Seringkali kita menemui hal-hal aneh yang tidak terduga. Bahkan akhir-akhir ini banyak ditemukan hewan yang tidak lazim ditemui di tengah pemukiman masyarakat. Bukan tanpa alasan, kemunculan hewan-hewan ini bisa saja disebabkan karena habitatnya yang makin terkikis, atau bahkan karena bahan makanan dan ketidakseimbangan rantai makanan.

Seperti yang baru-baru ini terjadi, warga Kebumen dihebohkan dengan penemuan seekor serangga tak lazim. Bahkan karena bentuknya mirip dengan ‘pentagram baphomet‘ yang sering jadi simbol iblis, serangga ini disebut-sebut sebagai serangga dari neraka. Ternyata serangga ini spesiesnya memang sudah tercatat lho, tidak semisterius yang disangka banyak orang, hanya saja serangga jenis ini memang kurang familiar. Yuk bahas bareng soal serangga ini bersama Hipwee News and Feature!

Awalnya seorang waganet Kebumen menemukan serangga ini, mengabadikan foto dan merekamnya lalu diunggah ke media sosial

Advertisement

Seorang warganet Kebumen bernama Gandik tidak sengaja menemukan serangga aneh yang penampakannya tidak familiar. Hewan tersebut nampak seperti kupu-kupu, memiliki sayap dan tubuh yang kecil, namun memiliki bagian belakang tubuh yang aneh. Terdapat empat bagian melengkung yang menyerupai ekor yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Dilansir melalui Kumparan, Gandik mengaku bahwa ia mengetahui hewan tersebut adalah spesies Creatonotos gangis yang sering juga disebut sebagai ngengat. Tidak disangka, unggahan tersebut viral dan mengundang kengerian buat warganet

Unggahan ini bahkan dikomentari warganet dari berbagai negara. Ada yang sempat menjelaskan soal spesies serangga ini

Emang mirip banget sih sama simbol iblis! via Tribunnews.com

Banyak warganet yang ngeri dengan penampakan hewan ini. Nggak hanya di Indonesia, ternyata serangga ini juga kurang familiar di berbagai negara. Terbukti dari banyaknya komentar warganet dari berbagai belahan dunia yang menanggapi unggahan Gandik. Ketika ribuan orang meributkan bahwa serangga ini mengerikan dan berasal dari neraka, salah seorang warganet bahkan berkomentar untuk mencoba menjelaskan jenis spesies apa yang sedang diperdebatkan.

“Everyone is going crazy about this one. Actual name is “Creatonotos Gangis”. Those weird looking hairy fingers are called coremata, its scent organs. They produce pheromones to attract mates.” Renato Romero.

Advertisement

Renato Romero mencoba menjelaskan bahwa spesies serangga tersebut adalah Creatonotos Gangis yang memiliki ‘jari-jari berbulu’ yang disebut coremata yang berfungsi untuk menarik perhatian lawan jenis. Dikutip dari Lazerhorse, spesies jenis ini memiliki habitat hidup di Asia Tenggara, diantaranya Cina, India, Jepang, Thailan, hingga Australia. Karena habitat yang menyebar hingga Australia, bukan mustahil jika penyebarannya sampai ke Indonesia.

Bersyukur kita masih bisa menyaksikan serangga-serangga unik disini. Di belahan dunia lain seperti Jerman, sedang terjadi kiamat serangga

Membantu penyerbukan tanaman via CreationEarth.com

Dilansir melalui Vice, ada sebuah penelitian yang menemukan bahwa jumlah serangga di Jerman berkurang hingga 76%. Jumlah ini merupakan penurunan yang sangat drastis. Bahkan 82% dari penurunan ini terjadi di saat musim panas, dimana seharusnya serangga beterbangan dan keluar dari sarangnya. Sayangnya pemandangan itu tidak lagi terlihat.

Mungkin kita berpikir sederhana, “ah cuma serangga kok!” Tapi pernahkan kamu membayangkan bahwa kepunahan serangga juga bisa berakibat fatal bagi kehidupan manusia? Kemusnahan serangga bisa merusak ekosistem dan mengacaukan rantai makanan. Serangga merupakan makanan bagi hewan lain yang lebih besar, jika persediaan makanan mereka berkurang, hewan pemakan serangga juga terancam kelaparan dan punah. Di sisi lain serangga juga membantu penyerbukan tanaman secara alami, tumbuh-tumbuhan organik, bunga-bunga hingga buah-buahan tidak akan lagi bisa diserbukkan secara alami jika serangga mengalami kepunahan.

Alih-alih ngeri melihat penampakan serangga ‘iblis’ di Kebumen. Seharusnya kita bersyukur bahwa spesies yang jarang ditemukan ini masih bisa kita lihat di Indonesia. Yang berarti populasi jumlah serangga di Indonesia tergolong masih aman. Meski kamu seringnya merasa terganggu akan keberadaan serangga, seperti kecoa, lalat, nyamuk, tapi bersyukurlah dengan adanya hewan tersebut ekosistem dan rantai makanan masih seimbang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya