Dari Penumpang Setia Busway, Buat Pengguna Mobil Pribadi yang Hobi Serobot Jalur Kami!

Selain kereta, ada angkutan bersama di Jakarta yang punya jalur sendiri. Transjakarta namanya, atau sering disebut busway. Kalian pasti sudah tahu bus yang satu ini. Ber-AC, ekonomis, dan (seharusnya) cepat, lagi.

Advertisement

Sayangnya, naik busway sering tak semanis harapan kita. Mau cepat sampai rumah, adanya malah kamu berdiri 1-2 jam sepanjang jalan.

Penyebabnya apa lagi, kalau bukan kendaraan pribadi yang menyerobot jalur busway. Bagian jalan yang harusnya anti macet, jadi sama aja seperti jalur-jalur lainnya.

Ah elah, kalau kayak gini, apa faedahnya Busway punya jalur sendiri?

Advertisement

Dear pengguna kendaraan pribadi yang hobi menyerobot jalur Transjakarta kami, kapan bisa sadar? Seperti kalian, kami juga ingin cepat pulang…

1. Tentu kalian masih ingat kenapa busway awalnya ada. Mungkin kalian ingat juga, kenapa bus satu ini dikhususkan jalurnya

menghindari macet adalah salah satu alasan kami naik transjakarta

menghindari macet adalah salah satu alasan kami naik transjakarta via www.tribunnews.com

Sebenarnya kami positive thinking saja. Mungkin karena terlalu banyak beban hidup, kalian lupa bahwa tujuan awal pemerintah mengeluarkan bus Transjakarta adalah untuk mengurangi kemacetan kota.

Advertisement

Dengan jalur khusus, para pengguna angkutan bersama diharapkan bisa terhindar dari kemacetan dan cepat sampai tujuan. Bus pun diberi AC supaya penumpang tambah nyaman. Harga juga tak mahal, terjangkau semua kalangan.

Semua ini agar penduduk seperti kami bisa “punya kendaraan” yang cepat dan nyaman.

Iya sih, kami harus berbagi kendaraan ini dengan ribuan penumpang lain. Tapi nggak apa-apa. Yang penting cepat sampai tujuan!

2. Tapi ternyata ya sama aja. Busway kesayangan sering terjebak macet juga, hampir nggak beda dengan Kopaja atau angkot biasa

tapi kalau begini, ya jadinya sama saja

tapi kalau begini, ya jadinya sama saja via www.merdeka.com

Menghindari macet, itu alasan utama kami memilih transportasi Transjakarta. Dulu awal-awal memang menjanjikan. Bus kesayangan kami bersama itu punya jalur sendiri, dan hanya berhenti di halte-halte tertentu. Ini jelas berbeda dengan angkutan umum biasa yang selalu fleksibel, bisa berhenti di mana saja ada penumpang ataupun sopirnya pengin beli gorengan.

Tapi saat ini, Transjak kesayangan kami seringnya terhenti setiap beberapa menit sekali. Bukan karena macet, bukan karena sopirnya iseng, tapi karena jalur kami juga dilintasi oleh kendaraan-kendaraan pribadi.

Naik Transjak = kena macet juga. Lah apa bedanya sama naik Kopaja…

3. Kalian lelah habis bekerja? Kami juga. Kalian ingin cepat pulang, kami juga berharap bisa segera selonjoran

kami juga lelah

kami juga lelah via www.tribunnews.com

Saat pagi hari, kami tahu bahwa kalian punya jam kantor yang harus ditaati kalau tidak mau kena potong gaji. Kami juga sama.

Di sore harinya, kami juga tahu kalau kalian pasti lelah setelah seharian memforsir diri untuk mencari nafkah. Kami juga sama.

Visual keluarga atau kasur yang menanti di rumah juga sudah memenuhi pikiran.

Macet memang musuh kita bersama. Meski orang bilang “namanya juga Jakarta, macet sudah biasa’, tetap saja macet itu menyebalkan bukan. Kadang jarak 5 kilo saja, waktu tempuhnya sampai 1 jam.

Karena itu, bukankah harusnya kita mendukung segala upaya untuk mengurangi kemacetan?

4. Di dalam sini kami berdesakan, AC kadang mati kadang bikin kedinginan. Ini kaki sampai kapalan. Sementara kalian bisa duduk santai, sambil mendengarkan musik…

sebelas dua belas dengan KRL, di transjak kami juag desak-desakan

sebelas dua belas dengan KRL, di transjak kami juag desak-desakan via www.borneonews.co.id

Sayangnya, kita “menikmati” macet dengan cara yang berbeda. Kalian duduk nyaman mendengarkan musik, kami harus berdiri kayak sarden di dalam bus.

Dan bayangin aja, bau keringat orang habis kerja kayak apa…

Sementara kalian bisa duduk lebih santai dalam mobil ber-AC, sambil menyalakan musik jazz untuk mengurangi penat, kadang bisa juga ngobrol dengan orang tersayang, kami yang ada di Transjakarta ini berdiri desak-desakan. AC-nya kadang mati, kadang juga bikin kedinginan. Belum lagi semerbak harum khas orang pulang kerja yang senantiasa menghibur kami semua. Untuk soal musik, kami harus bisa mandiri mendengarkan music dari HP sendiri-sendiri. Jadi, macet yang bagi kalian menyebalkan ini, bagi kami jadi 500 kali lebih menyebalkan, karena kaki kami pegal dan jadi kapalan.

5. Masih nggak percaya, dan mikir kami melebay-lebaykan suasana? Hayo mari sini, kita naik Transjakarta bersama dan rasakan sensasinya. Nggak mau ‘kan?

kalau tetap mau pakai jalur khusus, yuk sini naik transjak dulu

kalau tetap mau pakai jalur khusus, yuk sini naik transjak dulu via tipscarabermanfaat.blogspot.co.id

Kalian mungkin berpikir bahwa kali ini kami lebay. Lalu kalian akan menyemangati kami dengan bilang “Hayoh, hidup di Jakarta jangan cengeng!”

Lah, kami sih cukup semangat. Kami tahu Jakarta memang keras dan kejam seperti penjajah.

Atau kalian malah menuduh kami egois, karena satu jalur dipakai sendiri nggak mau bagi-bagi? Tapi dalam satu bus, kami berbagi dengan puluhan orang lainnya. Sementara kalian hanya sendirian di dalam mobil yang nyaman. Logika tolong logika~

Kalau kalian masih nggak percaya dengan isi curhatan kami ini, ayo mari kita naik transkajarta bersama-sama, dan rasakan sensasinya.

Masih tetap mau pakai kendaraan pribadi? Bagus deh. Kalian sudah mengakui bahwa posisi kalian jauh lebih nyaman.

Jadi tolong dong, jangan ambil rasa nyaman milik kami yang sudah sedikit ini…

Transjakarta sempat membuat kami berharap bisa sampai rumah lebih cepat. Kalau kalian masih tetap keukeuh ingin pakai jalur busway, ya sini, kita naik Transjakarta sama-sama. Biar kamu tahu rasanya jadi kami.

Salam damai

Sarden-Sarden Setia Trans-Jakarta

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

28 Comments

  1. Meilisa Putri berkata:

    Selamat Malam Semua Nya Para Pecinta Poker .. 🙂
    PokerVoVo mengadakan KONTES JACKPOT DOMINO khusus bagi Member setia.
    Bonus Referral 20% dan Bonus Cashback 0.3%
    Kami Dari PokerVoVo.com Kami memiliki
    5 Games dalam 1 website
    -> BandarQ
    -> Poker
    -> ADU QIU
    -> Domino
    -> Capsa
    Info lebih lanjut silahkan ke live chat kami di : Pokervovo.com
    YM : pokervovo@yahoo.com
    BBM : 58FB5762
    http://goo.gl/nJsw0A

  2. Andria Affani berkata:

    Seluruh Warga Jakarta Berlomba-lomba Ingin Mendukung Ahok, Alasannya karena ini ….

    Baca Selengkap nya di : http://bit.ly/1McF2Jq

    Bosan Kalah Melulu Bermain Poker Online?
    Daftar kan Diri Anda bersama Megapoker99. com , Karena Hanya dsini Poker Tanpa Settingan Dan Real Player Vs Player.
    Pelayanan 24/7 Non Stop dan akan Dilayani Oleh Cs Yang Profesional…

    Contac Lebih Lanjut :
    Pin BBM : 5c274a78
    Yahoo : cs_megapoker99
    skype : megapoker99
    fanspage : Megapoker99

  3. Ada betulnya, ada salahnya juga.. Transjakarta memang bertujuan untuk mengurangi kemacetan. Tapi salahnya jalur yang diambil awalnya jalur umum.. Jalan jadi sempit.. Lain halnya kalo asalnya jalur busway dari pelebaran jalan. Itu pendapat pribadi saya pengguna sepeda motor yang kadang suka nerobos jalur busway meski jarang jarang ya.. Hahaha 🙂

  4. Tyan Ade berkata:

    Salahnya… Udah tau macet… Masih nekat bawa mobil… Takut gk di akuin kaye ye hhhhh

  5. Pemerintah juga mikir bos, pengurangan jalan diharap jg berimbas di pengurangan kendaraan pribadi, biar beralih ke kendaraan umum. Intinya, di indo itu masih kurang kesadarannya buat jd pelopor, mau tertib ngomongnya “kalo gue tertib, ttep aja ada org yg ga tertib, ya mending gue pake aja jalurnya”. Bayangin kalo jalur busway itu lanjar jaya, pasti busway lebih nyaman dan yg sbelumnya manja gamau desak-desakan jd join ke busway. Tp semua itu harus diawali dg kesadaran masing2 dlu

  6. Kalo pikiran mas dan orang2 masih seperti itu, ya gx bakalan selesai lah masalah nya, seharus nya mas memberikan contoh yg baik, atau mungkin menegur nya dengan sopan 🙂

  7. menurut saya :
    beri pagar besi tuh di disi jalan Busway/tanami pohon biar sejukk .nggak ada yg nrobos lagi kan klo bgitu?
    makasih 🙂

  8. Saya masuk ke jalur busway sekali2 dikarenakan pak polisinya yang menganjurkan di setiap jam pergi dan pulang kerja. tapi jujur, apabila tidak mengikuti petunjuk pak polisi tsb, jalanan pasti macet kebelakang parah dan ditakutkan lalu lintas malah tidak bergerak. (Selama 2 th saya juga pengguna busway – dari kota ke polda (saya kerja di bei) dan saya merasakan juga macetnya di busway). Kesimpulan menurut saya sih, memangnya kalo semua pengendara pribadi pingin naik transjakarta, apakah transjakarta siap menampung semuanya? Saya merasakan sih tidak. Karena jam 7 saya sampai di halte kota, saya sudah antri dibelakang, dan saya harus bawa laptop berat, untung ada kipas sih. Eh ketika bus datang, tau tau hanya lewat saja. Wah dalam hati saya, gimana nih.. Kok jadi lebih baik naik motor atau mobil saja yah.. Kalau menurut kesimpulan saya, saya berharap bus nya ditambah dan kepastian jam tiba dan berangkat kembali di pastikan melalui layar tv yang dulu smpet ada di halte busway di daerah kuningan, jadi saya lega tau kapan bus tiba dan dengan banyaknya bus, tentu semakin banyak orang bisa naik busway.. (Cobain deh dari halte polda ke kota pulanng jam kantor). Itu saja sih curhatan saya sebagai mantan pengguna busway ( saya tidak membela pengguna ataupun bukan pengguna busway) saya hanya ingin berbagi cerita dan menyampaikan keinginan hati, semoga saja busway busnya semakin banyak dan kepastian jam tiba bus bisa dipastikan, itu sudah sangat membantu saya dan pastinya saya akan kembali menjadi bagian dari sarden-sarden transjakarta karena kini saya kerja di slipi dari pluit dimana cukup naik busway sekali saja lurus sudah sampai. Salam..

  9. Gak cuma yang suka nyerobot jalur busway aja sih yg salah �

    Yang salah sticker di busway,
    Tulisannya Ayo naik Bus biar gak macet, sementara backgroundnya orang berdesakan plus bergelantungan.

    Dan yang ke 2 orang sadar karna nyaman,
    Jadi jangan paksakan orang buat nyaman berdesakan plus berdiri di busway.

    Semoga segera banyak perubahan

  10. Maaf y mas, menurut saya komentar anda cuma alasan untuk membenarkan pelanggaran yang anda lakukan, klo semua punya pikiran seperti anda kapan jakarta berubah ke yg lbh baik

CLOSE