Indonesia kayaknya memang sudah darurat masalah main hakim sendiri alias persekusi. Masih ingat ‘kan kisah pria yang dibakar massal karena dituduh mencuri amplifier masjid sekitar Agustus tahun lalu? Setelah diselidiki, ternyata ia bukan pencuri seperti yang dituduhkan masyarakat. Nyawanya pun melayang sia-sia karena warga keburu main hakim sendiri. Meski semua pelaku persekusi menyesal, tapi sayang, nyawa pria malang itu tidak bisa dikembalikan. Pun dengan perasaan terluka istrinya, yang jelas tidak bisa sembuh begitu saja.

Seolah tidak cukup kasus di atas jadi pelajaran, di Bali, baru saja ada kejadian serupa. Dua orang pria dituduh mencuri uang seorang turis seorang wanita. Tanpa berusaha mencari kebenaran, warga sekitar langsung mempersekusi mereka. Meskipun tidak sampai menghilangkan nyawa, tapi orang yang tertuduh harus merasakan sakit karena beberapa ada yang sempat memukulnya. Wah, gimana ya kisah lengkapnya? Simak deh ulasan Hipwee News & Feature kali ini.

Persekusi kembali terjadi, kali ini terjadi di Ubud, Bali. Dua orang pria jadi bulan-bulanan karena dituduh mencuri uang seorang turis asal Austria

View this post on Instagram

. Kesalahpahaman yang berakitat fatallll Cari tau sebelum memvonis 🙏🙏 . Dua orang pria diamuk oleh massa di kawasan Ubud karena dituduh mengambil uang milik wisatawan (WNA) perempuan . Berawal saat 2 orang pria di Bali ini mengambil uang tersebut di ATM, saat yang bersamaan ada seorang wisatawan perempuan yang juga sedang berada di ATM. 2 pria ini ngambil uang 2 juta di dalam mesin ATM, lalu wisatawan perempuan ini tiba tiba masuk entah pakai bahasa apa dia mengira uang 2 juta ini milik dia, dia menarik uang tersebut dan spontan 2 pria ini mempertahankan uang tersebut. Wisatawan yang merasa uang dia di ambil 2 juta tersebut berteriak dan akhirnya didatangi oleh beberapa massa dan langsung menghakimi 2 pria ini. Beruntung polisi kemudian datang ke lokasi dan mengamankan 2 pria berserta wisatawan perempuan tersebut. Setelah di interogasi dan di lakukan pengecekan saldo, ternyata uang si wisatawan tidak ada yang berkurang sama sekali . Setelah itu si embaknya memberikan kompensasi 400rb rupiah untuk 2 pria ini, hal ini disampaikan saat proses penyelesaian secara kekeluargaan di Wantilan Pura Desa Padang Tegal Ubud. Kalo gini salah siapa haiyoooo Video credit : fb/Agus Sutrisna @punapibali #punapibali #infobali

A post shared by Bukan Akun Haters / Fanbase 😘 (@lambe_turah) on

Advertisement

Sebuah video yang viral di Instagram, menjadi saksi terjadinya persekusi di Bali. Dua orang pria tampak dikerumuni massa setelah turis asing menuduh mereka mencuri uangnya sebesar Rp2 juta. Kalau dari keterangan Kapolsek Ubud, Kompol Raka Sugita, seperti dikutip Detik, kejadian bermula saat si bule yang mendatangi ATM. Di saat yang bersamaan, datanglah dua pria ke ATM yang sama. Si bule memang tampak keluar masuk ATM. Saat masuk lagi ke ATM, dia melihat salah satu dari pria itu memegang sejumlah uang. Entah bagaimana, si bule mengira pria itu telah mengintip PIN ATM-nya dan mengambil uangnya. Lalu terjadilah tarik menarik uang. Orang di sekitar lokasi mengira saat itu sedang terjadi pencopetan. Persekusi pun tak bisa dihindari.

Beruntung polisi segera datang dan mengamankan dua pria tersebut. Saat akan dibawa memakai sepeda motor, beberapa orang tampak menghujani dua pria dengan pukulan

Sempat dipukuli oleh beberapa orang via www.instagram.com

Untungnya, polisi segera datang ke lokasi untuk membantu mengamankan situasi yang memanas. Beberapa warga yang terekam di video tampak tidak segan-segan menghujani pukulan kepada dua pria yang bahkan saat itu belum diketahui statusnya bersalah atau tidak. Mungkin kalau polisi terlambat datang sedikit saja, mereka sudah babak belur dihajar massa.

Setelah dimintai keterangan, ternyata kejadian itu hanya salah paham. Bule wanita itu mengaku kalau saldo di ATM-nya tidak berkurang, kartu-kartunya juga tidak ada yang hilang

Mereka akhirnya sepakat berdamai via news.detik.com

Advertisement

Saat tiba di kantor polisi, kedua orang yang terlibat perseteruan itu dimintai keterangan. Setelah melalui proses tersebut ternyata diketahui kalau peristiwa itu cuma salah paham. Si bule juga mengakui kalau hal itu terjadi hanya karena miskomunikasi. Ia mengaku harta bendanya tidak ada yang hilang sedikitpun. Akhirnya keduanya sepakat untuk berdamai. Dan untuk menebus kesalahannya, bule wanita asal Austria itu memutuskan membayar biaya berobat orang yang dituduhnya setelah mereka menerima pukulan dari warga-warga yang emosi.

Terlepas dari salah atau tidaknya seseorang, keputusan mempersekusi atau main hakim sendiri itu tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Harusnya semua itu diserahkan ke pihak berwajib

Jangan asal main hakim sendiri via www.dream.co.id

Indonesia ‘kan negara hukum. Segala sesuatu yang berbau kesalahan, pasti ada payung hukumnya. Selain cuma menambah dosa karena menuduh orang sembarangan, main hakim sendiri itu juga nggak ada gunanya. Cuma bikin image seseorang atau kelompok orang jadi jelek. Dan kebanyakan persekusi dilakukan sekelompok orang kepada individu lain, bukan individu ke individu. Jadi kayak beraninya cuma pas ramai-ramai doang. Daripada memutuskan sendiri gitu ‘kan akan jauh lebih baik, lebih adil, dan lebih beradab kalau suatu kasus diserahkan ke pihak yang lebih berwenang, dalam hal ini polisi.

Jadi, siapa pun kamu, please, jangan sembarang mempersekusi orang lain ya. Apalagi kalau tujuannya cuma buat sok jagoan aja. Duh, asli, itu nggak banget!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya