Dilema Maraknya Lato-lato, Bikin Bising tapi Juga Alihkan Anak Kecanduan Ponsel

Permainan tradisional lato-lato saat ini kembali jadi tren di berbagai kalangan masyarakat, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Saking ngetrennya, banyak dijumpai di berbagai tempat gerombolan anak-anak berlomba-lomba main lato-lato. Nggak jarang, keberadaan mereka cukup meresahkan.

Advertisement

Suara lato-lato yang nyaring memang cukup memekakkan telinga. Apalagi bila dimainkan bersamaan dalam durasi yang lama. Di tengah fenomena tren lato-lato ini, nggak sedikit warganet yang mengaku kesal dengan suara lato-lato yang berada di tempat yang tepat. Namun, di sisi lain ternyata bermain lato-lato bisa mengalihkan anak dari kecanduan gadget, loh. Jadi gimana nih, mau dibiarin aja anak-anak main lato-lato atau mending dihentikan?

Main lato-lato di tempat dan waktu yang nggak tepat bikin kesal karena jadi kebisingan

Maraknya permainan lato-lato ditambah banyak perlombaan yang mewadahi keterampilan permainan ini membuat banyak orang terautama anak-anak makin nggak kenal tempat untuk bermain. Sampai akhirnya, bermain lato-lato nggak kenal tempat dan waktu, misalnya di angkutan umum, sekolah, rumah sakit, pinggir jalan, tempat ibadah, dan di mana saja, baik itu pagi, siang dan malam.

Hayo siapa nih, yang sering kesal dengan bunyi lato-lato? Apalagi di saat dan tempat yang harusnya punya suana tenang buat konsentrasi. Eh, tiba-tiba terdengar bunyi “etek etek etek etek etek” saling bersahutan, pasti kesal kan?

Advertisement

Keluhan soal bunyi lato-lato di tempat dan waktu yang nggak tepat banyak diadukan oleh warganet di media sosial. Kocaknya, ada warganet yang melaporkan keresahannya akan bunyi lato-lato yang bikin sakit kepala pada Menteri Pertahanan  (Menhan)Prabowo Subianto di Twitter.  Berawal dari cuitan Menhan Prabowo yang menanyakan kabar pengikutnya. Kemudian seorang warganet justru mengadu soal lato-lato.

“Lagi pusing kepalaku ngedenger bocil lato-lato jam segini (malam hari),” cuit seorang warganet.

Advertisement

Hal serupa juga dikeluhkan seroang penulis dan dokter Hamzah Ferdiva, melalui akun Twitternya. Hamzah mengungkap keresahannya terhadap permainan lato-lato yang nggak mengenal tempat, yakni di rumah sakit. Hamzah yang sedang menjelasakan pemeriksaan pada pasiennya terganggu dengan bunyi lato-lato dari pasien lain.

“Bapak ibu yang berobat ke rumah sakit, tolong anaknya jangan bawa lato-lato ya. Dokternya lagi jelasin ke pasien. Tek tek tek tek, kedengeran sampai ke dalam poli, bikin naik darah ya,” cuit Hamzah di Twitter.

Cuitan Hamzah itu pun disetujui oleh warganet lain yang juga merasa terganggu dan kesal dengan anak-anak yang bermain lato-lato nggak kenal tempat dan waktu. Apakah kamu juga merasa terganggu, SoHip?

Polusi suara akibat lato-lato belum terbukti bikin masalah pendengaran

Suara bising yang ditimbulkan dari permainan lato-lato memang kadang dianggap bikin sakin kepala dan emosi. Nggak sedikit pula yang menganggap kebisingan karena lato-lato bisa bikin gangguan pendengaran. Apakah benar begitu? Melansir dari DetikHealth, dr. Ahmad Wahyudin Sp THT Primaya Hospital, Bekasi Timur mengungkap bahwa risiko gangguan pendengaran tiap orang akibat suatu bunyi berbeda-beda.

Selain itu, dr. Ahmad juga mengungkap bahwa menurut Organisasi Kesehatan Sunia (WHO), terganggunya pendengaran akibat bunyi tergantung seberapa desibel atau kekuatan bunyinya. Meski belum ada kajian mendalam tekait bunyi lato-lato ini, tapi bila tenyata bunyi berada di 85 desibel, maka maksimal amannya nggak boleh didengarkan lebih dari 8 jam. Bila bunyi mencapai 88 desibel, makan batas amannya hanya 4 jam.

“Belum ada yang mengkaji tentang seberapa besar suata lato-lato. Tapi saya rasa kalau di ruangan terbuka mainnya, tidak sampai 85 desibel. Kecuali kalau main diruang tertutup,” kata dr. Ahmad, dinukil dari DetikHealth.

Jika kebisingan melampaui batas waktu dengan desibel di atas batas aman, maka akibatnya bisa mengalami gangguan noise induce hearing loss atau kerusakan telinga bagian dalam akibat suara keras. Kendati belum ada penelitian yang mengungkap kekuatan bunyi lato-lato bikin gangguan pendengaran, tapi dr. Ahmad menyarankan untuk periksa ke dokter bila mengalami penurunan pendengaran akibat bunyi yang memekakkan.

Main lato-lato bisa alihkan anak dari kecanduan gadget dan game online

Di balik masalah bunyi lato-lato yang sering bikin kesal, ternyata ada poin positifnya juga, loh. Anak-anak yang saat ini sibuk main lato-lato dan berlomba siapa yang paling jago, ternyata bikin kebiasaan mereka main gadget jadi teralihkan. Hal ini banyak diungkap oleh para orang tua yang mengaku sejak main lato-lato, waktu bermain game online jadi berkurang drastis.

Tangan mereka yang biasanya nggak bisa diam alias harus terus pegang gadget, sekarang teralihkan dengan bermain lato-lato. Apalagi saat ini banyak perlombaan yang menawarkan hadiah yang cukup menggiurkan. Hal ini membuat anak-anak makin giat bermain lato-lato untuk mengasah kemampuan mereka. Hal serupa juga diungkap oleh pengamat belajar Lindra Azmar, dinukil dari RRI.

“Permainan lato-lati ini bikin anak-anak yang tadinya main HP nggak kenal waktu jadi teralihkan, mainnya lato-lato. Itu bagus, jadi bisa mengurangi kecanduan, meski mungkin hanya sementara,” kata Lindra.

Kendati memang sering bikin kesal dan emosi karena suara lato-lato yang nggak kenal waktu dan tempat, memang nggak bisa dimungkiri kalau permainan ini juga punya dampak positif. Jadi, sebagai orang dewasa memang kita harus bijak dalam menghadapi tren semacam ini. Melarang anak-anak main lato-lato memang bukan solusi dari kebisingan yang sering bikin kesal. Alangkah baiknya, anak-anak diarahkan kapan waktu dan tempat yang tepat untuk bermain.

Kalau kamu merasa terganggu dengan bunyi lato-lato di waktu dan tempat yang nggak tepat, cobalah untuk menasihati, kapan dan di mana mereka harusnya bermain. Anak-anak juga perlu diarahkan cara bermain yang aman, karena nggak sedikit dari mereka yang terluka karena terbentur lato-lato. Meski bisa mengalihkan dari kecanduan gadget, tapi juga jangan sampai lato-lato bikin anak-anak jadi lupa waktu untuk belajar, ya.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE