Aksi Main Hakim Sendiri Terjadi Lagi. Dua Orang di Medan Tewas Dikeroyok Setelah Diduga Curi Helm!

Aksi main hakim sendiri di Medan

Aksi main hakim sendiri kembali terjadi di negara yang katanya negara hukum ini. Kali ini perbuatan keji tersebut terjadi di Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara. Kejadian nahas itu terjadi pada Rabu lalu (20/2) di kawasan kampus Universitas Negeri Medan dan menewaskan dua orang yang masih “terduga” melakukan tindak pencurian helm. Dilansir dari CNN, kejadian ini dibenarkan oleh pihak Kasubdit Penmas Humas Polda Sumatera Utara, AKBP MP Nainggolan. Ia mengatakan bahwa terkait kejadian ini Polsek Percut Sei Tuan sudah menerima laporan atas tewasnya 2 korban. Sampai saat ini pihak berwajib tersebut masih melakukan penyelidikan untuk menetapkan tersangka di balik aksi main hakim sendiri tersebut.

Advertisement

Aksi main hakim sendiri ini sudah berulang kali terjadi. Mirisnya, kasus kali ini melibatkan massa yang diduga dari pihak mahasiswa dan sekuriti kampus sendiri

View this post on Instagram

Astagfirullahallazim.. blum ditanyo kebenarannyo lgsung maen keroyok sampai tewas cak itu. Laju sapo yg nak tanggungjwb. . Mohon bantuannya kepada teman2 instagram. Bagi siapapun yg mengenal orang2 yg melakukan tindak penganiayaan dalam video ini tlg kabari saya. Sepupu saya Stefanus Sihombing bersama temannya Silalahi dituduh maling sepeda motor padahal milik sendiri krn tidak membawa STNK Kemarin 19 FEBRUARI sekitar pukul 18.00 WIB di salah satu universitas di Medan. Mereka dianiaya hingga meninggal dan sekarang sedang menjalani otopsi. Kami telah membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan. • Mohon bantuannya teman2 agar keadilan dapt ditegakkan dan para pelaku dapat ditangkap. • 1.Terutama pria berbadan gemuk memakai baju biru dongker, 2.para satpam, 3. pria dengan topi kemeja batik biru dan jeans hitam, 4.pria dengan jaket hoodie biru dongker. Video @febe_sihombing • Video dan CAPTION @ViralUpdates @59detik _ #59DetiK #ViralUpdates #medan

A post shared by PALEMBANG TERKINI, SUMSEL (@palembangterkini) on

Dikutip dari Detik, Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan bahwa kedua korban yang diduga mencuri helm tersebut diamankan oleh massa yang (diduga) berasal dari pihak mahasiswa dan sekuriti kampus. Kemudian korban tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Pertanyaan ini diperkuat dengan beredarnya video yang diunggah oleh akun Palembangterkini. Pada video kedua yang diunggah, terlihat salah satu korban ditangkap dan dipukuli beberapa laki-laki. Beberapa di antara laki-laki tersebut terlihat jelas menggunakan pakaian satpam.

Advertisement

Masih diduga curi helm, massa terpancing emosi. Sampai banyak orang yang mengumpat dan merekam “aksi main hakim sendiri” ini

Korban ditendang dan divideokan oleh massa – Cr. Palembangterkini via www.instagram.com

Kalau sudah emosi, manusia sering kali bertingkah seolah tak memiliki hati nurani. Berbekal informasi “telah mencuri helm” 2 korban (JS dan SS) dipertontonkan dengan dua tangan yang diikat ke belakang. Pada video pertama di akun Palembangterkini bisa dilihat bahwa korban juga mendapat tendangan oleh orang-orang yang menonton. Tak puas dengan itu, kejadian main hakim sendiri ini juga menjadi sasaran umpatan orang-orang sekitar yang melihat. Beberapa di antaranya bahkan mengumpati sembari merekam ketidakberdayaan kedua korban ini.

Keluarga korban jelas tak terima. Mereka minta kepolisian usut tuntas sampai ke akar-akarnya!

Korban JS disemayamkan di rumah duka – Photo by M Fadli Taradifa/Tribun Medan via medan.tribunnews.com

Tewasnya JS dan SS jelas membuat pihak keluarga kedua korban tak terima. Dilansir dari CNN, salah satu pihak keluarga korban telah melaporkan kasus main hakim sendiri ini pada pihak berwajib. Pun salah satu istri korban membantah bahwa suaminya melakukan aksi pencurian. Menurutnya, aksi main hakim sendiri ini terjadi saat suaminya akan keluar dari kampus Unimed. Kemudian dihadang pihak sekuriti karena tidak bisa menunjukkan STNK kendaraan.

Advertisement

“STNK atas nama saya dan saat itu dibawa ke Pinang. Gara-gara STNK ini jadi dibilang merasa kehilangan motor. Dituduhlah mencuri helm. Jadi kami sekeluarga nggak terima. Harus dapat pelaku yang memukul suami saya. Apalagi satpam. Satpam harus tertangkap semua. Saya nggak ikhlas suami saya mati seperti binatang.” – Dikutip dari CNN

Kasus main hakim sendiri ini pun mengingatkan kita pada kejadian yang menimpa MA. Laki-laki yang dituduh mencuri amplifier masjid dan dibakar hidup-hidup di hadapan massa. Mau sampai kapan sih aksi norak dan amoral ini terus dilakukan? Padahal kalau emosi bisa sedikit ditahan dan menunggu pihak berwajib datang, nyawa manusia jelas nggak akan sia-sia melayang.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Not that millennial in digital era.

CLOSE