Dewasa ini, tato sudah menjadi tren riasan tubuh yang semakin populer. Terlepas dari adanya larangan pada keyakinan tertentu, makin banyak orang tertarik menghiasi tubuhnya dengan tato permanen. Alasannya pun bermacam-macam. Dari yang ingin mengabadikan nama orang terkasih, sampai untuk mengingat hari istimewa, atau juga yang ingin sekadar tampil beda dan keren. Demi bisa mengabadikan sesuatu secara permanen di tubuh mereka, orang rela membayar mahal dan menahan rasa sakit untuk mendapatkan tato permanen. Banyak juga sih yang akhirnya menyesal dengan tato permanennya.

Nah berbeda dengan keyakinan banyak orang bahwa tato permanen itu akan bertahan selamanya, tato jenis ini sebenarnya bisa dihapus. Tapi memang menghapus tato itu sulit banget. Karena sifatnya yang permanen, dibutuhkan metode khusus dan waktu yang tidak sebentar untuk bisa hilang sempurna tanpa bekas. Itu pun dengan efek samping yang menyertai. Makanya banyak orang akhirnya justru memilih untuk menutupi tato lama yang tidak inginkan lagi dengan tato baru. Repot banget ya~ Nah bagi yang penasaran gimana sih tato permanen itu dihapus, yuk baca sampai habis ulasan Hipwee News & Feature ini!

Pada proses pembuatannya, tinta tato yang disuntikkan masuk ke dalam lapisan kulit yang paling dalam dan butuh waktu yang cukup lama untuk memudar

partikel tinta tato masuk hingga lapisan kulit paling bawah via tatto.pfservices.us

Advertisement

Dijelaskan Livescience, ketika jarum tato mulai menusuk kulit, sistem kekebalan tubuh akan mengenali zat tinta tersebut sebagai penyusup asing. Sel darah putih sebagai agen kekebalan tubuh akan meresponnya dengan mengirim pasukan untuk melawan dengan menelan pigmen tinta sebelum masuk ke dalam jaringan kulit dermis. Sel-sel pemakan yang disebut fagosit ini mengawal partikel tinta ke hati yang akan memproses dan menyekresikan partikel tinta keluar dari dalam tubuh.

Sayangnya, partikel tinta jauh lebih besar dan lebih banyak dari sel darah putih. Padahal, pigmen tato sudah tertahan di bagian tengah lapisan kulit bersama dengan satu jenis sel darah putih yang disebut makrofag, tujuannya agar pigmen tato nggak ikut terkelupas dengan sel kulit mati. Akhirnya, fibroblas (sel-sel yang memproduksi kolagen) menguncinya bersama jaringan di bawah kulit. Ini yang membuat tato membutuhkan waktu cukup lama untuk memudar.

Warna dan jenis tato serta warna kulit orang yang ditato juga turut memengaruhi sulitnya menghilangkan tato dari tubuh

tato warna merah, jingga dan putih lebih susah dihilangkan via hotrodtat2.com

Dilansir Hello Sehat, warna tato tertentu seperti hitam, hijau, dan biru gelap akan lebih mudah dihilangkan ketimbang merah, jingga, dan putih. Sedangkan untuk warna kulit, orang dengan kulit berwarna gelap yang punya lebih banyak kolagen akan lebih sulit dihilangkan tatonya ketimbang orang dengan warna kulit lebih terang. Nggak cuma itu, risiko bekas luka atau kehilangan pigmen kulit alami lebih berisiko pada mereka yang kulitnya gelap meski proses penghilangan tato dilakukan dengan menggunakan teknik laser sekalipun.

Memang ada beberapa teknik medis tertentu untuk menghilangkan tato, tapi tetap ada konsekuensi yang nggak bisa dihindari

ada konsekuensi di balik proses penghilangan tato via www.youtube.com

Advertisement

Ada beberapa teknik (bertarif mahal) yang ditawarkan untuk menghilangkan tato permanen di kulit seperti teknik laser, dermabrasi hingga operasi pengangkatan jaringan kulit. Tapi jangan ekspektasi berlebihan dulu, tato nggak bisa hilang begitu saja tanpa meninggalkan bekas luka. Penghapusan tato yang bisa jadi sangat menyakitkan dan diikuti sensasi kulit terbakar ini, seringkali bikin warna kulit nggak bisa kembali seperti sedia kala. Prosesnya pun nggak cukup hanya sekali tindakan untuk menghapus tato secara sempurna.

Intinya, cepat atau lambatnya penghapusan tato tergantung pada kualitas tato, baik warna maupun ukuran juga warna kulit, usia, kedalaman pigmen tato, dan jenis tato yang dimiliki. Jadi, antara satu orang dengan lainnya akan menjalani prosedur dan mendapatkan kualitas hasil yang berbeda-beda.

Tato permanen memang dibuat untuk menempel di kulit dalam waktu yang cukup lama hingga bertahun-tahun. Meski ada beberapa tindakan medis yang bisa menghapus tato permanen, perlu kesabaran dan juga biaya yang nggak murah untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Jika pun sudah dilakukan, hasilnya tentu nggak bisa dijamin kesempurnaannya, karena tergantung dari kondisi kulit maupun tato yang ingin dihilangkan. Kalau sudah tahu fakta ini, semoga kamu yang belum bertato dan ingin menato tubuh semakin bijak untuk memutuskan, dan kamu yang ingin menghilangkan tato nggak berekspektasi terlalu jauh soal hasilnya, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya