Tren Berkebun di Tengah Pandemi: Mudah, Menyenangkan, Hasilnya pun Bisa Dikonsumsi Sendiri

Berkebun di tengah pandemi

Berkebun memang bukan sesuatu yang baru. Aktivitas ini sudah sering dilakukan manusia bahkan sejak zaman purbakala. Namun sejak pandemi virus corona merebak dan memaksa orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah aja, berkebun mendadak jadi tren yang diikuti banyak kalangan. Mulai dari orang tua, anak muda, bapak-bapak, mas-mas, mbak-mbak, orang biasa, sampai selebriti terkenal, semua nggak mau ketinggalan. Mereka juga berlomba-lomba update di IG story, membuat tren ini jadi tersebar dengan cepat.

Advertisement

Padahal sebelum ini, berkebun lebih dikenal sebagai hobi orang tua saat masa pensiunnya tiba. Saya sendiri pernah punya impian membeli tanah luas untuk berkebun biar bisa menanam macam-macam tumbuhan, sayur, dan buah-buahan saat sudah tua nanti. Tapi sepertinya nggak perlu nunggu tua dulu buat bisa menyukai aktivitas ini. Seiring berkembangnya inovasi, berkebun kini nggak perlu lahan yang luasnya bagaikan sawah. Bahkan berkebun juga bisa dilakukan di teras rumah, balkon, sampai dinding rumah. Dan yang terpenting, kegiatan ini ternyata membawa segudang manfaat lo!

Tren berkebun kini banyak diminati karena bisa dilakukan hampir di mana saja. Nggak perlu tinggal di desa dulu buat bisa berkebun, orang di perkotaan yang tinggal di gedung bertingkat juga bisa kok melakukannya

Urban framing via www.kompasiana.com

Tren berkebun atau istilah kerennya urban framing, kini jadi salah satu kegiatan banyak orang untuk mengisi waktu luang saat harus berada di rumah aja. Masa pandemi gini memang mendorong orang lebih kreatif sih. Nggak tahu siapa yang memulai duluan, tapi yang jelas, sekarang banyak banget orang yang memulai berkebun dan mengabadikannya di media sosial. Ada yang menanam sayuran, buah-buahan, atau bumbu dapur kayak cabai, sereh, dan daun mint. Medianya pun beragam, ada yang pakai pot, botol, pipa, hidroponik, sampai ditempel di dinding.

Ternyata berdasarkan studi, berkebun punya banyak manfaat salah satunya bisa meningkatkan mood kita. Jadi nggak cuma sekadar ngisi waktu luang doang

Bisa memperbaiki mood via bisnisnews.id

Sebagian orang memutuskan berkebun sebagai hobi untuk mengisi waktu luang. Sebagian lagi berkebun untuk berhemat, karena lumayan juga kan kalau panen, kita jadi nggak perlu beli sayur atau bahan makanan ke pasar. Sebagian lainnya ada yang berkebun biar bahagia. Menurut studi, berkebun memang bisa meningkatkan mood sih. Studi ini dipublikasikan di jurnal Landscape and Urban Planning, katanya berkebun bisa memperbaiki suasana hati. Proses menanam sampai bisa mendapatkan hasil ini yang ternyata bisa bikin bahagia.

Advertisement

Studi di atas juga mengungkapkan kalau berkebun bisa meningkatkan kualitas hidup kita, karena efek positif dari berkebun sama kayak olahraga umum seperti jalan kaki atau bersepeda

Meningkatkan kualitas hidup via www.fruitnet.com

Berkebun ternyata terbukti bisa memberi efek positif untuk suasana hati, sama halnya seperti efek yang ditimbulkan dari kegiatan bersepeda atau jalan kaki. Kalau suasana hati senang, mood terjaga, otomatis kualitas hidup juga meningkat. Kita jadi nggak gampang stres dan sakit-sakitan. Dalam jangka panjang mungkin aktivitas ini bakal bisa membuat kita hidup lebih lama. Ya, meski perlu studi lebih lanjut soal ini sih. Tapi kalau efeknya aja bagus, ya kemungkinan itu bisa aja terjadi.

Salah satu peneliti studi di atas mengatakan, sebaiknya pemerintah mulai menganggap kegiatan ini lebih serius lagi. Mungkin bisa dimasukkan ke dalam proyek kesejahteraan sosial gitu

Bisa masuk proyek kesejahteraan via ugm.ac.id

Kalau memang terbukti bikin orang bahagia, kayaknya memang perlu deh menganggap kegiatan urban framing ini lebih serius lagi. Gimana caranya? Misalnya dengan mengatur kebijakannya, didanai proyeknya, sehingga ke depannya juga bisa mengatasi krisis pangan. Seandainya lahan perkebunan di pinggiran kota sudah menipis, dan makanan jadi sesuatu yang sulit diperoleh, kita jadi nggak perlu khawatir karena bisa menanam sendiri.

Nah, apakah di antara kalian ada yang sudah mulai berkebun? Boleh lo diceritakan pengalamannya, siapa tahu makin banyak yang pengin berkebun juga~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE