Bukan 4 Sehat 5 Sempurna, Ini Lho Definisi Gizi Seimbang yang Harus Dipahami

Paduan Gizi Seimbang

Sebagai negara berkembang, saat ini Indonesia masih punya pe-er terkait status gizi, yaitu tiga beban malnutrisi (triple burden of nutrition), yang meliputi gizi kurang, gizi lebih, dan kekurangan zat gizi mikro (vitamin A, yodium, dan zat besi).

Contoh kasus gizi kurang antara lain adalah stunting (pendek), sangat kurus (berat badan tidak imbang dengan tinggi badan), dan gizi buruk. Namun, gizi berlebih pun juga bisa berbahaya karena menyebabkan anak-anak mengalami obesitas yang pada akhirnya akan ningkatin risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, stroke, hipertensi dan lain sebagainya. Terakhir, kekurangan zat gizi mikro juga nggak kalah penting karena bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Kekurangan vitamin A bisa menyebabkan gangguan mata dan perkembangan otak, kekurangan yodium bisa mempengaruhi perkembangan fisik, sedangkan kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia yang dampaknya nggak main-main. 

Karena itulah, sejak dulu pemerintah giat menyebarkan kampanye hidup sehat. Salah satunya adalah slogan 4 sehat 5 sempurna yang mungkin masih sering kamu dengar. Slogan ini sudah populer sejak tahun 1950-an, alias di zaman bapak dan ibu kamu dulu. Namun, ternyata slogan yang membahas tentang proporsi makanan sehat (nasi, sayur, lauk, buah, dan susu) ini sudah nggak relevan lagi lho sekarang. Sebagai gantinya, kita sudah punya panduan hidup sehat baru yaitu Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Apa sih itu?

Pedoman Umum Gizi Seimbang sebagai pengganti 4 Sehat 5 Sempurna memiliki 4 pilar penting

Tumpeng Gizi seimbang via hukor.kemkes.go.id

PUGS adalah panduan hidup sehat baru yang disusun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. PUGS ini nggak hanya meliputi menu makanan ideal kayak 4 Sehat 5 Sempurna, tetapi juga gaya hidup sehat lainnya. Mengingat remaja termasuk kelompok umur yang rentan mengalami anemia defisiensi zat besi yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi, hal ini wajib banget buat diketahui. Jangan lupa, meski terkesan sepele, anemia berdampak cukup buruk jika dibiarkan berlarut-larut. 

Nah, berdasarkan PMK no. 41 tentang Pedoman Umum Gizi Seimbang, prinsip gizi seimbang terdiri dari 4 pilar yang bertujuan untuk menyeimbangkan gizi masuk dan gizi keluar sehingga didapatkan berat badan yang ideal.

1. Variasi makanan pokok 

Jangan percaya kalau ada yang bilang satu jenis makanan yang bisa memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi manusia. Tubuh membutuhkan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat dan air untuk metabolisme sehari-hari. Ingat, nggak ada satu bahan makanan pun yang memiliki nutrisi sempurna. Ada bahan makanan yang tinggi kalori tapi minim kandungan vitamin, ada juga makanan yang kaya protein tetapi miskin serat. Karena itu, variasi makanan yang dimaksud di sini adalah mengonsumsi beragam makanan dengan proporsi yang cukup, nggak kebanyakan dan nggak kekurangan.

2. Perilaku hidup bersih

Lho, apa hubungannya hidup bersih dengan gizi seimbang? Kebiasaan hidup bersih akan menghindarkan kamu dari penyakit infeksi. Sementara itu, infeksi ini memiliki hubungan timbal balik dengan gizi seimbang. Saat mengalami infeksi, kamu butuh gizi lebih tinggi untuk membantu proses metabolisme. Padahal biasanya saat terkena infeksi, badan terasa nggak enak dan otomatis nafsu makan juga berkurang. Selain itu, kalau gizimu sudah seimbang, otomatis daya tahan juga akan meningkat sehingga kamu nggak mudah terkena infeksi.

3. Aktivitas fisik

Seperti yang sudah disebutkan di atas, prinsip pedoman umum gizi seimbang adalah menyeimbangkan gizi keluar dan gizi yang masuk. Aktivitas fisik adalah salah satu caranya. Dengan aktivitas fisik, katakanlah olahraga rutin, akan membantu metabolisme gizi. Sehingga dalam kadar yang pas, gizi terserap oleh tubuh tanpa ada penumpukan zat gizi yang akhirnya berdampak pada obesitas.

4. Memantau berat badan secara teratur

Terus setelah menjaga asupan makanan, hidup bersih, dan rajin beraktivitas fisik, bagaimana kita tahu apakah gizi masuk sudah seimbang dengan gizi yang keluar? Indikator paling gampang dari hal ini adalah tercapainya berat badan normal. Eits, jangan terburu-buru berpikir yang kurus itu sudah pasti sehat, lho. Karena yang dilihat di sini adalah Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu kesesuaian antara tinggi badan dengan berat badan. Nah, kategori berat badan cukup atau normal itu jika IMT-nya di antara 17,5 – 25. Berat badanmu kurang jika kurang dari 17,5 dan berlebih jika di atas 25. 

PUGS kemudian dikembangkan lagi menjadi 10 poin pedoman gizi seimbang untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Hidup bersih juga termasuk prinsip gizi seimbang via www.hipwee.com

Dari keempat pilar tersebut, PUGS kemudian dikembangkan menjadi 10 pedoman gizi seimbang. Kesepuluh pedoman gizi simbang dari Kementerian Kesehatan adalah sebagai berikut:

  1. Mengonsumsi aneka ragam makanan pokok
  2. Membatasi makanan asin, manis, dan berlemak
  3. Mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi
  4. Jangan lupa sarapan!
  5. Rajin minum air putih
  6. Banyak makan buah dan sayur
  7. Rajin olahraga dan mempertahankan berat badan ideal
  8. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  9. Pastikan kamu membaca label pada kemasan makanan untuk tahu kandungannya
  10. Syukuri dan nikmati ragam aneka makanan 

PUGS sebenarnya bisa menjadi solusi untuk remaja yang ingin punya tubuh ideal, tanpa harus diet mati-matian

Daripada diet nggak sehat, mendingan terapkan gizi seimbang via www.hipwee.com

Salah satu penyebab mengapa remaja rentan mengalami anemia adalah karena kebutuhan nutrisi yang nggak tercukupi. Sayangnya, persoalan remaja dan gizi ini sangatlah kompleks karena bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Ada yang terkendala oleh situasi ekonomi, ada juga yang dipengaruhi oleh tekanan sosial. Misalnya karena terobsesi ingin kurus lalu melakukan diet mati-matian sampai mengabaikan kebutuhan nutrisi tubuh harian. Diet yang nggak sehat ini malah bisa membahayakan, lho. 

Padahal sebenarnya untuk memiliki berat badan ideal, kamu bisa menerapkan pedoman gizi seimbang dulu. Coba deh, atur lagi asupan makanmu sehingga seluruh nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh terpenuhi secara proporsional. Lalu jangan lupa membiasakan diri hidup bersih, dan tak lupa selalu rutin berolahraga. Dengan melakukan hal-hal itu, bukan hanya berat badanmu yang ideal, tubuhmu pun akan sehat dan kuat melawan berbagai penyakit. 

 

Anyway, selain menjaga asupan makanan, untuk mencegah kekurangan zat gizi mikro khususnya zat besi, kamu bisa mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). TTD merupakan suplemen yang bisa membantu meningkatkan hemoglobin sehingga kamu terhindar dari anemia. Minum TTD secara rutin seminggu sekali, setelah makan dengan air putih. Sebaiknya jangan diminum bersamaan dengan kopi, teh, ataupun susu, ya. Nggak usah takut kebanyakan zat besi. Karena tubuh ajaib kita memiliki pengaturan otomatis. Jika berlebih, zat besi tersebut akan langsung dibuang melalui tinja. Haruskah cek anemia terlebih dahulu sebelum mengonsumsi TTD? Nggak, kok. Soalnya, umumnya penurunan kadar zat besi itu nggak terasa. Jadi, sebaiknya dicegah sejak awal daripada mengobati, bukan? 

Jadi, sebelum diet mati-matian untuk bisa punya tubuh proporsional, yuk kita terapkan pedoman gizi seimbang ini dulu!

 

Ditinjau oleh: dr. Haryo Dimasto Kristiyanto

Source:

  1. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK%20No.%2041%20ttg%20Pedoman%20Gizi%20Seimbang.pdf
  2. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/apa-saja-sepuluh-pedoman-gizi-seimbang
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.