulurkan tangan bagi sesama. Belakangan, publik dihebohkan dengan sumbangan senilai Rp2 triliun kepada pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk penanggulangan Covid-19. Diketahui dana hibah tersebut mengatasnamakan almarhum Akidi Tio dan keluarga, seorang pengusaha asal Langsa, Aceh Timur.

Advertisement

Dana yang diberikan secara sukarela mengejutkan berbagai pihak. Pasalnya nama sang pengusaha masih terdengar asing di masyarakat. Terlebih jumlahnya yang dinilai fantastis. Melansir dari CNN rata-rata anggaran belanja penanganan pandemi virus corona di RI saja, baru mencapai Rp5,78 triliun. Lantas, banyak publik yang penasaran akan sosok almarhum Akidi Tio. Berikut Hipwee berikan ulasannya supaya bisa menjadi motivasi.

Almarhum Akidi Tio merupakan usahawan yang salah satu fokusnya pada bidang kontainer. Ia mempunyai 7 orang anak yang semuanya juga merupakan pengusaha

Penyerahan dana secara langsung – sisi paling kanan (dokter keluarga) | Credit: Polda Sumsel

Melalui dokter keluarga mereka, Hardi Darmawan, dana sejumlah Rp2 triliun diberikan kepada Pemprov Sumatera Selatan. Mendiang Akidi merupakan pengusaha bergerak di bidang kontainer. Ia memiki tujuh orang anak yang semuanya sukses menjadi pengusaha. Satu anaknya menetap di Palembang, sementara sisanya di Jakarta.

Dipaparkan Hardi, mendiang merupakan filantropis yang sering memberikan santunan di sejumlah panti jompo kawasan Sumsel. Di masa pandemi, keluarga Akidi Tio memberi bantuan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri meskipun tak pernah dipublikasikan. Hanya saja kali ini terdokumentasi media, lantaran jumlahnya yang fantastis.

Advertisement

Hati keluarga Akidi tergerak membantu warga Sumatera Selatan karena dulunya almarhum pernah tinggal di Palembang. Ikatan tersebut lah yang membuat mereka menghibahkan dana ke “Bumi Sriwijaya” ini.

“Saya juga kaget saat ditelepon anaknya untuk menyerahkan bantuan ini karena memang nilainya besar,” papar dokter Hardi dikutip dari KompasSelasa (27/7).

Dijelaskan bahwa mendiang Akidi selalu mengingatkan anaknya untuk menyisihkan uang bagi keluarga tak mampu

Advertisement

Ilustrasi kumpulan uang | Credit: Mufid Majnun on Unsplash

Meski pemberitaannya kian viral di jagat maya, sumbangan yang diberikan tak menyebut nama anak-anak dari Akidi Tio. Justru hanya menyematkan nama sang ayah yang sudah berpulang ke hadapan Tuhan. Saat penyerahan dana tersebut pun diwakilkan oleh dokter keluarga, yang artinya mereka memang tak butuh atensi dari publik. Murni karena kedermawanan membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Mendiang bapak Akidi juga berpesan kepada anaknya, jika sukses dalam bidang usaha apa pun agar membantu orang miskin. Almarhum itu pengusaha di bidang pembesian dan kontainer,” papar Prof dr Hardi Darmawan.

Kemungkinan sebagian dana tersebut akan digunkan untuk menambah laboratorium PCR serta moda transportasi penyaluran oksigen. Sejumlah pejabat pun memberikan apresiasi tinggi

Kepala Dinas Sumsel, Lesty Nuraini mengungkapkan sebagian bantuan akan digunakan untuk mempercepat proses pemeriksaan dengan menambah jumlah laboratorium PCR, terlebih di sana moda transportasi untuk penyaluran oksigen masih minim. “Penambahan kapasistas lab diperlukan untuk mempercepat pemeriksaan. Juga ketersediaan transportasi untuk oksigen masih jadi kendala meskipun sehari Sumsel bisa produksi 33 ton oksigen medis,” jelas Lesty.

Gubernur Sumatera Selatan, Susi Pudjiastuti, hingga pengacara Hotman Paris mengungkapkan rasa terima kasi kasih dan respek atas sikap yang ditunjukkan oleh keluarga mendiang Akidi. Mereka berharap apa yang telah dilakukan bisa menjadi motivasi sekaligus penguat di masa sulitnya pandemi Covid-19.

“Ketulusan berbagi yang luar biasa. Respect dan apresiasi untuk Bapak Akidi dan keluarga. Semoga amal Bapak diblas oleh Tuhan Yang Maha Esa,” kata mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti melalui Twitter resminya.

Sebuah tindakan mulia yang manfaatnya bisa didapatkan masyarakat secara luas. Semoga bisa menjadi penyemangat bagi semua orang untuk selalu berbagi dan menjadi orang yang senantiasa rendah hati untuk orang sekitar.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE