Kita sudah sangat mengenal istilah minuman atau makanan kemasan. Tapi bagaimana dengan produk “udara kemasan”? Kalau makanan dan minuman kemasan, kita bisa dengan mudah membayangkan softdrink atau minuman kotak dan snack ringan yang biasa jadi teman bergadang. Tapi kalau dengar istilah “udara kemasan”, apa yang kamu bayangkan? Udaranya dimasukan dalam kaleng, begitu?

Aneh dan terdengar seperti lelucon, tapi ini benar-benar terjadi. Beberapa waktu lalu BBC melaporkan bahwa ada perusahaan bernama Vitality yang bergerak di bidang jual beli udara kemasan. Pepatah populer yaitu “di dunia ini cuma bernapas aja yang benar-benar gratis“, agaknya nggak berlaku lagi. Buktinya udara sudah bisa diperjualbelikan. Buat yang penasaran, lihat deh ulasan selengkapnya Hipwee News & Feature.

Gara-gara udara bersih di perkotaan makin minim, perusahaan yang bernama Vitality ini mulai memperjualbelikan “udara kemasan”

Produk udara kemasan Vitality via edition.cnn.com

Advertisement

Perusahaan asal Alberta, Kanada, ini literally menjual udara kemasan. Tepatnya udara bersih, segar, dan bebas populasi dari area pegunungan. Dibanding daerah perkotaan yang sudah penuh polusi industri dan kendaraan bermotor, udara di pedesaan dan pegunungan jelas jauh lebih layak hirup. Nah udara segar dari area yang bebas polusi inilah yang dikemas dalam bentuk botol.

Mirip-mirip dengan kemasan pengharum ruangan. Udara kemasan ini juga dilengkapi dengan semprotan dan masker, untuk kemudian dijual ke orang kota yang butuh udara segar. Cina, India, Korea Selatan, dan negara-negara besar yang krisis udara segar menjadi target pasarnya.

Uniknya lagi, awalnya “udara kemasan” ini kado lucu-lucuan lho. Siapa sangka ternyata banyak yang mau membelinya

Ternyata banyak yang butuh udara segar via www.sfgate.com

Kok bisa sih orang kepikiran mau jualan udara? Latar belakang dari Vitality ini cukup unik. Awalnya udara kemasan ini dijual sebagai kado untuk lucu-lucuan. Kalau sahabat terbaikmu ultah dan kamu nggak tahu lagi mau ngasih kado apa, mungkin bisa dicoba dengan memberinya kado udara kemasan. Meski awalnya bercanda, siapa sangka kemudian banyak permintaan.

Advertisement

Saat ini Vitality sudah berhasil menjual 10.000 botol perbulan di Cina dan bahkan sudah buka cabang di India. Bukan angka yang main-main untuk produk yang menyimpang dari rencana awal.

Vitality bukan satu-satunya. Agaknya dunia memang mulai darurat udara layak

“Beternak” udara via www.youtube.com

Tren jualan udara ini sepertinya mulai merebak. Selain Vitality di Kanada, ada juga Aethaer asal UK yang juga menjalani bisnis yang sama. Udara segar dari pedesaan Inggris dikumpulkan dengan metode “air farming” dan ditampung dalam guci atau kendi. Bedanya, bukan hanya untuk kebutuhan udara segar, produk dari Aethaer ini juga punya nilai estetika sehingga bisa dijadikan pajangan saja.

Karena harganya mahal, Aethaer juga memproduksi masker anti-polusi. Jadi udara kemasan dijual untuk orang berduit, masker anti-polusi dijual untuk yang uangnya pas-pasan.

Syukurilah setiap udara segar yang masih bisa kamu rasakan secara gratis. Pasalnya, harga udara kemasan ini ternyata nggak murah

Udara segar mahal harganya via www.lifegate.com

Dengan teknik pengambilan yang lumayan merepotkan (harus ke desa-desa yang bebas polusi), berapa harga untuk satu botol udara kemasan? Yang jelas nggak murah. Vitality menjual satu botol udara kemasan seharga US$24 atau sekitar Rp300 ribuan. Satu botolnya bisa untuk 160 kali pernafasan. Sementara itu, Aethater menjual satu kendi udara kemasan seharga US$103 atau sekitar Rp1,3 juta. Wow, sebuah harga yang fantastis untuk udara yang bisa kita hirup dengan bebas sehari-hari.

Di banyak negara, krisis udara bersih jadi masalah utama. Jutaan nyawa melayang karenanya

Polusi udara jadi ancaman yang nyata via www.zerohedge.com

Apa sebegitu parahnya udara sampai orang berbondong-bondong membeli udara yang katanya lebih sehat? Masalah polusi udara memang bukan hal yang bisa dianggap enteng. Kombinasi antara asap pabrik, asap kendaraan, bencana alam, dan lain sebagainya menjadikan oksigen di bumi kita nggak sebagus 500.000 tahun yang lalu.

Tahun 2014 lalu WHO merilis data bahwa di tahun 2012 sekitar 7 juta orang tewas karena udara yang tercemar, 3 juta diantaranya terjadi di Cina dan India. Bukan cuma infeksi saluran pernafasan dan bencana asap seperti yang terjadi di Riau saja, udara yang tercemar juga berkaitan dengan berbagai penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, stroke, hingga kanker.

Secara medis, apakah udara kemasan ini bisa memperpanjang usia memang masih diperdebatkan. Bahkan menurut beberapa dokter itu hanya gimmick semata yang cuma buang-buang duit. Apalagi udara kemasan ini dijual dengan harga yang nggak bisa dijangkau sembarang orang. Tapi kalau sampai udara saja diperjual-belikan, berarti situasi bumi kita memang sudah benar-benar gawat.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya