British Council Buka Beasiswa S2 Penuh Bidang STEM Khusus untuk Perempuan yang Tertarik dengan Sains

Women in STEM Scholarship

Dari sekian banyak peneliti di dunia, menurut data UNESCO kurang dari kurang dari 30 persennya adalah perempuan. Di sisi lain, perempuan yang memilih jurusan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) sebagai bekal jadi peneliti dan ilmuwan di tingkat pendidikan tinggi juga hanya 30 persen.

Advertisement

Fakta tersebut bukan ingin mengatakan kalau hanya sedikit perempuan yang tertarik dengan sains. Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins mengatakan salah satu faktor penyebab rendahnya keterwakilan perempuan di bidang STEM secara global adalah karena akses ke pendidikan.

Untuk itu, British Council bermitra dengan 19 institusi pendidikan di Inggris membuka program beasiswa pascasarjana bertajuk Women in STEM Scholarship. Untuk negara-negara ASEAN, beasiswa ini akan diberikan kepada sebanyak 15 perempuan.

Kedutaan Besar Inggris Jakarta turut gelar webinar untuk menginspirasi perempuan Indonesia lanjutkan pendidikan di bidang STEM

Untuk mendukung program beasiswa dari British Council tersebut, Kedutaan Besar Inggris Jakarta dalam rangka peringatan Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains yang jatuh setiap tanggal 11 Februari, turut menggelar webinar yang diharapkan dapat menginspirasi perempuan Indonesia yang punya ketertarikan di dunia sains dan ingin melanjutkan pendidikannya.

Advertisement

Webinar yang akan diselenggarakan pada 17 Februari 2021 dengan menggandeng Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Mentari, dan Organization for Women in Science for the Developing World (OWSDW) ini akan menghadirkan tiga perempuan Indonesia yang menduduki posisi kepemimpinan penting di bidang STEM. Para perempuan hebat Indonesia tersebut adalah Prof. Dwikorita Karnawati dari BMKG, Sri Fatmawati, PhD dari OWSDW, dan Amelia Buddhiman dari Akuo Energy.

“Ketiga wanita inspiratif ini menunjukkan bahwa hal- hal menakjubkan ternyata dapat dicapai perempuan dalam sains, jika mereka diberi kesempatan menggunakan pendidikan untuk membuka pintu peluang dan memetakan masa depan mereka sendiri,” kata Owen Jenkins dalam keterangan tertulis, Selasa (16/2/2021).

Women in STEM Scholarship jadi satu langkah penting dalam meningkatkan pendidikan bagi perempuan yang akan memimpin transformasi pada dekade-dekade mendatang

Advertisement

(dok. British Council) via www.britishcouncil.id

Adapun untuk program Women in STEM Scholarship dari British Council merupakan beasiswa penuh yang mencakup, biaya kuliah, tunjangan bulanan, dan biaya perjalanan dari dan ke Inggris, visa, asuransi kesehatan, pre-sessional English course, dan dukungan tambahan untuk penerima beasiswa yang memiliki anak.

Aplikasi untuk program beasiswa ini telah dibuka hingga Maret 2021 nanti. Tapi karena tiap universitas punya kebijakan pendaftaran berbeda, calon pelamar perlu melihat kebijakan dari universitas pilihan. Nah, untuk pelamar dari ASEAN, universitas yang tersedia adalah Universitas Glasgow, Universitas Stirling, dan Universitas Liverpool John Mores. Untuk informasi syarat peserta dan pendaftaran bisa dilihat di sini.

“Melalui beasiswa ini, bersama dengan tiga universitas terdepan dari Inggris sebagai rekan, kami berharap dapat menginspirasi generasi perempuan di masa depan untuk mengejar karier di bidang STEM.” kata Hugh Moffatt, Country Director British Council Indonesia.

Melahirkan perempuan profesional di bidang sains amat penting bagi Indonesia. Selain karena bidang tersebut sudah lama didominasi laki-laki, Indonesia pada tahun 2030 diketahui akan menghadapi kekurangan jumlah tenaga profesional. Sementara di sisi lain, program pemerintah kian hari makin ambisius.

“Program Mentari ingin mengambil peran dalam upaya ini dengan meningkatkan kerangka regulasi dan iklim investasi pada satu tipe infrastruktur: teknologi energi baru terbarukan, yang diharapkan akan memperkuat negara ini menuju pembangunan rendah karbon. Energi adalah sektor yang telah lama didominasi oleh laki-laki. Kita harus memastikan adanya kesempatan yang setara dan kita harus menjembatani ketimpangan gender pada bidang ini dan sektor lainnya,” terang Team Leader dari Program Mentari, Julio Retana.

Ia pun mengatakan beasiswa Women in STEM Scholarship ini jadi satu langkah penting dalam meningkatkan pendidikan bagi perempuan yang akan memimpin transformasi pada dekade-dekade mendatang.

Nah, kalau kamu ingin melanjutkan pendidikan di bidang STEM di Inggris, program beasiswa ini sangat layak dicoba. Atau kalau punya kenalan yang tertarik dengan STEM, informasi ini boleh banget disebarkan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

I know I glow up

CLOSE