Selamat! Bagas/Fikri Juara Ganda Putra All England 2022

Pasangan ini berhasil mengalahkan senior mereka Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

Pasangan ganda putra asal Indonesia, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri (Bakri) berhasil meraih gelar juara All England 2022. Mereka mengalahkan peringkat 2 dunia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (The Daddies) di Babak final Minggu, 20 Maret 2022. Saat ini Bakri menempati ranking 28 dunia. Bahkan setelah All England 2022 ini, Bakri bisa menempati peringkat Top 25 Dunia.

Advertisement

Bagas Maulana atau yang akrab disapa Bagas merupakan pebulu tangkis yang lahir di Cilacap, 20 Juli 1998. Sementara pasangannya Muhammad Shohibul Fikri atau akrab disapa Ibul atau Fikri ini, merupakan pebulu tangkis yang lahir di Bandung, 15 November 1999. Pasangan muda ini mempunyai julukan pasangan Bakri.

All England Open 2022 sendiri adalah sebuah turnamen bulu tangkis yang diadakan di Arena Birmingham, Birmingham, Inggris dari tanggal 16 hingga 20 Maret 2022. Yang merupakan turnamen kelima dari Tur Dunia BWF 2022, dan bagian dari Kejuaraan Bulu Tangkis Terbuka All England, yang telah diadakan sejak tahun 1899. Turnamen ini diselenggarakan oleh Badminton England dengan sanksi dari Badminton World Federation.

Sobat Hipwee, untuk mengetahui perjalanan pasangan Bakri ini ini bisa memenangkan All England 2022, yuk simak informasinya berikut ini

Advertisement

Perjalanan Bagas/Fikri hingga memenangkan All England 2022

Perjalanan Bagas/Fikri hingga menangi All England 2022

Perjalanan Bagas/Fikri hingga menangi All England 2022 | Credit: @badminton.ina

Melansir dari Aksara Jabar.com (21/3), berikut ini catatan pertandingan perjalanan Bagas/Fikri hingga berhasil memenangkan All England 2022:

  1. Babak 32 besar melawan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (Indonesia) dengan skor 21-18, 21-19
  2. Babak 16 besar melawan peringkat 8 dunia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia) dengan skor 24-22, 13-21, 21-17
  3. Babak Perempat Final melawan peringkat 3 dunia, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) dengan skor 16-21, 21-16, 22-20
  4. Babak Semi Final melawan peringkat 1 dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia) dengan skor 22-20, 13-21, 21-16
  5. Babak Final melawan peringkat 2 dunia (The Daddies), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dengan menang telak 21-19, 21-13

Bagas/Fikri menceritakan kunci kemenangan mereka dari The Daddies ialah tampil dengan pola menyerang, namun tetap menjaga ketenangan dan tidak banyak melakukan kesalahan. Fikri mengatakan bahwa ia dan Bagas selalu fokus menambah poin satu demi satu, tidak memikirkan menang atau kalah. Pencapaian sampai final baginya sudah luar biasa.

Advertisement

Rasa haru Bagas/Fikri, dan pesan Ahsan selaku senior

Rasa haru Bagas/Fikri setelah mengalahkan senior

Rasa haru Bagas/Fikri setelah mengalahkan senior | Credit: @badminton.ina

Kemenangan ganda putra Bakri ini dipenuhi emosi haru saat keduanya menuntaskan pertandingan. Pasalnya ini merupakan trofi All England pertama yang diraih oleh Bagas/Fikri sepanjang karier mereka.

“Saya masih belum bisa berkata-kata, terharu, tidak percaya, senang dan bangga campur aduk jadi satu. Sama sekali tidak menyangka bisa naik podium tertinggi. Saat pertandingan selesai perasaan tidak tahu lagi seperti apa. Yang pasti senang sekali,” kata Bagas melalui informasi tertulis PP PBSI Jakarta, dilansir dari Aksara Jabar.com (21/3)

Fikri merasa sangat terharu saat berhasil merebut juara All England 2022. Bahkan ia tak kuasa membendung air mata sesaat setelah pertandingan berdurasi 37 menit itu selesai.

“Saya terharu sampai air mata tidak bisa ditahan karena tidak menyangka bisa juara di sini. Gelar ini kami persembahkan untuk Indonesia, PBSI, pelatih, keluarga dan orang-orang tersayang yang selalu dukung selama ini,” tutur Fikri.

Meski kalah dalam partai final melawan juniornya, sebelum pertandingan dimulai Hendra/Ahsan mengaku bangga dengan pencapaian Bagas/Fikri, yang di semifinal juga berhasil mengalahkan ganda putra nomor satu dunia, Marcus/Kevin. The Daddies juga mengaku bangga atas terciptanya All Indonesia Final di All England 2022. Sebab itu bukan semata memastikan satu gelar All England di bawa ke Tanah Air, tetapi juga menjadi bukti kesuksesan regenerasi ganda putra Indonesia.

“Yang pasti regenerasi sudah berjalan di jalur yang tepat. Saya senang dengan hadirnya Bagas/Fikri bisa ke final. Yang pasti dengan terjadinya All Indonesia Final, sudah pasti ada satu gelar juara bisa kita bawa pulang,”  jelas Ahsan.

Meskipun tidak bisa tampil 100 persen, karena mengalami cedera betis sejak babak perempat final, namun peraih dua kali gelar All England bersama pasangannya Hendra Setiawan itu tetap memberikan apresiasi atas kemenangan juniornya.

“Saya tidak mau berbicara tentang cedera, Bagas/Fikri memang bermain sangat bagus. Mereka pantas mendapatkannya. Saya harap mereka bisa konsisten ke depannya, jangan cepat puas dan terus bekerja keras,” sambungnya.

Sementara itu, perjalanan Bagas/Fikri masih akan berlanjut pekan depan di Swiss Open Super 300 yang dilaksanakan mulai 22-27 Maret 2022. Sekali lagi selamat untuk Bagas dan Fikri atas kemenangannya di All England 2022 🙂

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE