Bu Menkeu Bakal Terapkan Cukai untuk Minuman Manis. Sobat Diabetes, Siap-siap Menangis~

Cukai minuman manis

Selain rokok, kantong kresek, dan asap knalpot (iya, asap knalpot!), pemerintah lewat Bu Menteri Keuangan, Sri Mulyani, berencana menerapkan cukai untuk produk minuman manis. Alasannya karena beliau pengin membatasi konsumsi gula di kalangan masyarakat Indonesia yang ternyata kalau dilihat dari data, ada peningkatan yang lumayan mengerikan, Gaes. Padahal kebanyakan gula bisa memicu beragam penyakit mematikan, kayak diabetes, stroke, obesitas, hingga jantung.

Advertisement

Tahun 1975 tuh prevalensi obesitas pada anak-anak dan remaja secara global “masih” di kisaran angka 11 juta. Tapi 2014 kemarin, angkanya naik drastis jadi 124 juta! Wajar lah pemerintah ikut ketar-ketir, takutnya beberapa tahun ke depan orang-orang yang harusnya jadi penduduk usia produktif udah nggak bisa kerja lagi gara-gara sakit-sakitan. Pasti kita juga nggak mau dong umur 30-40an udah nggak bisa ngapa-ngapain. Huhu.. amit-amit ya! Eh, tapi tunggu dulu, apakah rencana Bu Menkeu ini bakal efektif? Soalnya yang dikenai cukai tuh cuma produk minuman kemasan aja. Apa kabar boba brown sugar, es kopi susu, thai tea, milk tea, dan segudang minuman kekinian lainnya ya??

Menkeu Sri Mulyani mengusulkan penerapan cukai untuk produk minuman manis tinggi gula, mau pakai pemanis alami maupun pemanis buatan, keduanya sama-sama bakal kena cukai

Sri Mulyani via www.law-justice.co

Waktu Bu Menkeu rapat kerja bareng Komisi XI DPR RI Rabu (19/2) kemarin, beliau usul kalau sebaiknya minuman manis di negara kita ini dikenakan cukai. Bu Menkeu miris lihat tingginya angka diabetes di Indonesia. Berdasarkan grafik dari Katadata di bawah ini emang kelihatan kalau angka prevalensi diabetes di Indonesia meningkat terus, bener-bener nggak ada penurunan.

Prevalensi diabetes via databoks.katadata.co.id

Nah, kalau beneran diterapkan, cukai ini bikin harga produk minuman manis yang dijual di pasaran jadi naik. Apa aja sih produk yang bakal kena cukai? Katanya sih semua produk minuman kemasan yang mengandung gula, mulai teh kemasan, kopi botolan, soda, sampai minuman sachet yang mesti ditambah air dulu sebelum diminum. Dengan menerapkan cukai, diharapkan konsumsi gula masyarakat Indonesia bisa menurun. Ya emang rada males beli sih kalau harganya beneran naik.

Advertisement

Tapi bentar deh, emang berapa tarif cukai yang direncanakan Bu Menkeu itu?

Tarifnya emang nggak seberapa sih via www.cnnindonesia.com

Usulan beliau sih tarifnya sekitar Rp 1.500 per liter untuk produk teh kemasan. Sedangkan untuk minuman berkarbonasi kayak soda-soda gitu, lalu kopi, minuman berenergi, dan berkonsentrat tarif cukainya Rp 2.500 per liter. Memang sih, kalau dihitung-hitung dengan tarif segitu aja negara berpotensi menambah pendapatan sebesar Rp 6,25 triliun.

Tapi… apakah benar-benar bakal bikin orang tobat beli minuman kemasan? Rasa-rasanya nggak terlalu ya, soalnya naiknya cuma segitu doang. Ya, mirip-mirip sama kresek berbayar itu, yang harganya cuma 200 perak. Orang mah rela-rela aja ngeluarin koin segitu pas belanja di supermarket, daripada repot bawa belanjaannya.

Udah gitu di luar produk minuman manis kemasan, sebenarnya kan masih banyak lagi opsi minuman manis lain yang dijual di pinggir-pinggir jalan atau kafe-kafe hits. Kandungan gulanya juga nggak main-main lo~

Advertisement

Yang ini juga banyak mengandung gula lo~ via www.dream.co.id

Hayo, siapa di sini yang hampir tiap hari jajan boba, es kopi susu, thai tea, green tea, milk tea, atau minuman-minuman kekinian lain? Gaes, segeralah tobat ya, soalnya minuman-minuman itu juga punya kandungan gula yang cukup tinggi. Selain dikasih gula, kadang ada juga yang masih ditambah kental manis, sirup-sirup perasa, dan lain sebagainya. Gile nggak tuh?

Mirisnya penjual minuman kayak gitu sekarang makin menjamur berkat media sosial dan daya beli masyarakat yang tinggi. Akhirnya mereka pada perang harga deh, lomba-lomba jualan dengan harga termurah. Huft, welcome diabetes~

Bukannya nggak mau mendukung usulan Bu Sri Mulyani. Cuma ya itu, kayaknya kalau cuma diterapkan ke produk kemasan aja kok rasanya kurang greget ya. Karena kalau dilihat-lihat malah udah nggak begitu ngetren lagi deh jajan minuman botolan gitu. Selain karena udah banyak opsi lain yang lebih Instagramable, masyarakat terutama anak muda juga udah mulai aware sama tabel nilai gizi yang tercantum di balik minuman kemasan.

Lagian udah banyak kok negara yang menerapkan sugar taxes ini dan nggak sedikit juga yang berhasil bikin warganya rada tobat gula. Jadi kalau mau dicoba-coba dulu nggak apa-apa deh, Bu~

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE