Cacar Monyet Pertama di Indonesia Sudah Terdeteksi, Pahami Gejala dan Cara Pencegahannya!

Wabah virus Covid-19 yang melanda dunia saat ini belum benar-benar pulih seluruhnya. Berbagai upaya pencegahan penularannya pun masih diberlakukan dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Di tengah upaya tersebut, kini muncul virus lain yang sudah dikonfirmasi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan telah terdeteksi di berbagai negara

Advertisement

Virus itu disebut dengan monkeypox atau cacar monyet yang awal mula penyebarannya terjadi di Afrika. Hingga kini telah WHO telah menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global atau Emergency of International Concern (PHEIC). Melansir dari Detik Health, kini sudah terjadi lebih dari 16 ribu kasus positif di lebih dari 75 negara. Bahkan, saat ini kasus pertama cacar monyet sudah dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Seperti apa kasus cacar monyet di Indonesia, serta apa gejala dan upaya pencegahannya? Yuk, simak informasi mengenai cacar monyet berikut!

Kasus cacar moyet pertama di Indonesia telah dikonfirmasi oleh Kemenkes di DKI Jakarta

cacar monyet di Indonesia

Cacar monyet | Foto oleh HalfPoin dari Depositphoto

Kemenkes telah mengonfirmasi adanya pasien virus cacar monyet yang ditemukan di DKI Jakarta. Pasien tersebut merupakan seorang laki-laki berusia 27 tahun. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril melalui siaran pers pada Sabtu (20/8) lalu.

Advertisement

“Hari ini pasiennya ada yang satu terkonfirmasi dari DKI Jakarta, seorang laki-laki berusia 27 tahun,” kata Syahril, seperti yang dinukil dari Detik News.

Pasien tersebut dikonfirmasi positif cacar monyet setelah melakukan tes PCR, karena mengalami demam selama seminggu diikuti beberapa gejala lain seperti pembesaran kelenjar limfa, muncul ruam seperti cacar di muka, telapak tangan, dan beberapa anggota tubuh lainnya. Kendati demikian, pasien nggak mengalami gejala yang berat.

Syahril juga mengungkap bahwa pasien baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri. Namun, dalam kesempatan tersebut nggak diinformasikan pasien baru pulang dari negara mana.

Advertisement

Cacar monyet pertama kali ditemukan di Afrika dan disebabkan oleh virus penyebab cacar

cacar monyet di Indonesia

Ilustrasi Cacar Monyet | Foto oleh Olgaguiskaja dari Depositphoto

Melansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), cacar monyet adalah penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus ini merupakan bagian dari virus variola yakni virus penyebab cacar. Kendati demikian penyakit ini berbeda dengan cacar air.

Cacar monyet ditemukan pertama kali pada tahun 1958 bersamaan dengan wabah penyakit cacar yang terjadi pada monyet. Meski dinamai cacar monyet, tapi penyakit ini tetap nggak diketahui sumber awalnya. Namun, beberapa pengerat dan primata seperti monyet di Afrika kemungkinan menyimpan virus tersebut dan bisa menginfeksi manusia.

Kasus cacar monyet yang terjadi pada manusia pertama kali terjadi pada tahun 1970. Sebelum virus ini menjadi wabah di tahun 2022, telah dilaporkan kasus cacar monyet di negara Afrika Tengah dan Barat. Di ketahui virus cacar monyet ini menyebar ke berbagai negara lain melalui pelaku perjalanan antar-negara dan melalui heman-hewan impor.

Cara penularan cacar monyet melalui kontak langsung dengan hewan dan manusia yang terinfeksi

cacar monyet di Indonesia

Cacar monyet | Foto oleh HalfPoin dari Depositphoto

Melansir dari laman Kemenkes, cacar monyet dapat menular melalui sentuhan, gigitan, dan cakaran  atau bisa juga penggunaan produk yang terbuat dari hewan yang terinfeksi virus. Sementara penularan antar-manusia bisa terjadi melalui sentuhan dengan orang yang terinfeksi, atau barang yang terkontaminasi virus. Penularan antar-manusia ini juga bisa melalui kontak langsung dengan cairan atau luka pada pasien yang terinfeksi, termasuk droplet.

Pada manusia, gejala cacar monyet mirip dengan cacar air biasa, bahkan bisa dibilang lebih ringan. Biasanya, gejala diawali dengan demam ringan, sakit kepala, nyeri otot dan tubuh yang mudah lelah. Setelah mengalami demam 1-3 hari, kemudian muncul ruam-ruam di wajah, tangan, kaki, area genital, hingga seluruh tubuh. Pada cacar monyet akan diikuti dengan pembengkakan limfa atau kelenjar getah bening.

Masa inkubasi cacar monyet biasanya 6 hingga 13 hari atau 5 hingga 21 hari, tergantung daya tahan tubuh seseorang. Penyakit ini biasanya berlangsung 2-4 minggu. Sejauh ini sangat jarang ditemukan kasus cacar monyet yang berakibat fatal hingga kematian.

Pencegahan cacar monyet dengan cara menjaga kebersihan dan kontak langsung dengan penderita

cacar monyet di Indonesia

Ilustrasi tes cacar monyet | Foto oleh Angellodeco dari Depositphoto

Secara umum, penularan cacaran air memang mirip dengan virus-virus pada umumnya termasuk covid-19. Sehingga, upaya pencegahan pun bisa dilakukan dengan hal mendasar seperti rajin cuci tangan memakai sabun, mengenakan masker untuk menghindari dropletdari orang yang terinfeksi, hingga menjaga jarak atau nggak bersentuhan dengan orang yang mengalami gejala cacar monyet.

Berikut beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyebaran cacar monyet lebih lanjut:

  1. Hindari kontak dengan hewan yang dapat menularkan virus, misalnya hewan sakit atau mati di wilayah yang terdapat cacar monyet
  2. Hindari kontak dengan bahan apa saja misalnya kandang dan tempat makan hewan yang sakit
  3. Cuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan hewan yang sakit atau orang yang terinfeksi
  4. Memasak daging dengan benar dan matang, dan usahakan menghindari konsumsi daging impor

Hingga saat ini, pemerintah sedang mengupayakan vaksin cacar monyet sebagai upaya pencegahan yang lebih matang. Kendati demikian belum diketahui secara detail mengenai vaksin ini.

Pemahaman terhadap cacar monyet ini bisa membantu kesadaran terhadap penyebaran virus dan melakukan upaya pencegahan lebih dini. Kendati jarang ditemukan kasus kematian, tapi cacar monyet tentu akan membuat pasien merasakan sakit dan menghambat kegiatan. Apalagi, virus ini lebih rentan pada anak kecil. Maka dari itu, kita tetap harus waspada  ya SoHip!

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE