Beli Motor Listrik Bakal Disubsidi Rp6,5 Juta, Haruskah Kita Beralih ke Kendaraan Listrik?

Perubahan gaya hidup masyarakat agar lebih ramah lingkungan terus gencar diusahakan pemerintah. Salah satunya yaitu dengan mengganti kendaraan berbasis bahan bakar fosil ke kendaraan listrik.

Advertisement

Pemerintah tampaknya memberi sinyal bagus agar masyarakat Indonesia lebih tertarik lagi beralih ke model otomotif listrik. Pasalnya, pemerintah disebut berencana memberikan subsidi untuk pembelian motor listrik senilai Rp6,5 juta per unit.

Mulai tahun 2023, beli motor listrik bakal dapat subsidi Rp6,5 juta per unit dari pemerintah

Beli motor listrik bakal disubsidi Rp6,5 juta

Beli motor listrik bakal disubsidi Rp6,5 juta | Photo by JavyGo on Unsplash

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (30/11). Ia membandingkan dengan negara Thailand yang udah lebih dulu memberi subsidi sejenis kepada masyarakatnya yang menggunakan motor listrik.

Advertisement

“Sepeda motor kita lagi finalisasi berapa juta kita mau kasih subsidi. Mungkin Rp6 juta, kalau di Thailand mungkin Rp7 juta. Kalau kita mungkin Rp6,5 juta atau berapa kira-kira berkisar segitu,” kata Luhut dalam agenda salah satu bank, dilansir dari Kompas.com.

Nah, dalam kesempatan itu, Luhut menyebut kalau beli kendaraan listrik bakal lebih menghemat pengeluaran untuk bahan bakar fosil. Makanya, Luhut menyarankan agar lebih banyak masyarakat yang beralih ke mode transportasi ini. Begitu pun para penjual kendaraan, bisa lebih mempertimbangkan untuk menjual kendaraan listrik ke depannya.

Advertisement

“Kenapa? Dia tidak akan beli bensin lagi. Jadi kita hitung-hitung tetap akan lebih untung menggunakan sepeda motor listrik daripada sepeda motor fosil, dan begitu juga mobil. Jadi kalau Anda mau jualan (kendaraan) ke depan, jualan ini lebih bagus pilih itu,” sambungnya.

Lebih jauh, rencana pemberian subsidi Rp6,5 juta ini akan dilakukan mulai tahun depan (2023). Oleh karena itu, Luhut menyarankan untuk beli motor listrik tahun depan aja agar ikut menerima manfaat subsidi tersebut.

“Kalau mau tukar motor ke listrik tahun depan, ya. Nanti dapat subsidi,” ujarnya di agenda yang sama, dilansir dari CNN Indonesia.

Meskipun belum diuraikan lebih detail, rencana kebijakan pemerintah ini tentu mempermudah masyarakat untuk mendapatkan kendaraan listrik. Apalagi, kata Luhut, penerapan subsidi ini nantinya juga akan menyasar mobil listrik.

Pemerintah memang sedang gencar mengkampanyekan agar masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Namun, sebelum beralih kamu harus paham dulu kelebihan dan kekurangan otomotif ini supaya nggak sekadar FOMO dan menyesal di kemudian hari.

Kendaraan listrik memang banyak kelebihannya, mulai dari ramah lingkungan hingga tingkat kenyamanan

Kelebihan kendaraan listrik

Kelebihan kendaraan listrik | Photo by Bob Osias on Unsplash

Kendaraan listrik memiliki sederet kelebihan yang menarik perhatian banyak orang untuk membeli. Apa saja? Selengkapnya di bawah ini!

1. Ramah lingkungan karena lebih sedikit menghasilkan emisi gas karbon

Ramah lingkungan sering disebut-sebut sebagai kelebihan utama kendaraan listrik. Pasalnya, kendaraan listrik digerakkan dengan menggunakan listrik sehingga nggak menghasilkan sisa emisi karbondioksida atau CO2 sebanyak kendaraan konvensional.

Kita ambil contoh mobil listrik. Databoks Katadata mencatat data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2017 yang bilang kalau mobil konvensional berbahan dasar bensin menyumbang 125 gram/km emisi CO2. Sedangkan mobil listrik murni menghasilkan 0 gram/km, mobil listrik PHEV 45 gram/km, dan mobil listrik HEV sebesar 70 gram/km.

2. Nggak perlu antre di pom bensin

Dari namanya aja kita udah tahu kalau mode kendaraan ini digerakkan dengan daya baterai. Maka dari itu, pengisian baterainya dilakukan di charging station yang saat ini udah tersebar di sejumlah titik di Indonesia. Selain itu, pemlik kendaraan listrik juga bisa mengisi baterai kendaraannya di rumah masing-masing. Konsekuensinya sih, mereka harus punya daya listrik yang tinggi agar bisa sekalian mengisi bahan bakar mobil listrik.

3. Suara deru kendaraannya lebih hening

Suara mesin kendaraan konvensional berasal dari bunyi mesin yang sedang bekerja membakar bensin di dalamnya. Nah, karena kendaraan listrik nggak menggunakan pembakaran seperti itu, maka nggak akan ada suara bising dari mesin. Dengan begitu, suasana perjalanan pun jadi lebih tenang.

4. Bebas aturan ganjil-genap di jalanan Jakarta

Jakarta menerapkan sistem ganjil-genap untuk mengurangi kemacetan di sejumlah titik ruas jalan. Nah, kendaraan listrik adalah satu dari 13 jenis kendaraan yang terbebas dari aturan tersebut. Hal itu tertuang di Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 tentang Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap. Artinya, kendaraan listrik bisa melaju bebas di atas aspal baik saat tanggal ganjil maupun genap tanpa dipengaruhi oleh nomor plat kendaraan.

Sebaliknya, ini kekurangan kendaraan listrik yang perlu kamu pertimbangkan

Kekurangan kendaraan listrik

Kekurangan kendaraan listrik | Photo by Kumpan Electric on Unsplash

Di balik sederet kelebihannya, kendaraan listrik tentu belum sepenuhnya sempurna. Seperti kekurangan yang ada di bawah ini.

1. Tempat pengisian baterai belum merata di seluruh Indonesia

Pengisian iulang daya baterai kendaraan listrik dilakukan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Namun, fyi aja nih, persebaran SPKLU di Indonesia masih belum merata. Melansir dari Databoks Katadata, hingga akhir 2021 Kementerian ESDM mencatat ada 267 unit SPKLU di seluruh Indonesia. Mayoritas SPKLU itu masih berada di Jakarta dengan jumlah 101 unit. Dengan begitu, kamu perlu mencari kendaraan listrik yang SPKLU-nya berada di dekat rumahmu agar lebih mudah saat hendak mengisi daya baterai.

2. Durasi pengisian daya baterai lama

Meskipun nggak perlu berlama-lama antre di pom bensin, pemilik kendaraan listrik masih harus menunggu lebih lama saat pengisian daya baterai kendaraannya. Berbeda dengan pengisian bensin hingga full tank yang cenderung sebentar. Misalnya, mobil listrik butuh rata-rata setidaknya 3 jam pengisian dengan charger normal dan 1 jam dengan menggunakan fast charging. 

3. Khawatir kehabisan baterai saat perjalanan jauh

Belum meratanya SPKLU di Indonesia menimbulkan kekhawatiran lain. Karena charging station belum merata, bisa aja timbul khawatir kehabisan baterai ketika membawa kendaraan listrik untuk perjalanan jauh. Untuk menyiasati kekurangan ini, kamu perlu mempertimbangkan jarak tempuh yang akan kamu lalui dengan kapasitas baterai yang akan diisi.

4. Baterai kendaraan listrik masih mahal

Dilansir dari Kompas Otomotif, baterai kendaraan listrik memang masih jadi salah satu penghalang banyak orang untuk beralih ke kendaraan ini. Harga baterai mobil listrik masih sekitar 135 dolar per kWh. Sedangkan untuk motor listrik, harganya bisa di bawah itu.

Nah, itulah kelebihan dan kekurangan kendaraan listrik yang patut kamu pertimbangkan sebelum membelinya. Jangan lupa sesuaikan kebutuhan dengan kemampuan finansial yang kamu miliki, ya. Gimana, tertarik beralih ke kendaraan listrik, SoHip?

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Writing...

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE