Sekarang ini, hampir setiap orang bergantung pada koneksi internet. Rasanya kayak ada yang kurang kalau belum baca berita di LINE Today atau buka feed media sosial (medsos). Bahkan untuk cari informasi pendidikan, bertukar kabar dengan keluarga, atau menyuarakan opini, kita sekarang lebih banyak mengandalkan platform dunia maya. Cuma perlu diingat bahwa itu mungkin cuma realita yang terbatas hanya di daerah urban atau perkotaan. Masih banyak warga pedalaman dan daerah terpencil yang berasa hidup di dunia lain karena belum bisa terhubung atau terkoneksi jaringan internet. Alasannya pun beragam, dari minimnya infrastruktur, sulitnya medan, hingga memang ada kelalaian atau diskriminasi pemerintah.

Maka dari itu cara revolusioner dan inovatif sebuah perusahaan untuk membawa jaringan internet ke pedesaan terpencil di Kenya ini, mungkin layak ditiru. Loon, perusahaan teknologi yang merupakan ‘saudara’ Google, akan menyediakan jaringan internet ke daerah-daerah pedalaman tersebut dengan menggunakan balon udara. Bukan bangun tower atau menanam fiber optic, tapi dengan memanfaatkan balon udara guys! Kok bisa ya? Kalau penasaran, yuk simak kisah selengkapnya bareng Hipwee News & Feature!

Sulit diakses lewat darat, balon udara raksasa sebesar lapangan tenis akan diterbangkan langsung di atas desa-desa terpencil di Kenya. Tiap balon udara akan membawa antena khusus untuk memancarkan internet

Bisa terus mengapung di udara tanpa harus mendarat selama berbulan-bulan via home.bt.com

Advertisement

Loon, perusahaan ‘saudara’ Google yang dimiliki perusahaan induk yang sama yaitu Alphabet, awalnya mengembangkan proyek ‘balon udara internet’ ini pada tahun 2013. Tujuan utama dari proyek ini memang untuk menyediakan kebutuhan internet dasar bagi daerah-daerah yang belum online melalui balon udara. Setelah beberapa tahun dipenuhi tes dan uji coba, proyek Loon akhirnya ‘lulus’ menjadi perusahaan sendiri pada awal bulan Juli 2018 ini. Dilansir dari BBC, misi komersial pertama Loon adalah untuk menyediakan jaringan internet untuk wilayah-wilayah pedalaman paling terpencil di Kenya.

Balon udara Loon kini siap digunakan untuk menggapai daerah-daerah terpencil via www.kahawatungu.com

Pada dasarnya, balon udara raksasa seukuran lapangan tenis akan diterbangkan langsung ke desa-desa terpencil dan bakal terus melayang di atas kawasan tersebut selama beberapa bulan. Tiap balon udara dilengkapi antena khusus untuk memancarkan jaringan internet dari provider terdekat. Dalam kasus Kenya, Loon bekerjasama dengan perusahaan Telkom Kenya. Balon udara ini juga dinilai lebih efektif dibanding tower atau fiber optic di area luas seperti Kenya atau dataran luas di Benua Afrika lainnya, karena satu balonnya bisa mencakup area hingga 5.000 kilometer persegi.

Balon udara internet ini akan diterbangkan tinggi sampai stratosfer supaya aman dan tidak mengganggu lalu lintas udara. Balon ini juga akan ditenagai panel surya

Akan diterbangkan tinggi supaya berada di luar jangkauan pesawat, badai, atau pun satwa liar via www.theguardian.com

Loon akan menyediakan balon udara yang melayang tinggi di stratosfer, yaitu sekitar 20km (12,4 mil) di atas permukaan laut. Ketinggian ini berada di luar jangkauan lalu lintas udara, badai dan keberadaan satwa liar. Berbahan dasar polyethylene, balon udara ini juga akan dilengkapi dengan panel surya untuk tenaga. Rekor yang tercatat saat ini, balon udara ini dapat bertahan melayang selama 190 hari di stratosfer.

Advertisement

Pada bulan Maret 2018 lalu, balon udara Loon ini juga terbukti bisa menyediakan kebutuhan internet dasar bagi 800 provinsi di Peru yang terisolasi karena bencana banjir. Jadi bukan hanya untuk daerah terpencil, solusi komunikasi yang inovatif seperti balon udara Loon ini bisa sangat berguna bagi kondisi darurat seperti penanganan bencana alam di Peru tersebut. Emang penting banget artinya buat daerah-daerah terisolasi atau terpencil untuk bisa memiliki koneksi internet dan terhubung dengan daerah lain.

Terobosan teknologi seperti ini memang diperlukan untuk memastikan semua orang bisa menikmati jaringan internet. Apalagi PBB pun sudah menetapkan akses internet sebagai hak dasar manusia

Akses internet harus bisa dinikmati secara lebih merata via www.cnet.com

Keberadaan internet saat ini memang sangat membantu siapapun. Banyak warga dunia yang merasa makin mudah menjalani aktivitas sehari-hari lantaran berbagai keperluan ditemukan di dunia maya. Beberapa di antaranya yaitu kemudahan mengakses layanan keuangan, mendapat fasilitas kesehatan dan pendidikan, platform untuk mengembangan usaha kecil atau belajar dunia start up, dan tentu saja kemudahan berkomunikasi dengan kerabat tanpa mengenal jarak dan waktu. Maka dari itu, pemerataan akses dan jangkauan internet sudah seharusnya jadi prioritas pemerintah.

Tidak ada negara yang bisa maju sepenuhnya, jika daerah-daerah terpencilnya masih belum ‘terjangkau’ atau tersentuh perkembangan zaman. Inovasi seperti ini jadi penting banget artinya bagi pemerataan komunikasi dan kesejahteraan masyarakat. Ya semoga daerah-daerah yang belum terjangkau internet di Indonesia juga bisa segera mencicipi teknologi seperti ini ya…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya