Di dunia ini mungkin jarang ada orang yang nggak suka gorengan. Apalagi di Indonesia, kayaknya semua makanan ujung-ujungnya selalu digoreng. Nggak cuma lauk aja, kita juga biasa menemukan buah yang digoreng, kayak pisang, nanas, atau nangka. Sayuran aja yang umumnya direbus atau dikukus, di tangan abang-abang warung makan pinggir jalan, sayur bisa berubah jadi gorengan lho. Hayo, siapa yang hobi pesan kol goreng setiap makan di warung penyetan? Atau jajan brokoli dan jamur goreng di gerobak depan sekolah?

Ternyata teknik memasak dengan menggoreng ini punya sejarah panjang di Indonesia lho. Katanya sih, sejak masyarakat dulu mengenal teknik ini, popularitas makanan yang digoreng mendadak jadi meningkat. Mungkin karena emang dari dulu suka yang goreng-gorengan, orang jadi terinspirasi buat menggoreng sayuran, salah satunya kol ini. Jadi gimana sih Indonesia bisa mengenal teknik menggoreng? Dan kenapa kita sebaiknya mengerem kebiasaan makan kol goreng? Simak ulasan Hipwee News & Feature kali ini guys.

Teknik memasak dengan menggoreng ini kabarnya diperkenalkan pertama kali oleh orang-orang Cina yang datang ke Indonesia

Diperkenalkan pendatang dari Cina via www.onlymyhealth.com

Advertisement

Makanan di Indonesia punya sejarah yang cukup panjang, nggak kalah sama sejarah manusia itu sendiri. Soalnya ‘kan makanan emang udah jadi kebutuhan pokok manusia. Layaknya teknologi, yang namanya teknik memasak ternyata juga mengalami evolusi lho guys. Zaman dulu mungkin cuma dikenal beberapa cara mengolah makanan. Kalau dibandingkan sama sekarang jelas udah jauh lebih maju.

Di Indonesia, teknik menggoreng diperkenalkan pertama kali oleh para pendatang dari Cina. Waktu itu sekitar tahun 2000 SM, mereka membawa metode memasak yang dinamakan stir-frying (fan chao) atau menumis (menggoreng dengan minyak sedikit). Selain itu, masyarakat juga mulai mengenal deep-frying (zha) atau menggoreng dengan minyak banyak. Kedua teknik menggoreng itu sampai sekarang masih lazim digunakan.

Selain teknik memasak, orang-orang Cina juga dikenal kelihaiannya membuat nasi dengan digoreng (nasi goreng), yang sekarang udah makin bervariasi

Nasi goreng Cina via pixabay.com

Nggak cuma metode memasaknya, hidangan orang Cina pun juga banyak diserap dan dipraktikkan sama nenek moyang kita, salah satunya nasi goreng. Sekarang hidangan itu udah makin banyak variannya. Ada yang dipadukan sama rempah-rempah asli Indonesia, atau bumbu dan hidangan yang dibawa negara lain ke sini. Jadi intinya semakin tambah tahun, orang jadi makin punya banyak inspirasi memasak.

Meski secara umum dunia kuliner udah begitu berkembang, tapi cara memasak dengan digoreng nggak pernah kehilangan penggemar. Buktinya gorengan selalu laris manis

Gorengan favorit sejuta umat via style.tribunnews.com

Advertisement

Zha atau teknik menggoreng dengan banyak minyak, ternyata jadi yang paling digemari di Indonesia. Lihat aja abang-abang gorengan yang hampir nggak pernah sepi pembeli. Saat di meja makan ada gorengan, pasti itu jadi yang paling cepat habis dibandingkan olahan sayur atau makanan basah lainnya. Nggak cuma di Indonesia, gorengan juga banyak jadi primadona di negara lain; Jepang dengan tempuranya, Amerika dengan ayam gorengnya, Inggris dengan fish and chipsnya, dll.

Nah di Indonesia, ternyata yang bisa jadi gorengan nggak cuma lauk aja, bahkan sayur juga sering berakhir di penggorengan. Padahal sayur bisa kehilangan nutrisinya kalau kena minyak panas

Kol goreng favorit banyak orang via www.idntimes.com

Salah satu sayur goreng favorit orang Indonesia adalah kol goreng. Seperti sayuran pada umumnya, kol mengandung nilai gizi yang tinggi. Kalau kata dr. Natasha Alexander, kol mengandung vitamin C, vitamin K, vitamin B6, vitamin B1, asam folat dan sumber energi lain seperti karbohidrat, protein, kalsium, kalium, dan thiamin. Semua itu berguna banget untuk kesehatan tubuh. Tapi, cara mengolah dengan cara digoreng, katanya malah bisa menghilangkan nutrisi baik di dalamnya lho. Apalagi beberapa vitamin kayak vitamin C dan B itu paling nggak tahan panas guys.

Selain nutrisinya bisa hilang, minyak yang udah dipakai menggoreng berkali-kali juga bisa meningkatkan radikal bebas sebagai pemicu kanker

Minyak yang sudah hitam kayak gini berbahaya banget via borneosinergy2.com

Belum lagi biasanya, warung-warung pinggir jalan itu pakai minyak yang udah berkali-kali dipakai. Padahal minyak ini bisa mengeluarkan radikal bebas yang merupakan zat karsinogenik lho. Bahaya banget kalau sampai ada di makanan yang kita makan, dampaknya bisa jadi pemicu kanker. Duh, ngeri ya, padahal buat anak kos yang uang jajannya terbatas, warung penyetan dan lalapan pinggir jalan itu surga banget!

Lemak jenuh yang terkandung dalam kol goreng juga bisa memicu penyakit jantung. Seram lho, apalagi kalau terlalu sering dikonsumsi

Lemak jenuh memicu kolesterol dan penyakit jantung via pinkkorset.com

Nah, makanan goreng-gorengan ini juga sarangnya lemak jenuh guys. Lemak jenuh ini kalau terlalu banyak dikonsumsi bisa memicu kolesterol jahat dalam darah yang merambat ke penyakit jantung, stroke, serta diabetes tipe 2. Yang enak di lidah emang nggak selalu sehat guys. Jadi pintar-pintar aja dalam memilih makanan ya!

Kalau mau nutrisi sayuran tetap terjaga, mending hindari cara mengolah dengan digoreng. Dikukus atau direbus akan jauh lebih baik lho. Kalau sayurnya punya kandungan vitamin larut air (kayak brokoli, wortel, kembang kol, dan bayam), lebih baik pilih dikukus aja pakai panci khusus atau microwave.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya