Bantu Tingkatkan Bisnis UMKM dan Investasi, Bizhare Luncurkan Aplikasi yang Kaya Inovasi

Aplikasi investasi Bizhare

Semenjak pandemi, banyak pelaku usaha yang terdampak dari segi ekonomi dan menyebabkan berbagai usaha terpaksa berhenti karena biaya operasional yang harus terus dikeluarkan sementara pemasukan semakin minim. Akibatnya, tingkat pertumbuhan perekonomian mengalami penurunan. Untuk terus mendukung para pelaku usaha, Bizhare merilis aplikasi investasi digital dengan skema gotong-royong yang bisa memudahkan para pelaku bisnis untuk mendapatkan pendanaan.

Hadirnya aplikasi ini juga bisa mempermudah investor untuk mendapatkan beragam pilihan bisnisnya. Aplikasi Bizhare ini bisa diakses di ponsel yang diluncurkan pada (10/9) lalu.

ADVERTISEMENTS

Melalui aplikasi Bizhare, para pengguna akan mendapatkan beragam kemudahan lewat fitur Flash Sale, in-App Secondary Market, Pre-Order, dan Bizhare Syariah

Bantu Tingkatkan Bisnis UMKM dan Investasi, Bizhare Luncurkan Aplikasi yang Kaya Inovasi

Fitur aplikasi Bizhare | dok. Tangkapan layar/Zoom

Aplikasi Bizhare menghadirkan beberapa fitur menarik mulai dari fitur Flash Sale yang memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mendapatkan berbagai saham bisnis dengan harga miring melalui cara undang teman dan voucher. Kedua, Bizhare juga siap menjadi wadah bagi para investor untuk menjual saham bisnisnya melalui fitur in-App Secondary Market.

Selain itu, para pengguna juga bisa melihat pergerakan dan perkembangan bisnis investasinya melalui menu portfolio yang terdapat di dalam aplikasi. Ketiga, pengguna juga bisa membeli saham lebih awal agar tidak kehilangan kesempatan untuk memiliki saham lewat fitur Pre-Order. Saat ini, Bizhare juga mulai memperkenalkan investasi halal melalui Bizhare Syariah.

“Sejak awal kami memang mengutaman fitur yang ingin diberikan kepada pengguna. Harapannya, dengan adanya aplikasi Bizhare bisa memudahkan pengguna untuk mengakses beragam fitur yang disediakan,” ujar Wahyu Sanjaya selaku Chief Product Officer Bizhare dalam acara press conference, Rabu (22/9).

Pengguna juga bisa memilih instrumen investasi yang sesuai dengan preferensi dan profil risiko. Bizhare juga akan menghadirkan jenis investasi baru yaitu berupa obligasi dan sukuk.

ADVERTISEMENTS

Tim Bizhare selalu berupaya untuk terus mengoptimasi aplikasi baik dari segi pelayanan maupun keamanan data pengguna

Bantu Tingkatkan Bisnis UMKM dan Investasi, Bizhare Luncurkan Aplikasi yang Kaya Inovasi

Keamanan data pada aplikasi Bizhare | dok. Tangkapan layar/Zoom

Sebagai salah satu platform investasi digital di Indonesia, Bizhare telah mendapatkan izin dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyelenggara penawaran efek melalui layanan urun dana berbasis teknologi informasi (Secutirites Crowdfunding). Giovanni Umboh selaku Chief Technology Officer Bizhare juga mengatakan akan terus berupaya untuk selalu mengedepankan keamanan data para pengguna.

“Kami terus berupaya untuk terus menjaga performa dengan rutin mengadakan audit sistem untuk meminimalisir terjadinya eror di dalam aplikasi,” ujar Giovanni.

Saat ini, Bizhare juga telah memenuhi harapan stakeholder dengan mewujudkan confidentiality, integrity, dan availability melalui implementasi ISO 27001. Selain itu, pengguna juga tak perlu merasa bingung pada saat tahap pembuatan akun karena Bizhare menyediakan panduan untuk para pengguna sehingga prosesnya mudah, cepat, dan efisien. Aplikasi ini bisa diunduh pada perangkat Android dan iOS.

ADVERTISEMENTS

Dengan hadirnya aplikasi Bizhare, diharapkan bisa mendorong kembali pertumbuhan ekonomi dan dunia investasi semakin berkembang

Bantu Tingkatkan Bisnis UMKM dan Investasi, Bizhare Luncurkan Aplikasi yang Kaya Inovasi

Perkembangan aplikasi Bizhare | dok. Tangkapan layar/Zoom

Target utama Bizhare adalah para investor dan pelaku bisnis UMKM yang bergerak di bidang Food and Beverage, industri retail, agriculture, dan lainnya. Saat ini sudah ada 57 penerbit atau pelaku bisnis UMKM yang telah dibantu dari segi pendanaan dan tersebar di seluruh Indonesia. Bizhare juga memiliki target untuk mencapai 2000 bisnis pada tahun 2025.

“Setiap membantu pendanaan pelaku bisnis UMKM, membutuhkan sekitar 5 – 12 tenaga kerja baru dan saat ini sudah ada lebih dari 500 tenaga kerja baru yang terserap,” ujar Gatot Adhi Wibowo selaku Chief Financial Officer Bizhare.

Ketua Kehormatan WALI dan Ketua Komite Tetap bidang Franchise, Levita Supit juga berharap agar Bizhare bisa semakin berkembang dan setia membantu para pelaku bisnis UMKM untuk mewujudkan mimpinya sebagai entrepreneur.

“Saat ini adalah saat yang tepat bagi para pelaku bisnis UMKM dan franchise untuk kembali memulai bisnisnya karena bisa mendapatkan dukungan BIzhare dari segi pendanaan,” ujar Levita.

Semoga dengan adanya aplikasi ini, Bizhare bisa mewujudkan visi misinya untuk menjadi ekosistem bisnis yang paling terintegrasi di Asia Tenggara dengan terus membantu pelaku bisnis UMKM dan mewujudkan masyarakat bebas secara finansial.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE