Tanpa Pemilu, Berikut Cara 5 Kelompok Hewan Memilih Pemimpinnya

Cara hewan memilih pemimpin

Posisi pimpinan nggak hanya dikenal di dunia manusia, melainkan juga oleh hewan yang hidup berkelompok. Dalam beberapa kasus, kepemimpinan hewan bahkan bisa jadi bahan pembelajaran manusia. Meski hal ini terdengar kontroversial, ilmuwan mengatakan kita bisa mempelajari salah satunya peran pimpinan perempuan lewat kepemimpinan beberapa spesies mamalia.

Advertisement

Nah, meski tanpa pilkada, cara-cara hewan memilih pemimpin ada yang mirip dengan yang dilakukan manusia lo. Mulai dari cara yang demokratis hingga kudeta. Melansir National Geographic, berikut Hipwee rangkum 5 cara hewan dalam memilih pemimpinnya.

1. Gajah afrika memilih pemimpin seekor betina tertua dalam kelompok

Ilustrasi kawanan gajah afrika | Photo by Pixabay from Pexels via www.pexels.com

Beda dengan manusia yang cenderung menganggap usia yang terlampau tua sebagai salah satu kelemahan seorang pemimpin, gajah afrika malah menilai hal tersebut sebagai kelebihan. Gajah tertua diketahui lebih mahir dalam melindungi kelompok karena punya banyak pengalaman dan pengetahuan.

Salah satu buktinya ditemukan oleh penelitian di Taman Nasional Ambosel Kenya. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa gajah betina yang dapat hidup hingga usia 60 tahun merupakan yang paling mahir dalam mengenali auman singa berbahaya. Selain itu, gajah senior juga punya ingatan tentang peta lanskap kawasan untuk membimbing kelompok ke sumber makanan dan air.

Advertisement

2. Hyena tutul afrika punya pemimpin betina yang terpilih secara turun temurun

Ilustrasi hyena tutul afrika | Photo by Javi Lorbada on Unsplash via unsplash.com

Seperti gajah afrika, hyena tutul afrika juga punya pemimpin betina untuk kawanan yang jumlahnya bisa mencapai 130 ekor. Yang menarik, perpindahan kekuasaan pada kawanan hyena terjadi turun temurun. Jadi, seekor hyena yang menjadi pemimpin merupakan anak dari induk yang juga pemimpin. Dalam hal ini, terdapat transfer pengetahuan dan kekuasaan sosial dari sang induk kepada calon pemimpin berikutnya. Secara keseluruhan, hyena betina memang memegang kendali hampir di semua aspek kehidupan.

3. Simpanse melakukan kudeta untuk mendapatkan kekuasaan dan kekerasan untuk mempertahankan kedudukan

Ilustrasi simpanse | Photo by Francesco Ungaro from Pexels via www.pexels.com

Kudeta dan kekerasan. Dua kata yang ngeri-ngeri sedap ini lekat dengan posisi pimpinan kelompok simpanse. Pasalnya, pemimpin dalam kelompok simpanse nggak ditentukan sejak lahir dan rentan dikudeta. Agar hal tersebut nggak terjadi, pimpinan simpanse akan selalu siaga dan melakukan berbagai cara untuk mempertahankan posisinya. Ahli ekologi Universitas Minnesota, Michael Wilson mengatakan pimpinan simpanse akan bekerja keras untuk mempertahankan kedudukannya, bahkan dengan meneror simpanse lain.

Meski terdengar seram, dalam beberapa kasus ada lo simpanse yang welas asih. Simpanse yang lebih kecil dan nggak agresif diketahui punya strategi berbeda untuk menjadi dan mempertahankan kepemimpinannya. Wilson yang meneliti pimpinan simpanse bernama Freud di Taman Nasional Gombe Stream Tanzania, mengatakan pejantan ini berkuasa dengan cara membangun ikatan antar sesama simpanse. Dengan pendekatan tersebut, Freud dapat balasan berupa kesetiaan dan fasilitas kekuasaan, seperti kesempatan makan, perawatan, dan kawin dari kawanannya.

Advertisement

4. Ikan stickleback tiga duri memilih pimpinan berdasarkan penampilan fisik

Ilustrasi ikan stickleback | Photo by JSutton93, CC BY-SA 4.0 via commons.wikimedia.org

Bukan karena hanya ingin dipimpin oleh ikan yang good looking, ikan stickleback tiga duri yang berasal dari belahan bumi utara ini memilih pemimpin berdasar daya tarik fisik karena hal tersebut dapat jadi faktor penilaian kesehatan dan keterampilan bertahan hidup calon pemimpin. Biasanya ikan ini memilih pemimpin yang terlihat berisi dengan cara mengikutinya. Tapi cara ini punya kelemahan, karena kadang mereka salah memilih dan mengikuti pemimpin hingga seluruh kelompok tersesat.

5. Kawanan lebah akan memilih pemimpin secara demokratis jika dihadapkan pada keputusan pelik

Ilustrasi kawanan lebah | Photo by Kai Wenzel on Unsplash via unsplash.com

Meski cara naik tahta seekor ratu lebah cukup ekstrem yakni dengan berduel, tapi jika dihadapkan pada situasi pelik seperti saat harus memindahkan sarang, para lebah akan bertindak secara demokratis untuk memilih pemimpin mana yang akan mereka ikuti.

Pertama-tama para lebah pengintai akan mencari lokasi sarang baru dan kembali untuk melaporkan temuan. Para lebah pengintai yang jumlahnya bisa ratusan ini akan mengabarkan temuan mereka dengan cara menari. Nah, semakin enerjik tarian yang dilakukan, maka semakin besar kemungkinan ia akan diikuti oleh kawanan lebah. Dengan kata lain, lebah yang menari dengan enerjik akan jadi pemimpin, dan sarang siap dipindahkan.

Nah, itu dia 5 cara kelompok hewan dalam memilih pemimpinnya. Unik dan seru untuk diketahui, kan?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE