Bom Meledak di Polrestabes Medan Saat Banyak Orang Urus SKCK. Pelaku Diduga Pakai Jaket Ojol

Bom di Polrestabes Medan

Setahun lebih setelah kejadian ledakan bom beruntun di Surabaya yang menimpa 3 gereja, Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, dan Polrestabes Surabaya, pagi ini baru saja dilaporkan ada peristiwa serupa di Medan. Target ledakan tak jauh beda dengan yang terjadi di Surabaya, sama-sama menyerang kantor polisi. Sampai berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan olah TKP.

Advertisement

Namun, sejumlah saksi di lokasi sudah berhasil diwawancara oleh media-media nasional. Setidaknya inilah fakta-fakta yang sudah terkumpul sejauh ini, salah satunya pelaku diduga mengenakan atribut ojek online. Mari kita cek bersama.

Kronologi kejadian seperti yang dilaporkan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan, dalam wawancaranya di CNN TV streaming, pelaku memasuki gerbang Polrestabes sekitar pukul 08.20 menggunakan sepeda motor yang diparkir di area luar

Pelaku meninggal via www.tribunnews.com

Pelaku yang mengenakan jaket ojol masuk ke area Polrestabes pada Rabu (13/11) pagi sekitar pukul 08.20 WIB setelah sebelumnya diperiksa pihak keamanan. Anehnya, di dalam tas yang dibawanya atau pun di balik jaket yang dikenakan, nggak ditemukan adanya benda mencurigakan seperti bom. Setelah diperiksa, pelaku tampak berbaur dengan masyarakat yang ingin mengurus SKCK.

Lalu beberapa menit kemudian, ia berjalan ke arah petugas kepolisian yang baru selesai apel pagi, sebelum akhirnya bom meledak di dekat area parkir.

Advertisement

Pagi itu kabarnya memang lagi banyak banget orang yang mengurus SKCK mengingat pendaftaran CPNS memang sedang dibuka. Untungnya, tidak ada korban jiwa selain pelaku itu sendiri

Banyak yang sedang mengurus skck via www.tribunnews.com

Baru-baru ini, rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di sejumlah kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memang sedang dibuka. Banyak masyarakat yang ingin mendaftar, mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebagai salah satu syarat berkasnya. Tak heran jika memang pagi itu Polrestabes Medan sedang dipenuhi masyarakat yang sudah sejak pagi mengantri mengurus SKCK, seperti diungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo.

Untungnya, meski banyak orang, bom yang dilaporkan merupakan bom bunuh diri itu tidak sampai menelan korban jiwa dari masyarakat sipil. Selain pelaku itu sendiri, bom kabarnya juga melukai 6 anggota kepolisian. Itu pun menurut Kombes Tatan hanya luka ringan dan saat ini sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Sumatera Utara.

Kejadian ini mirip seperti yang terjadi di Polrestabes Surabaya. Dan memang sudah kesekian kalinya kantor polisi yang jadi sasaran

Advertisement

Polisi kerap jadi sasaran via cnnindonesia.com

Jika melihat “tren” kejadian pemboman di Indonesia, memang terjadi perubahan terkait sasaran ledakan. Dulu yang banyak dijadikan target adalah klub malam, simbol-simbol barat (seperti kejadian bom Bali bertahun-tahun silam) dan simbol keagamaan seperti gereja, tapi kali ini yang banyak disasar adalah kantor polisi (seperti yang terjadi di Polrestabes Surabaya dan Polda Riau).

Kalau kata Komisioner Kompolnas Bekto Suprapto, ini karena adanya instruksi bahwa polisi dianggap sebagai penghalang utama segala kegiatan untuk menuju kekhalifahan, sehingga menurut para pelaku atau teroris polisi perlu diserang.

Apapun dan siapapun targetnya, semoga kita semua diberi keselamatan supaya terhindar dari kejadian-kejadian semacam ini ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE