Imbauan untuk berhati-hati terhadap penyebaran penyakit cacar monyet atau monkeypox, membuat banyak orang was-was belakangan ini. Setelah pasien pertama akhirnya dikonfirmasi di Singapura, sebagaimana dilansir dari Kompas, berbagai dinas kesehatan di Batam mulai bersiap-siap dan memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan untuk mencegah penularannya di Indonesia.

“Lah memangnya penyakit cacar monyet ini berbahaya ya? Bedanya apa sama cacar air?!”

Advertisement

Meski sama-sama cacar, penyakit cacar monyet memang tidak bisa disamakan dengan cacar air yang selama ini kita kenal sering menjangkiti anak-anak. Penyakit dari virus ini bisa terbilang langka dan biasanya cuma terdapat di pedalaman Afrika bagian tengah dan barat. Makanya kabar bahwa virus ini sudah ‘sampai’ Singapura, bikin banyak orang kaget.

Biar lebih waspada, yuk simak fakta-fakta soal penyakit dan virus cacar monyet ini~

1. Sesuai namanya, monkeypox ini memang ditularkan dari monyet dan binatang pengerat ke manusia. Penularan dari manusia ke manusia, sebenarnya kemungkinannya kecil

Ditularkan dari hewan liar ke manusia via tallypress.com

Kalau ada yang menebak monkeypox atau cacar monyet itu somehow ada hubungannya dengan monyet, kamu benar! Monkeypox virus (MPXV) ditularkan langsung dari hewan-hewan liar seperti monyet yang terinfeksi ke manusia. Bukan cuma monyet sih, hewan-hewan pengerat seperti tikus atau tupai liar juga bisa terjangkit virus ini. Virus ini diketahui endemis dari pedalaman desa-desa terpencil di wilayah Afrika tengah dan barat sejak tahun 1970-an.

Advertisement

Cara penularannya adalah jika terjadi kontak dekat dan kontaminasi cairan seperti darah atau dengan hewan terinfeksi. Memakan daging hewan yang terinfeksi juga bisa jadi jalur penularan. Nah selama ini, penularan antar manusia itu kemungkinannya masih kecil banget.

2. Satu pasien yang terinfeksi di Singapura, diketahui berasal dari Nigeria. Setelah ditelusuri, pasien itu terjangkit setelah memakan daging hewan liar sebelum berangkat ke Singapura

Konsumsi daging hewan liar adalah faktor utama via www.erabaru.net

Satu pasien yang telah dikonfirmasi terjangkit virus cacar monyet di Singapura, adalah warga negara Nigeria yang baru tiba di negara tetangga kita itu pada tanggal 28 April 2019 lalu. Dilansir dari Reuters, Singapore’s Ministry of Health atau Kementerian Kesehatan Singapura menjelaskan bahwa pasien tersebut ternyata sempat mengonsumsi daging hewan liar di sebuah pesta pernikahan sebelum berangkat ke Singapura.

Setelah positif dikonfirmasi mengidap cacar monyet, 23 orang yang berdekatan dengan pasien itu juga sedang dalam proses pemeriksaan. Semoga nggak ada yang ketularan ya…

3. Penularan penyakit ini di luar Afrika masih terhitung sangat langka tapi makin sering terjadi. Singapura jadi negara keempat setelah Amerika Serikat, Inggris, dan Israel

Cacar monyet belum sampai Indonesia via www.enca.com

Konfirmasi ‘sampai’-nya monkeypox di Singapura jelas menjadi kekhawatiran serius bagi banyak orang. Setelah pertama kali terindentifikasi ‘keluar’ Afrika pada tahun 2003 di Amerika Serikat, Singapura jadi negara keempat setelah Amerika Serikat, Inggris, dan Israel yang mengonfirmasi keberadaan cacar monyet di negaranya.

Kasus penyebaran cacar monyet di Inggris pada September tahun lalu, ternyata juga diketahui berhubungan dengan perjalanan atau orang-orang dari Nigeria.

4. Banyak orang ketakutan dengan persebaran virus ini. Selain tersebar makin luas, cacar monyet ini mirip dengan penyakit cacar mematikan yang dulu pernah menewaskan ratusan juta jiwa

Cacar monyet adalah versi tidak mematikan dari smallpox via jambi.tribunnews.com

Dibandingkan cacar air, cacar monyet sebenarnya lebih mirip dengan human smallpox atau penyakit cacar mematikan yang dulu menewaskan ratusan juta jiwa selama abad ke-20. Smallpox yang sangat mematikan dan membunuh 3 dari 10 penderitanya, sudah dinyatakan berhasil dihilangkan pada tahun 1980. Nah monkeypox sering disebut versi tidak mematikan dari smallpox.

Dalam menyerang tubuh manusia, cacar monyet ini memiliki 2 fase, yaitu periode invasi yang berlangsung selama 5 hari sejak gejala awal ditemukan. Pasien nantinya akan mengalami demam, sakit kepala, nyeri punggung dan kehilangan energinya.

Kemudian dilanjutkan dengan periode kedua yaitu fase erupsi kulit di mana ruam akan muncul di seluruh permukaan tubuh. Termasuk telapak kaki dan tangan, area yang biasanya tidak terdampak jika seseorang menderita cacar air.

5. Meski tidak mematikan dan belum sampai Indonesia, tidak ada salahnya kita berhati-hati. Jaga ketahanan tubuh ya Guys~

Salah satu ciri infeksi adalah kenaikan suhu tubuh via riau.antaranews.com

Jika ketahanan tubuh baik, cacar monyet adalah penyakit yang bisa hilang dengan sendirinya dari tubuh. Hanya jika ada komplikasi akut, penyakit ini bisa mengancam keselamatan.

Tetapi tidak ada salahnya kalau kita mulai berhati-hati dari sekarang. Bukan cuma ancaman virus monkeypox saja, banyak virus atau ancaman penyakit lain yang juga berpotensi menyebar secara global. Selain pengawasan ketat di perbatasan-perbatasan, kita harus memperhatikan isu-isu seperti penyalahgunaan antibiotik yang juga bisa menyebabkan risiko serupa. Yuk, lebih baik mencegah daripada mengobati kok!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya