Atraksi Gajah di Way Kambas Ditutup Permanen, Diganti Wisata Edukasi

Taman nasional memang nggak hanya jadi tempat perlindungan bagi satwa dan tumbuhan langka, tapi juga jadi tempat wisata. Seperti Taman Nasional Way Kambas yang merupakan tempat perlindungan gajah. Di Way Kambas, wisatawan nggak hanya bisa melihat gajah di alam liar, tapi juga melihat atraksi dengan menunggangi gajah.

Advertisement

Namun, kini atraksi gajah di Way Kambas sudah resmi ditutup secara permanen, loh. Penutupan ini disebabkan karena gajah-gajah di Way Kambas selama ini dinilai terlalu banyak dilibatkan dalam menghibur wisatawan. Evaluasi mendalam juga dilakukan oleh pihak pengelola supaya gajah-gajah di sana bisa lebih sejahtera sesuai dengan tujuan taman nasional sebagi tempat perlindungan para satwa.

Way Kambas telah melakukan evaluasi selama pandemi sebelum menutup atraksi gajah

Taman Nasional Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, sebenarnya sudah ditutup sementara sejak pandemi. Penutupan itu sekaligus sebagai momen untuk pembenahan tata kelola dan pemeliharaan gajah-gajah di sana. Selama penutupan itu evaluasi juga dilakukan Way Kambas sebagai pusat konservasi gajah segaligus taman wisata.

Melansir dari CNN Indonesia, Humas Taman Nasional Way Kambas Sukatmoko menuturkan pengelola memutuskan melakukan evaluasi untuk menciptakan tempat konservasi yang ramah gajah, menutup kegiatan atraksi dan menunggangi gajah bagi wisatawan secara permanen.

Advertisement

“Kami mengevaluasi wisata yang lebih baik lagi. Kami coba membuat Way Kambas wisata yang ramah gajah. Salah satunya kita coba meniadakan kegiatan yang jadi favorit pengunjung, atraksi dan tunggang gajah kita tiadakan,” kata Sukatmo, dinukil dari CNN Indonesia.

Lebih lanjut Sukatmo juga menuturkan bahwa selama ini gajah-gajah di Way Kambas terlalu banyak dilibatkan dalam aktivitas untuk memuaskan wisatawan. Diketahui, wisatawan biasanya mencoba berbagai kegiatan menarik seperti menyaksikan atraksi gajah, menunggangi gajah, dan meminta gajah untuk menendang bola. Kegiatan tersebut dinilai membebani gajah. Padahal sebagai taman nasional Way Kambas seharusnya melindungi dan menjamin kehidupan gajah tanpa gangguan, termasuk untuk kepentingan wisata.

Atraksi gajah di Way Kambas akan diganti dengan wisata edukasi pemeliharaan gajah

Advertisement

Setelah penutupan Way Kambas untuk kepentingan wisata dan momen evaluasi, taman nasional itu akan dibuka kembali pada pertengahan 2023 mendatang. Namun, dengan adanya penutupan atraksi gajah secara permanen itu, tentunya akan ada perubahan terkait aktivitas wisatawan yang datang.

Sebagai Taman Nasional dan pusat konservasi, Way Kambas akan membuat konsep wisata edukatif terkait pemeliharaan gajah. Hapannya, wisatawan yang berkunjung bisa memperoleh pengalaman dan edukasi tentang gajah sebagai hewan yang dilindungi.

“Kemudian pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan gajah, contohnya ikut memandikan gajah, melakukan cek kesehatan, memberi makan gajah ataupun ikut menggembala gajah,” terang Sukatmoko.

Selain itu, wisatawan juga bisa mengamati perliaku gajah langsung di alam bebas, misalnya saat gajah digembalakan secara bebas untuk mencari makan dan berinteraksi dengan kelompoknya. Di sini wisatawan bisa mengamatai dari jauh melalui tempat yang sudah disediakan.

Konsep wisata baru di Way Kambas ini diharapkan nggak hanya menjadi sarana hiburan wisatawan tapi juga bisa mendapat manfaat berupa pengalaman yang lebih baik, ketimbang melihat gajah atraksi dan menungganginya. Selain itu, manfaat untuk gajah juga bisa menciptakan alam yang lebih ramah gajah, karena mereka ngga perlu tertekan ketika dipaksa untuk melakukan perintah-perintah seperti ditunggangi dan atraksi.

Wisata menunggangi satwa atau atraksi satwa memang cukup menghibur dan jadi daya tarik pengunjung. Namun, seringkali juga membuat para satwa jadi terganggu karena dipaksa memuaskan wisatawan. Apalagi saat pengunjung cukup ramai. Konsep wisata baru di Way Kambas bisa jadi contoh nih, buat diterapkan di Taman Nasional lain. Gimana, apakah kamu tertarik berkunjung ke Way Kambas?

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE