Selain Pangeran Harry dan Meghan Markle, 9 Keluarga Kerajaan Ini Juga Mundur dari Tahtanya

Anggota kerajaan mundur

Belum lama ini kabar mengejutkan datang dari Pangeran Harry dan Meghan Markle. Setelah kembali dari cuti panjangnya, pasangan yang bergelar Duke of Sussex dan Duchess of Sussex ini mengumumkan mundur sebagai anggota senior royal family dan memilih bekerja agar mandiri secara finansial. Melalui akun Instagram resmi @sussexroyal, keduanya juga mengaku akan lebih banyak membagi waktu antara Inggris dan Amerika Utara – tanah kelahiran Meghan. Keputusan itu pun diakui demi anak mereka, Archie, agar ia mengenal tradisi dan budaya dua negara sekaligus.

Jika ditelusuri, sebenarnya tidak hanya Harry dan Meghan saja yang mundur dari tahta. Dalam sejarah kerjaan di berbagai negara, terdapat beberapa anggota kerajaan di masa lalu yang melakukannya. Mereka pun mundur disertai alasan-alasan tertentu. Siapa saja dan apa alasannya? Simak berikut ini.

1. Ibu dari Pangeran Harry, Lady Diana mundur dari posisinya di Kerajaan Inggris setelah bercerai dengan Pangeran Charles. Meski begitu, dia tetap dapat beberapa fasilitas anggota kerajaan

Lady Diana dan kedua putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry via www.harpersbazaar.com

2. Kasus besar pelecehan seksual yang menimpa Kerajaan Inggris di 2019 menyeret adik Pangeran Charles, yakni Pangeran Andrew untuk mundur dari tugas-tugas publik

Pangeran Andrew via www.forbes.com

3. Untuk menikahi Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip rela meninggalkan gelar Kerajaan Denmark dan Yunani. Mereka langgeng sampai sekarang

Pangeran Phillip dan Ratu Elizabeth saat muda via www.hellomagazine.com

4. Pada 1936, kakak tertua Ratu Elizabeth II, Raja Edward VIII turun tahta supaya bisa menikahi Wallis Simpson — seorang janda dari Amerika Serikat. Pada Juni 1937, Simpson dan Edward menikah

Raja Edward VIII via nypost.com

Kalau misalkan Raja Edward VIII tidak mundur, ayah Ratu Elizabeth II yang berkuasa sekarang tidak akan jadi raja dan mewariskan tahtanya pada putrinya. Kisah Pangeran Harry dan Meghan Markle bahkan sering disebut-sebut mirip atau reinkarnasi cerita cinta Raja Edward VIII dan Wallis Simpson, karena keduanya sama-sama mundur dari posisinya atas nama cinta.

5. Anak-anak Putri Anne, adik perempuan Pangeran Charles, juga ‘mundur’ dari posisinya dalam keluarga kerajaan. Sejak lahir, Putri Anne tidak ingin anak-anaknya menyandang posisi atau gelar kerajaan

Anak-anaknya, Zara dan Peter justru mengaku beruntung tidak memiliki posisi kerajaan via www.popsugar.com

6. Di Jepang, ada Putri Ayako yang juga meninggalkan tahtanya di Kekaisaran Jepang untuk menikah dengan seorang karyawan di perusahaan pelayaran pada 2018 lalu

Princess Ayako via edition.cnn.com

7. Sebelumnya pada tahun 2005, putri dari Kekaisaran Jepang lainnya Putri Sayako juga menyerahkan gelarnya untuk menikahi warga sipil biasa, Yoshiki Kuroda. Sejak saat itu, makin banyak putri kerajaan Jepang ‘mundur’

Putri Sayako. via www.mnn.com

8. Puteri Ubolratana Rajakanya keluar dari Kerajaan Thailand agar bisa menikah dengan pria Amerika Serikat. Setelah bercerai, dirinya kembali dan mendapat gelar “Tunkramom Ying” yang berarti “Putri Bupati Ratu”

Putri Ubolratana Rajakanya via humanlife.asia

9. Kerajaan Swedia juga punya daftar bangsawan yang mundur dari tahta. Pada 1946, Pangeran Carl Johan menikahi jurnalis Kerstin Wijkmark. Lalu ada paman buyutnya di tahun 1888 dan sepupunya yakni Lennart pada 1932

Carl Johan dan Kerstin Bernadotte via www.nytimes.com

Menjadi bagian dari keluarga kerajaan ternyata nggak seindah yang ada dalam cerita dongeng. Banyak hal yang membuat para bangsawan ini memilih mundur dari tahtanya. Btw, semoga keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle, serta bangsawan lainnya untuk mundur dari kerajaan adalah yang terbaik.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE