Belakangan ini, rasanya kita banyak mendengar berita soal bencana yang melanda suatu wilayah. Nggak cuma cuaca ekstrem yang melanda Amerika Serikat saja, tapi juga bencana-bencana yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari erupsi gunung berapi, pohon-pohon tumbang karena hujan deras dan angin kencang, sampai angin puting beliung.

Baru-baru ini, banjir bandang dilaporkan melanda Kabupaten Bandung tepatnya Desa Margamukti, Kecamatan Pengalengan. Uniknya, banjir kali ini justru terjadi di wilayah yang notabene termasuk dataran tinggi. Lo, kok daerah tinggi bisa terdampak banjir? Bukannya biasanya yang kena banjir itu wilayah-wilayah di dataran rendah, ya? Kalau kamu penasaran, yuk, simak informasi lengkapnya bareng Hipwee News & Feature kali ini.

Banjir setinggi 70 sentimeter dikabarkan melanda sebuah desa di Kabupaten Bandung. Banjir kali ini mengundang tanda tanya banyak orang, soalnya terjadi di wilayah dataran tinggi

Advertisement

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pak Sutopo, melalui Twitter resminya, melaporkan adanya kejadian tak biasa di Desa Margamukti, Pengalengan, Kabupaten Bandung. Bagaimana tidak, wilayah yang merupakan dataran tinggi itu diterjang banjir bandang pada Jumat (1/3/2019) sekitar pukul 16.30 WIB. Tinggi air dikabarkan mencapai 70 sentimeter. Salah satu penyebabnya katanya sih karena sebelumnya telah terjadi hujan cukup lebat, dikutip CNN.

Meskipun tidak ada korban jiwa, tapi sebanyak kurang lebih 150 rumah dilaporkan terendam banjir yang terjadi di Pengalengan ini

Ratusan rumah warga terdampak banjir via wjtoday.com

Pak Sutopo, dari keterangan lewat pesan singkatnya seperti yang dihimpun CNN, mengatakan kalau banjir bandang kali ini tidak sampai memakan korban jiwa. Tapi meski begitu, sebanyak 150 rumah terendam karenanya. Bisa dibayangkan ada berapa keluarga yang harus merelakan rumahnya terdampak banjir.

Masa cuma gara-gara hujan lebat wilayah dataran tinggi seperti Pengalengan bisa terkena banjir? Padahal kalau dilogika, harusnya air kan turun ke bawah

Dataran tinggi bisa banjir juga lo via jabar.sindonews.com

Advertisement

Ternyata, kalau kata Pak Sutopo, di sekitar sana sedang ada proyek pembuatan saluran air, sehingga air dialihkan untuk sementara waktu, makanya sampai memasuki jalan raya dan pemukiman. Selain itu ditambah juga adanya kerusakan lingkungan yang semakin parah, mulai dari hutan gundul, berkurangnya daerah resapan air. sungai semakin dangkal dan sempit akibat menumpuknya sampah, sampai drainase yang tidak memadai. Hal ini tentu saja disebabkan ulah manusia yang kurang peduli sama lingkungannya sendiri.

Dan ternyata, usut punya usut, banjir di dataran tinggi ini bukan baru sekali-dua kali terjadi lo. Sebelum Pengalengan, banjir serupa juga kabarnya pernah terjadi di Cimahi, Pasuruan, atau Dieng. Duh, mau sampai kapan seperti ini? 🙁

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya