Jagad dunia maya sempat dikagetkan kala berita seorang pemuda 28 tahun dikabarkan menikahi seorang nenek berusia 82 tahun di Sulawesi Utara sana. Mereka adalah pasangan Sofyan Lohodandel (28) dan Martha Bate (82). Sepasang suami-istri yang baru menikah Februari 2017 kemarin ini usianya terpaut jauh. Sontak hal ini memicu beragam reaksi dari netizen.

Ada yang memaklumi, ada pula yang nggak percaya. Mereka berkata, “Kok bisa ya jatuh cinta sama nenek-nenek yang jauh lebih tua?

Mereka yang menyangsikan pernikahan ini sebenarnya cuma belum tahu saja. Bahwa cinta ternyata memang buta. Cinta tak memandang rupa, harta, apalagi usia.

Kasus yang tengah ramai dibicarakan adalah kisah cinta Emmanuel Macron. Calon presiden Perancis ini menikahi gurunya sendiri

Calon presiden Perancis loh ini via npr.org

Kamu yang mengikuti perkembangan berita politik dunia pasti tahu soal kisah ini. Emmanuel Macron adalah salah satu calon presiden Perancis yang bersaing di pemilu Perancis tahun ini. Sosoknya gagah, tampan serta memiliki pola pikir yang cerdas. Namun kalau menengok istrinya, kamu pasti kaget sendiri. Sang istri, Brigitte, adalah seorang wanita yang usianya sudah 64 tahun sementara usia Emmanuel sendiri masih 39 tahun.

Advertisement

Yang lebih bikin kaget, Emmanuel jatuh cinta dengan Brigitte sejak dirinya berusia 16 tahun. Oh iya, Brigitte sendiri dulunya adalah guru teater sang calon presiden Perancis tersebut loh. Padahal anak tertua Brigitte adalah teman sekelas Emmanuel sendiri. Keduanya kemudian menikah pada 2007 silam saat usia Emmanuel 29 dan Brigette sendiri berusai 54 tahun.

Pernah juga ada kasus seorang guru wanita dipenjara karena hamil dengan muridnya sendiri. Selepas keluar penjara, mereka menikah!

Mary rela dipenjara karena merasa cintanya tak salah.

Kasus ini adalah salah satu bukti bahwa cinta memang buta. Seorang guru di Amerika bernama Mary Kay Letourneau menjalin hubungan asmara dengan muridnya yang kala itu baru berusia 12 tahun. Ketika sang murid yang bernama Vili Fualaau berusia 13 tahun, Mary kedapatan hamil. Ia pun dipenjara 6 bulan atas tuduhan ‘memperkosa’ muridnya pada tahun 1997 dengan larangan bertemu lagi dengan Vili untuk selamanya.

Namun karena sudah benar-benar jatuh cinta, keduanya kedapatan bercumbu lagi dan hal tersebut membuat Mary dipenjara lagi selama 7 tahun. Barulah pada 2004 ia keluar dari penjara. Berselang setahun dari keluarnya Mary dari penjara, mereka pun menikah. Saat itu Mary berusia 43 and Vili 22 tahun. Menurut Mary, ia benar-benar mencintai Vili. Ia pun tak masalah di penjara karena perasaan cintanya kepada sang suami.

“Merasa bingung dengan kasus-kasus tersebut. Ada kok penjelasan ilmiahnya.”

Saat cinta itu murni, perbedaan fisik tak akan terlihat. ‘Euforia’ membuat kemampuan menilai dan berpikir negatif manusia jadi hilang

Jatuh cinta itu tulus via pexels.com

Jangan heran ketika kamu di kemudian hari menemukan kasus serupa. Pasangan yang secara logika ‘nggak mungkin bisa saling mencintai’, nyatanya mungkin saja bisa bersatu dalam ikatan janji suci pernikahan. Hal ini karena otak dan pikiran manusia memiliki cara kerja yang unik.

Seperti dilansir dari BBC, “ketika seseorang sudah jatuh cinta dengan cinta yang tulus, otaknya akan diluapi dengan perasaan gembira. Kemudian otak akan secara otomatis menonaktifkan syaraf yang digunakan untuk memberi penilaian secara sosial dan emosi negatif.” Ketika cinta yang dirasakan benar-benar tulus, kamu nggak akan mampu melihat sisi jelek pasanganmu. Yang ada cuma sisi baiknya doang. Otak dan pikiranmu secara otomatis akan mementalkan pendapat sosial bahwa pasanganmu ini nggak pantas dengan kamu.

Perasaan tersebut sama dengan perasaan cinta orangtua ke anak. Mau bagaimanapun juga, orangtua pasti sangat mencintai anaknya

Cinta tulus itu kelihatan via wsj.com

Nah hebatnya, sistematika otak yang berhubungan erat dengan perasaan tersebut juga ditemukan dalam kondisi yang lain. Kondisi tersebut adalah perasaan cinta orangtua kepada anaknya. Kamu tahu sendiri ‘kan seberapa besar perasaan cinta orangtua ke anaknya. Bahkan sampai-sampai banyak pribahasa yang menyebutkan bahwa cinta orangtua kepada anak adalah level cinta paling suci dan tulus. Dengan level cinta dan perasaan yang sama, bukan tidak mungkin sistem kerja otak serupa akan terjadi pada saat kamu mencintai pasanganmu.

“Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa ketika perasaan cintamu sudah setulus cinta orangtua kepada anaknya, maka ‘Cinta Buta’ memang sangat mungkin dan bisa saja terjadi”

Jadi jangan kaget dan jangan ragu ya sama ‘Cinta Buta’. Lha nyatanya otak memang memungkinkan kita untuk merasakannya sih.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya