Istilah ‘bersin’ sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan manusia. Namun tidak hanya dalam dunia kesehatan, istilah bersin pun ternyata juga dipakai untuk menggambarkan fenomena matahari. Berbagai penelitian mempelajari apa yang sebenarnya terjadi ketika matahari ‘bersin’. Bedanya dengan manusia bersin, kita akan menghirup dan menyemburkan udara sampai butiran air. Sedangkan kalau matahari malah mengeluarkan ‘massa korona’, yaitu ledakan besar angin surya dan plasma isotop yang disertai medan magnet di sekitar korona matahari. Fenomena ini menghasilkan semacam awan plasma yang dilontarkan ke luar angkasa, makanya penampakannya mirip dengan bersin.

Sama halnya dengan manusia, bersin yang terjadi pada matahari tak boleh disepelekan. Para peneliti memperkirakan semburan massa korona dari matahari bisa berbahaya bagi bumi. Katanya bakal ada satu kota mati gara-gara matahari bersin, guys. Kok bisa ya? Simak penjelasan Hipwee News & Feature berikut ini.

Bersinnya matahari dengan manusia tentu berbeda karena matahari mengeluarkan massa korona. Sedangkan manusia menyemburkan udara dan butiran air

matahari bersin via www.sciencealert.com

Advertisement

Fenomena matahari bersin sebetulnya tidak benar-benar bersin seperti yang dialami manusia. Ketika bersin, maka manusia akan menghirup dan menyemburkan udara hingga butiran air yang mengandung bakteri. Sebagaimana dikutip dari Science Alert, matahari malah mengeluarkan massa korona lewat sebuah ledakan besar flux magnetik. Ledakan besar ini berisi gas dari bintik-bintik aktif di permukaan matahari.

Awalnya, para peneliti mengira kalau semburan massa korona memiliki kemiripan bentuk dengan aliran gelembung yang keluar dari permukaan air biasanya dan kemudian menghilang. Namun ternyata hasil studi mengungkapkan  kalau semburan dari matahari itu mirip awan debu yang bisa cepat menyebar di luar angkasa.

Seperti apa semburan yang dianggap bisa menyebabkan satu kota di bumi lumpuh?

seperti apa ya massa korona itu? via bgr.com

Semburan matahari punya efek luar biasa bagi kondisi bumi. Kalau manusia bersin bisa menyebarkan banyak bakteri, sementara matahari malah menyebabkan satu kota di bumi lumpuh. Semburan massa korona ini diyakini terdiri dari paket plasma yang bergerak sendiri-sendiri dan mirip dengan awan debu. Seperti keadaan manusia saat bersin pada umumnya yang memiliki kecepatan, semburan matahari pun demikian. Kecepatannya bisa mencapai 2.000 km per detik yang diperkirakan bisa dari satu sampai tiga hari sampai ke bumi.

Advertisement

Hal ini pun nggak cuma terjadi sekali saja, karena disesuaikan dengan kondisi matahari juga. Kalau matahari sedang berada di puncak aktivitas, maka bisa bersin berkali-kali lo.

Massa korona bisa membuat satu kota mati karena mengakibatkan berbagai perubahan-perubahan yang tak disangka

terjadi perubahan cuaca via climate.nasa.gov

Peneliti sangat peduli akan fenomena ini lantaran bisa mengakibatkan berbagai perubahan di bumi. Karena massa korona dianggap bisa berdampak pada perubahan cuaca ekstrem, menciptakan badai geomagnetik yang dapat membuat pemadaman listrik, jaringan komunikasi terganggu, hingga meningkatkan paparan radiasi kanker bagi para astronot. Makanya diperkirakan sebuah kota bisa mati karena dampak-dampak seperti itu. Para peneliti pun mulai memikirkan cara menghadapi fenomena ini jika nanti matahari bersin sampai ke bumi. Dan mereka memulainya dengan mencoba memahami massa korona itu sendiri.

Fenomena matahari bersin memang sulit dilacak lantaran adanya badai matahari muncul bersamaan

bisa mengakibatkan satu kota lumpuh via www.ibtimes.co.uk

Seorang pimpinan peneliti yaitu Mathew Owen dari University of Reading mengatakan kalau fenomena matahari bersin memang sulit dilacak. Hal ini karena massa korona mengalami pemuaian dan semakin tidak teratur saat mendekati bumi. Semburan massa korona dipercaya kerap dibarengi dengan badai matahari, sehingga fenomena matahari bersin selalu sulit dilacak. Dari temuan ini, para peneliti memiliki PR untuk memahami dulu seperti apa badai matahari, sebelum mengerti tentang massa korona.

Fenomena satu ini bisa dibilang unik. Matahari juga bisa bersin kayak kita, hanya saja yang dikeluarkannya berbeda. Kalau manusia bersin menyebarkan banyak bakteri, sedangkan matahari bikin satu kota mati kalau semburannya sampai bumi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya